BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Umum
Sebagaimana layaknya setiap bangsa, bangsa ini punya cita-cita. Cita-cita untuk menjadi
negeri yang sejahtera, demokratis, dan adil. Indonesia adalah negeri yang sedang
bertransformasi dari sistem politik yang authoritarian menjadi sebuah negara yang
demokratis, dari negara yang porak-poranda karena korupsi menjadi negara dengan tata
kelola pemerintahan yang lebih bersih. Indonesia berada dalam sebuah perjalanan, dimana
institusi dan kehidupan berbangsa mulai ditata kembali. Kita mengenal penataan kembali
ini dengan nama reformasi. Yang paling sulit di dalam sebuah proses reformasi adalah
memenangkan dukungan agar proses perubahan tersebut dapat terus terjadi. Dilema dari
sebuah reformasi terjadi karena manfaatnya baru akan dirasakan di dalam jangka yang
relatif panjang, sedangkan perubahan yang dimunculkan kerap menuntut kita untuk
memberikan pengorbanan dalam jangka pendek. Karena itu, kerap kali kita tidak sabar di
dalam proses ini. Kita kerap memiliki ekspektasi yang tinggi bahwa perbaikan akan tiba
seketika. Padahal sejarah mengajarkan bahwa perbaikan adalah sebuah proses.
Jika kita menoleh ke belakang untuk melihat perjalanan bangsa Indonesia, mungkin kita
masih ingat bahwa lebih dari sepuluh tahun yang lalu ada semacam rasa pesimisme, apakah
Indonesia akan mampu melalui proses transisi ini dengan baik. Saat itu, ada kekuatiran
bahwa proses transisi ini akan sangat sulit karena heterogenitas dan kompleksitas persoalan.
Hal tersebut tak sepenuhnya salah. Karena proses ini berjalan tidak mudah, ada pasang
naik dan surut di sana. Belum lagi kita selesai dengan konsolidasi demokrasi dan penguatan
lembaga publik secara internal, berbagai peristiwa global juga mempengaruhi kita. Tak bisa
dihindarkan, dalam dunia yang semakin terintegrasi dengan globalisasi, Indonesia tak bisa
lepas dari perkembangan situasi dunia. Meroketnya harga minyak, kenaikan harga pangan,
dan krisis keuangan global yang dipicu oleh kasus sub-prime mortgage di Amerika Serikat
dan Eropa mempengaruhi upaya-upaya pemulihan ekonomi kita. Dari segi kelembagaan,
kita juga mencatat bahwa upaya membangun Indonesia harus dimulai dari sebuah kondisi
institusi yang tak sepenuhnya berfungsi, dimana korupsi begitu kronis, penegakan hukum
begitu lemah, dan birokrasi kerap menjadi penghambat.
Lima tahun yang lalu, dengan latar belakang Indonesia yang seperti ini, Pemerintah mulai
membangun kembali Indonesia yang meliputi pembangunan di segala bidang, antara lain
ekonomi, sosial, politik, budaya, hukum, lingkungan, dan keamanan. Visi dari pembangunan
lima tahun lalu adalah Indonesia yang damai, Indonesia yang adil, Indonesia yang
demokratis, dan Indonesia yang sejahtera.
Hasilnya telah kita lihat di dalam lima tahun terakhir ini. Walau di tengah berbagai tekanan
persoalan, baik yang terjadi di luar kuasa kita —seperti meroketnya harga minyak,
meningkatnya harga pangan dunia, dan bencana alam— maupun konsolidasi internal —
seperti penataan kembali institusi dasar, dan konsolidasi demokrasi—pertumbuhan ekonomi
dalam periode 2004–2008 mencapai rata-rata sekitar 5,7 persen. Ini adalah pertumbuhan
ekonomi yang tertinggi semenjak krisis ekonomi tahun 1998.
Di tengah membaiknya ekonomi domestik, pada tahun 2008 kita dihadapkan kepada berbagai
persoalan eksternal yang sedikit banyak mempengaruhi percepatan perbaikan perekonomian
Indonesia. Gejolak sub-prime mortgage di Amerika Serikat telah membawa dampak kepada
melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang pada gilirannya membawa
dampak kepada perlambatan ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Triwulan pertama tahun
2009, ditandai dengan pertumbuhan negatif di berbagai negara di belahan dunia. Penurunan
ekonomi terjadi secara tajam sejak triwulan ketiga tahun 2008, dan semakin memburuk
pada triwulan keempat 2008 dan triwulan pertama pada tahun 2009. Di tengah situasi
kontraksi ekonomi dunia yang tajam ini, Indonesia masih dapat tumbuh 4,4 persen, dan
bersama China, India, dan Vietnam masih mampu mencetak pertumbuhan ekonomi yang
positif.
Walaupun pertumbuhan ekonomi dunia mengalami kontraksi yang dalam di triwulan
pertama tahun 2009, tetapi gejala perbaikan ekonomi global mulai terlihat. Hal ini tercermin
misalnya, dari mulai membaiknya pasar modal di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Perbaikan ini terjadi jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan banyak pihak. Fundamental
ekonomi di negara maju sebenarnya tak banyak mengalami perubahan signifikan. Namun,
antisipasi kebijakan yang dilakukan, baik counter cyclical policy maupun kerjasama
internasional melalui G-20 yang sepakat untuk menggelontorkan US$5,0 triliun untuk
perbaikan ekonomi dunia telah menimbulkan ekspektasi positif. Konsisten dengan hal itu,
harga minyak terlihat mulai mengalami kenaikan.
Optimisme yang muncul di dalam perekonomian global, sedikit banyak juga tercermin di
dalam perekonomian domestik. Sejalan dengan melemahnya dolar Amerika Serikat terhadap
berbagai mata uang, rupiah juga mengalami apresiasi. Apresiasi mata uang rupiah juga
membawa dampak positif kepada perkembangan pasar keuangan. Kita mulai melihat bahwa
arus investasi asing sudah mulai masuk ke dalam SBI, saham, dan obligasi Pemerintah.
Masuknya arus investasi portofolio, termasuk ke dalam pasar modal akan membuat nilai
tukar rupiah menguat lebih tajam lagi. Namun, sikap kehati-hatian tetap harus dilakukan.
Perkembangan ekonomi dunia belum sepenuhnya pulih, fluktuasi masih terjadi. Terlalu
dini untuk menyimpulkan bahwa ekonomi dunia telah pulih dan krisis telah berakhir. Karena
itu, Pemerintah dan Bank Indonesia tetap waspada untuk menghadapi gejolak perekonomian
global.
Penguatan rupiah membawa dampak positif kepada pengendalian inflasi. Di sisi lain, masih
relatif lemahnya harga komoditi juga membuat inflasi relatif terkendali. Harga komoditi
sudah mulai meningkat bila dibandingkan dengan harga komoditi pada bulan Desember
2008, tetapi masih relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan harga di bulan Juli 2008.
Dengan kondisi seperti ini maka tekanan inflasi tampaknya masih akan dapat dikendalikan
pada angka 4,5 persen. Inflasi year on year sampai dengan bulan September 2009 adalah
2,83 persen, sedangkan inflasi year to date adalah 2,28 persen. Dalam bulan September
2009, inflasi bulanan (month on month) tercatat sebesar 0,11 persen yang menunjukkan
tekanan inflasi yang relatif rendah. Dengan kondisi inflasi yang terkendali, Bank Indonesia
pada awal September 2009 telah menurunkan BI rate hingga berada di level 6,50 persen.
Dalam hal pertumbuhan ekonomi, dari sisi pengeluaran domestik terlihat bahwa konsumsi
rumah tangga dan Pemerintah merupakan faktor pendorong perekonomian. Dengan pangsa
permintaan domestik yang cukup besar, ekonomi Indonesia relatif mampu bertahan dari
gejolak krisis. Meskipun demikian kita harus mengakui bahwa ekspor mengalami penurunan
Pendahuluan Bab I
Nota Keuangan dan APBN 2010 I-3
cukup signifikan. Penurunan ekspor juga diikuti oleh penurunan impor yang mengakibatkan
melemahnya pertumbuhan investasi. Berbagai antisipasi yang dilakukan Pemerintah dan
Bank Indonesia untuk menjaga kepercayaan, menjaga stabilitas sektor keuangan dan
mengeluarkan berbagai kebijakan fiskal untuk meminimalisir dampak krisis global,
tampaknya cukup memberikan hasil. Seperti disebutkan di atas, Indonesia bersama India,
China, dan Vietnam adalah negara di dunia yang mampu mencetak pertumbuhan positif di
tengah pertumbuhan ekonomi negatif yang terjadi di hampir semua negara di belahan bumi.
Dengan melihat perkembangan terakhir di paruh pertama pertama 2009, dan melihat relatif
terkendalinya inflasi, serta dampak berbagai kebijakan yang dilakukan Pemerintah untuk
mengantisipasi dampak krisis global, maka pertumbuhan PDB hingga akhir tahun 2009
diperkirakan mencapai 4,3 persen.
1.2 Prioritas RKP 2010
Di tengah berbagai tantangan eksternal dan konsolidasi internal serta transisi demokrasi,
pembangunan ekonomi mulai menampakkan hasil. Pertumbuhan ekonomi dalam periode
2004–2008 yang mendekati rata-rata 6,0 persen juga diikuti oleh menurunnya rasio utang
terhadap PDB dari 57,0 persen tahun 2004 menjadi 32,0 persen tahun 2008. Tingkat
pengangguran terbuka juga menurun dari 9,86 persen di tahun 2004 menjadi 7,9 persen di
tahun 2009. Demikan juga tingkat kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan yang dihitung
BPS telah menurun dari 16,7 persen (36,1 juta orang) pada tahun 2004 menjadi 14,2 persen
(atau 32,5 juta orang) pada Maret 2009. Dengan demikian, tantangan ke depan tidaklah
semakin ringan. Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,
menciptakan lapangan kerja, dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Karena itu, prinsip
kehati-hatian dan upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi makro, melakukan akselarasi
pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan, serta upaya perluasan lapangan
kerja harus mendapatkan prioritas.
Untuk itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004–
2009, telah ditetapkan 3 (tiga) agenda pembangunan nasional, yang merupakan arah kebijakan
pembangunan jangka menengah, yaitu: (1) menciptakan Indonesia yang aman dan damai;
(2) menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis; serta (3) meningkatkan
kesejahteraan rakyat. Ketiga agenda pembangunan tersebut merupakan pilar pokok untuk
mencapai tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Keberhasilan pelaksanaan satu agenda erat kaitannya dengan kemajuan pelaksanaan agenda
lainnya, yang dalam pelaksanaan tahunan dirinci ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
RKP tahun 2005, yang merupakan tahun pertama pelaksanaan pembangunan setelah
berakhirnya Program Pembangunan Nasional (Propenas) tahun 2000–2004, disusun
berdasarkan Rencana Pembangunan Nasional (Repenas) Transisi yang dimaksudkan untuk
mengisi kekosongan perencanaan pembangunan nasional tahun 2005, yang selanjutnya menjadi
acuan dalam penyusunan RAPBN 2005. Dalam RKP tahun 2006, tema pembangunan yang
ditetapkan adalah “Reformasi menyeluruh untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
berlandaskan Indonesia lebih aman, damai dan demokratis”. Sementara itu, untuk RKP tahun
2007, tema yang ditetapkan adalah “Meningkatkan kesempatan kerja dan menanggulangi
kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat”. Untuk RKP 2008, tema yang ditetapkan
adalah “Percepatan pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran”.
Sedangkan untuk tahun 2009, sebagai tahun terakhir dari pelaksanaan RPJMN Tahun 2004–
Bab I
I-4 Nota Keuangan dan APBN 2010
Pendahuluan
2009, tema yang ditetapkan adalah “Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Dan Pengurangan
Kemiskinan”.
Untuk tahun 2010, karena tahun tersebut merupakan tahun pertama pemerintahan dari
Pemerintah hasil Pemilu tahun 2009, maka RPJMN untuk periode pemerintahan tersebut
belum disusun. Namun ke depan, dapat diidentifikasikan ada lima agenda besar yang perlu
dilaksanakan. Pertama, peningkatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Kedua,
pembangunan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Ketiga, penguatan demokrasi dan
penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia. Keempat, penegakan hukum dan
pemberantasan korupsi. Kelima, pembangunan yang makin adil dan merata di seluruh tanah
air.
Dalam kaitan pelaksanaan agenda-agenda di atas, dapat diidentifikasikan lima belas prioritas
kegiatan/program sebagai berikut:
Pertama, pertumbuhan ekonomi akan terus ditingkatkan, mencapai minimal 7 persen
sehingga kesejahteraan rakyat juga lebih meningkat, termasuk untuk mencukupi kebutuhan
hidup mereka.
Kedua, jumlah persentase penduduk miskin akan diusahakan untuk turun menjadi 8–10
persen dengan peningkatan pembangunan pertanian, pembangunan pedesaan, dan programprogram
pro-rakyat.
Ketiga, pengangguran akan dikurangi menjadi 5–6 persen dengan penciptaan lapangan
pekerjaan dan peningkatan modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat, dan peningkatan
modal usaha bagi yang akan berwirausaha.
Keempat, upaya perbaikan dalam bidang pendidikan, baik peningkatan mutu, infrastruktur,
kesejahteraan guru dan dosen, serta peningkatan anggaran yang lebih adil antara pendidikan
negeri dan pendidikan swasta, antara pendidikan umum dan pendidikan agama, termasuk
peningkatan anggaran pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia, dan pendidikan gratis
untuk siswa miskin.
Kelima, perbaikan kesehatan masyarakat dengan peningkatan pemberantasan penyakit
menular, termasuk melanjutkan kebijakan berobat gratis bagi masyarakat yang kurang
mampu.
Keenam, peningkatan ketahanan pangan. Tahun ini Indonesia memang telah berhasil
berswasembada beras, jagung, gula dan kopi. Ke depan, kita menuju swasembada daging
sapi dan kedelai. Jaringan irigasi, benih, dan pupuk akan kita tingkatkan secara signifikan
agar pertanian kita makin maju.
Ketujuh, peningkatan ketahanan energi dengan penambahan daya listrik berskala besar
secara nasional, termasuk kecukupan BBM dan sumber-sumber energi alternatif.
Kedelapan, peningkatan pembangunan infrastruktur, termasuk mega proyek-mega proyek
infrastruktur di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Jawa, dan tempat-tempat lain
baik infrastruktur perhubungan, pekerjaan umum, air minum dan air bersih, energi, dan
teknologi informasi, maupun pertanian.
Kesembilan, Pemerintah akan meningkatkan pembangunan perumahan rakyat, termasuk
proyek-proyek rumah susun sederhana bagi pegawai, kaum buruh, TNI dan Polri, maupun
masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Pendahuluan Bab I
Nota Keuangan dan APBN 2010 I-5
Kesepuluh, peningkatan pemeliharaan lingkungan secara serius, termasuk penghijauan,
penghutanan kembali, dan mengatasi bencana banjir di seluruh Indonesia.
Kesebelas, peningkatan kemampuan pertahanan dan keamanan terus ditingkatkan,
termasuk pengadaan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan, baik TNI maupun
Polri.
Keduabelas, peningkatan dan perluasan reformasi birokrasi dan pemberantasan KKN dengan
prioritas pencegahan korupsi dan peningkatan pelayanan kepada rakyat, termasuk dunia
usaha.
Ketigabelas, otonomi daerah dan pemerataan pembangunan lebih ditingkatkan dengan
desentralisasi fiskal yang lebih adil, serta penataan keuangan daerah yang lebih baik.
Keempatbelas, demokrasi dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia akan makin
dikembangkan. Pemerintah bertekad agar pelanggaran-pelanggaran HAM berat di negeri
ini tidak terulang lagi.
Kelimabelas, peran internasional Indonesia makin ditingkatkan sehingga bangsa Indonesia
bisa berbuat lebih banyak lagi untuk perdamaian dunia, keadilan dunia, dan kemakmuran
umat manusia di dunia.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, dan juga dengan menggunakan arah
pembangunan jangka menengah ke-2 (RPJMN ke-2) dari Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025, maka RKP 2010 disusun dengan tujuan untuk lebih
memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan pada
peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu
dan teknologi, peningkatan daya saing perekonomian, serta visi-misi, agenda dan prioritas
pembangunan. Sehubungan dengan itu, untuk menjaga kesinambungan pembangunan,
dalam pasal 5 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJPN 2005–2025 diatur bahwa
penyusunan RKP untuk tahun pertama pemerintahan Presiden berikutnya ditugaskan pada
Presiden yang sedang memerintah dengan tetap mempertimbangkan kemajuan yang dicapai
dalam tahun 2008 dan perkiraan tahun 2009, serta tantangan yang diperkirakan akan
dihadapi dalam tahun 2010. Dalam tahun 2010, tema RKP yang ditetapkan adalah
“Pemulihan Perekonomian Nasional dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat”.
Selanjutnya, dalam melaksanakan pembangunan tersebut, ditetapkan 7 (tujuh) prinsip
pengarusutamaan sebagai landasan operasional yang harus dipedomani oleh seluruh
aparatur negara, yaitu: (1) Pengarusutamaan partisipasi masyarakat; (2) Pengarusutamaan
pembangunan berkelanjutan; (3) Pengarusutamaan gender; (4) Pengarusutamaan tata
pengelolaan yang baik (good governance); (5) Pengarusutamaan pengurangan kesenjangan
antarwilayah dan percepatan pembangunan daerah tertinggal; (6) Pengarusutamaan
desentralisasi dan otonomi daerah; dan (7) Pengarusutamaan padat karya. Sejalan dengan
itu, pelaksanaan pembangunan nasional dalam tahun 2010 memprioritaskan upaya-upaya:
(1) Pemeliharaan kesejahteraan rakyat, serta penataan kelembagaan dan pelaksanaan sistem
perlindungan sosial; (2) Peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia;
(3) Pemantapan reformasi birokrasi dan hukum, serta pemantapan demokrasi dan
keamanan nasional; (4) Pemulihan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian,
infrastruktur, dan energi; dan (5) Peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya alam dan kapasitas penanganan perubahan iklim.
Dengan tema dan prioritas pembangunan nasional tersebut, kebijakan alokasi anggaran
belanja Pemerintah pusat pada tahun 201o diarahkan terutama untuk mendukung kegiatan
ekonomi nasional dalam memacu pertumbuhan (pro growth), menciptakan dan memperluas
lapangan pekerjaan (pro employment), serta mengurangi kemiskinan (pro poor). Ketiga
prioritas pembangunan nasional tersebut kemudian dicerminkan di dalam arah dan postur RAPBN 2010.
1.3 Peran Strategis Kebijakan Fiskal
Salah satu perangkat yang dapat digunakan oleh Pemerintah untuk mencapai sasaran
pembangunan adalah kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal mempunyai tiga fungsi utama, yaitu
fungsi alokasi anggaran untuk tujuan pembangunan, fungsi distribusi pendapatan dan subsidi
dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat, dan juga fungsi stabilisasi ekonomi makro
di dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi. Dalam kondisi perekonomian yang
lesu, pengeluaran Pemerintah yang bersifat autonomous, khususnya belanja barang dan
jasa serta belanja modal, dapat memberi stimulasi kepada perekonomian untuk bertumbuh.
Sebaliknya dalam kondisi ekonomi yang memanas akibat terlalu tingginya permintaan
agregat, kebijakan fiskal dapat berperan melalui kebijakan yang kontraktif untuk
menyeimbangkan kondisi permintaan dan penyediaan sumber-sumber perekonomian. Itu
sebabnya kebijakan fiskal memiliki fungsi strategis di dalam mempengaruhi perekonomian
dan mencapai sasaran pembangunan.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara merupakan salah satu instrumen kebijakan fiskal
untuk mengarahkan perekonomian nasional. Dampak APBN terhadap sektor riil dapat dilihat
sebagai berikut:
1. Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dalam APBN 2010 mencapai Rp153,6 triliun
atau sekitar 2,6 persen terhadap PDB. Sumber utama PMTB dalam tahun 2010 berasal
dari belanja modal Pemerintah pusat. Belanja Pemerintah, terutama belanja modal akan
dipertahankan sejalan dengan upaya Pemerintah untuk menjaga stimulasi perekonomian
secara terukur dalam rangka mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi
2010.
2. Komponen konsumsi Pemerintah dalam APBN 2010 diperkirakan mencapai
Rp525,4 triliun atau sekitar 8,8 persen terhadap PDB.
3. Transaksi keuangan Pemerintah dalam APBN Tahun 2010 secara total diperkirakan
berdampak ekspansi, yaitu sebesar Rp142,8 triliun atau sekitar 2,2 persen terhadap PDB.
Hal ini berarti lebih rendah apabila dibandingkan dengan APBN-P 2009 sebesar
Rp119,8 triliun (2,2 persen terhadap PDB).
Perlu dicatat, seperti juga yang terjadi di negara-negara lain, dewasa ini kebijakan fiskal
masih sangat penting, tetapi perannya sebagai sumber pertumbuhan (source of growth)
cenderung berkurang bila dibandingkan dengan peran sektor swasta yang memang
diharapkan akan semakin meningkat. Dewasa ini dan di masa depan, peran Pemerintah
lebih difokuskan sebagai regulator.
Peran lain yang juga amat penting dari kebijakan fiskal adalah peran redistribusi dan alokasi
anggaran Pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan
kesejahteraan rakyat. Dalam konteks ini, kebijakan fiskal dapat dipergunakan untuk mempengaruhi sektor-sektor ekonomi atau kegiatan tertentu, untuk menyeimbangkan
pertumbuhan pendapatan antarsektor ekonomi, antardaerah, atau antargolongan
pendapatan. Peran kebijakan fiskal juga menjadi penting di dalam menanggulangi dampak
yang ditimbulkan oleh bencana alam, wabah penyakit, dan konflik sosial.
Di dalam peran strategis kebijakan fiskal, hal lain yang tak boleh dilupakan adalah proses
politik anggaran yang terdiri dari perencanaan, implementasi dan pertanggungjawaban
kebijakan fiskal. Hal ini menjadi penting mengingat Indonesia adalah negara yang sedang
dalam transisi menuju demokratisasi. Implikasinya kebijakan fiskal direncanakan, ditetapkan
dan dilaksanakan melalui proses yang transparan dan prosedur yang relatif panjang, dan
harus melibatkan peran dan persetujuan berbagai pihak. Ini adalah konsekuensi logis dari
peningkatan transparansi, demokratisasi, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kunci keberhasilan kebijakan fiskal
akan sangat terletak pada pemahaman bersama akan pentingnya perencanaan yang baik,
pelaksanaan yang efektif, dan pertanggungjawaban kebijakan fiskal yang akuntabel dari
seluruh aparat yang terkait dan masyarakat sebagai penerima manfaat kebijakan fiskal.
1.4 Dasar Hukum Penyusunan NK dan APBN
Penyusunan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) didasarkan pada ketentuan
pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diubah menjadi pasal 23 ayat (1),
ayat (2), dan ayat (3) UUD 1945 amendemen keempat yang berbunyi: “(1) Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan
setiap tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung
jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; (2) Rancangan undang-undang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersama
Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan
Daerah; (3) Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara yang diusulkan oleh Presiden, Pemerintah menjalankan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang lalu”. Penyusunan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 ini, merupakan perwujudan dari pelaksanaan
amanat pasal 23 Undang-Undang Dasar 1945 amendemen keempat tersebut.
Penyusunan APBN 2010 mengacu pada ketentuan yang tertuang dalam Undang-undang
Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dengan berpedoman kepada Rencana
Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2010, Kerangka Ekonomi Makro, dan Pokok-pokok Kebijakan
Fiskal tahun 2010 sebagaimana telah disepakati dalam pembicaraan pendahuluan antara
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tanggal 17 Juni 2009 yang
lalu.
Selanjutnya, siklus dan mekanisme APBN meliputi: (a) tahap penyusunan RAPBN oleh
Pemerintah; (b) tahap pembahasan dan penetapan RAPBN dan RUU APBN menjadi APBN
dan UU APBN dengan Dewan Perwakilan Rakyat; (c) tahap pelaksanaan APBN; (d) tahap
pemeriksaan atas pelaksanaan APBN oleh instansi yang berwenang antara lain Badan
Pemeriksa Keuangan; dan (e) tahap pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. Siklus APBN
2010 akan berakhir pada saat Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) disahkan oleh
DPR pada 6 bulan setelah berakhirnya tahun anggaran. 1.5 Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2010
Perhitungan besaran-besaran APBN 2010 dihitung berdasarkan asumsi dasar ekonomi
makro yang diprakirakan akan terjadi pada tahun tersebut. Asumsi-asumsi dasar ekonomi
makro dalam tahun 2009 dan 2010 dan besarannya tersebut dapat dilihat dalam Tabel I.1
berikut:
Tabel I.1 menunjukkan:
1. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,5 persen. Sumber pertumbuhan
ekonomi akan berasal dari permintaan domestik dan membaiknya sisi penawaran. Selain
melalui perbaikan kesejahteraan PNS, TNI/Polri, dan Pensiunan melalui kenaikan gaji,
pertumbuhan ekonomi 2010 juga akan didorong melalui stimulus fiskal guna
meningkatkan lapangan kerja melalui infrastruktur dasar, perlindungan sosial rakyat
miskin, dan proyek-proyek padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. Ekspor
diperkirakan masih akan relatif lambat, tetapi membaik bila dibandingkan dengan
tahun 2009 karena perekonomian dunia yang diperkirakan mulai mengalami sedikit
perbaikan. Dari sisi penawaran agregat, pertumbuhan ekonomi akan sangat dipengaruhi
oleh berbagai upaya pembenahan di sektor riil, kemajuan dalam pembangunan
infrastruktur;
2. Seiring dengan meningkatnya permintaan domestik akibat pemulihan ekonomi dan
mulai meningkatnya harga komoditi, tingkat inflasi tahun 2010 diperkirakan akan lebih
tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai sebesar 5,0 persen.
Koordinasi yang baik dan harmonisasi kebijakan antara Bank Indonesia dan Pemerintah
akan menjadikan sasaran inflasi lebih kredibel. Di samping kehati-hatian Bank Indonesia
dalam menjalankan kebijakan moneternya serta kestabilan nilai tukar rupiah, kegiatan
perekonomian yang semakin meningkat diperkirakan masih dapat diimbangi dari sisi
produksi seiring dengan membaiknya investasi. Akibatnya, tekanan harga dari sisi
permintaan dan penawaran tidak memberikan tekanan terhadap harga barang-barang
secara keseluruhan. Fluktuasi harga di pasar komoditi internasional serta tingginya
harga minyak mentah dunia memang diperkirakan akan tetap memberikan tekanan
2010
APBN APBN-P APBN
1. Pertumbuhan Ekonomi (%) 6,0 4,3 5,5
2. Inflasi (%) 6,2 4,5 5,0
3. Nilai Tukar (Rp/US$) 9.400 10.500 10.000
4. Suku Bunga SBI-3 Bulan (%) 7,5 7,5 6,5
5. Harga Minyak (US$/barel) 80,0 61,0 65,0
6. Lifting Minyak (juta barel/hari) 0,960 0 ,960 0,965
Sumber: Departemen Keuangan
terhadap inflasi dalam negeri. Namun, Pemerintah akan selalu dan terus melakukan
langkah-langkah evaluasi kebijakan fiskal agar berjalan secara harmonis dengan
kebijakan moneter. Dari sisi penawaran, Pemerintah akan menjaga ketersediaan pasokan
terutama produk-produk yang memiliki peranan penting dalam mempengaruhi
pergerakan inflasi, seperti beras dan bahan bakar minyak;
3. Rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan sebesar
Rp10.000/US$. Dari sisi fundamental, Neraca Pembayaran Indonesia akan tetap
mencatat surplus yang berpotensi meningkatkan cadangan devisa. Cadangan devisa
yang meningkat berpengaruh positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah;
4. Sejalan dengan inflasi yang terkendali dan nilai tukar yang stabil, maka ada ruang
untuk menurunkan tingkat bunga ke tingkat yang lebih rendah secara bertahap dan
hati-hati. Rata-rata suku bunga SBI 3 bulan diperkirakan sebesar 6,5 persen;
5. Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) di pasar internasional diperkirakan
mencapai sebesar US$65 per barel;
6. Dalam tahun 2010, lifting minyak mentah Indonesia diperkirakan meningkat menjadi
0,965 juta barel per hari.
1.6 Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal
Sejalan dengan tema pembangunan nasional yaitu “Pemulihan Perekonomian Nasional
dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat”, kebijakan alokasi anggaran belanja
Pemerintah pusat dalam tahun 2010 diarahkan kepada upaya mendukung kegiatan ekonomi
nasional dalam memulihkan perekonomian, menciptakan dan memperluas lapangan kerja,
meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan mengurangi kemiskinan. Di
samping itu, kebijakan alokasi anggaran akan tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas
nasional, kelancaran kegiatan penyelenggaraan operasional pemerintahan dan peningkatan
kualitas pelayanan kepada masyarakat. Alokasi anggaran dalam tahun 2010 diprioritaskan
pada: (1) meneruskan/meningkatkan seluruh program kesejahteraan rakyat (PNPM, BOS,
Jamkesmas, Raskin, PKH dan berbagai subsidi lainnya); (2) melanjutkan program stimulus
fiskal, melalui pembangunan infrastruktur, pertanian dan energi, serta proyek padat karya;
(3) mendorong pemulihan dunia usaha, termasuk melalui pemberian insentif perpajakan
dan bea masuk; (4) meneruskan reformasi birokrasi; (5) memperbaiki Alutsista; serta
(6) menjaga anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN.
Berdasarkan arah dan strategi kebijakan fiskal di atas, maka postur APBN 2010 akan meliputi
pokok-pokok besaran sebagai berikut:
a. Pendapatan negara dan hibah diperkirakan sebesar Rp949,7 triliun, atau berarti
mengalami kenaikan 9,05 persen dari APBN-P tahun 2009. Kenaikan rencana pendapatan
negara tersebut diharapkan akan didukung oleh kenaikan penerimaan perpajakan.
b. Total belanja negara diperkirakan sebesar Rp1.047,7 triliun (17,5 persen terhadap
PDB). Alokasi tersebut menunjukkan peningkatan Rp46,9 triliun atau 4,7 persen dari
APBN-P 2009. Belanja Pemerintah pusat dalam tahun 2010 direncanakan sebesar
Rp725,2 triliun, atau mengalami peningkatan Rp33,7 triliun atau 4,9 persen dari APBNP
2009. Sementara itu, dalam tahun 2010, anggaran transfer ke daerah direncanakan
Bab I
I-10 Nota Keuangan dan APBN 2010
Pendahuluan
sebesar Rp322,4 triliun, yang menunjukkan peningkatan Rp13,1 triliun atau 4,2 persen
dari APBN-P 2009.
c. Defisit anggaran diperkirakan sebesar Rp98,0 triliun (1,6 persen terhadap PDB).
d. Pembiayaan defisit. Untuk membiayai defisit APBN 2010, direncanakan pembiayaan
defisit dalam jumlah yang sama, yaitu sebesar Rp98,0 triliun. Pembiayaan anggaran
dalam negeri tahun 2010 tersebut didominasi oleh pembiayaan dalam negeri, yaitu sebesar
Rp107,9 triliun. Di sisi lain, pembiayaan dari luar negeri (neto) diperkirakan sebesar
negatif Rp9,9 triliun.
1.7 Uraian Singkat Isi Masing-masing Bab
Nota Keuangan dan APBN 2010 terdiri atas enam bab, yang diawali dengan Bab I
Pendahuluan, yang menguraikan gambaran umum, visi, agenda dan lima belas prioritas
pemerintah 2010, peran strategis kebijakan fiskal, landasan hukum, asumsi dasar ekonomi
makro APBN 2010, pokok-pokok kebijakan fiskal, dan uraian singkat isi masing-masing
bab dalam Nota Keuangan ini.
Bab II Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal APBN 2010,
menguraikan tentang perkembangan ekonomi Indonesia dalam tahun 2005–2008, dan
perkembangan dan kebijakan ekonomi makro tahun 2009 yang keduanya akan menjadi
dasar prakiraan dan prospek ekonomi 2010 sebagai dasar pertimbangan penentuan asumsi
dasar ekonomi makro APBN 2010. Secara ringkas bab ini menguraikan bahwa stabilitas
ekonomi makro masih tetap terjaga sehingga diharapkan dapat menjadi landasan bagi
peningkatan kinerja ekonomi nasional di tahun mendatang.
Bab III Pendapatan Negara dan Hibah. Bab ini membahas realisasi pendapatan negara
tahun 2005–2008, perkiraan pendapatan dan hibah tahun 2009 dan target 2010 dalam
APBN 2010. Pembahasan tahun 2005–2008 didasarkan pada realisasi pendapatan negara
yang tercatat, sedangkan proyeksi mutakhir 2009 didasarkan pada realisasi semester satu
dan prognosis semester kedua tahun 2009. Sementara itu, target pendapatan dalam APBN
2010 didasarkan pada berbagai faktor seperti kondisi ekonomi makro, realisasi pendapatan
pada tahun sebelumnya, kebijakan yang dilakukan dalam bidang tarif, subyek dan obyek
pengenaan serta perbaikan, dan efektivitas administrasi pemungutan. Dalam hal ini, tiga
strategi yang diterapkan Pemerintah adalah dengan melakukan: (a) reformasi di bidang
administrasi, (b) reformasi di bidang peraturan dan perundang-undangan, dan (c) reformasi
di bidang pengawasan dan penggalian potensi. Selain itu, dalam tahun 2009 Pemerintah
telah mencanangkan program reformasi perpajakan jilid II sebagai kelanjutan dari reformasi
perpajakan jilid I yang telah selesai pada tahun 2008. Fokus utama program reformasi
perpajakan jilid II adalah peningkatan manajemen sumber daya manusia serta peningkatan
teknologi informasi dan komunikasi. Program reformasi perpajakan jilid II ini dikemas dalam
bentuk Project for Indonesian Tax Administration Reform (PINTAR). Di bidang PNBP,
kebijakan yang diambil lebih diarahkan untuk mengoptimalkan penerimaan dengan
menerapkan kebijakan antara lain: (1) peningkatan produksi/lifting migas, (2) peningkatan
kinerja BUMN, (3) penyempurnaan terhadap peraturan perundang-undangan;
(4) identifikasi potensi PNBP; dan (5) peningkatan pengawasan PNBP kementerian negara/
lembaga. Kesemuanya akan dibahas secara lebih rinci di Bab III.
Pendahuluan Bab I
Nota Keuangan dan APBN 2010 I-11
Bab IV Anggaran Belanja Pemerintah Pusat 2010 menguraikan evaluasi perkembangan
pelaksanaan anggaran belanja Pemerintah pusat 2005–2009 serta masalah dan tantangan pokok
pembangunan tahun 2010, alokasi anggaran belanja Pemerintah pusat berdasarkan prioritas,
serta alokasi anggaran Pemerintah menurut UU Nomor 17 tahun 2003. Di dalam bab ini diuraikan
5 (lima) prioritas pembangunan nasional. Bab ini juga menguraikan bagaimana tema
“Pemulihan Perekonomian Nasional dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat”
diterjemahkan ke dalam alokasi belanja Pemerintah pusat berdasarkan prioritas dan menurut
organisasi. Dalam konteks ini, kebijakan di bidang belanja negara diupayakan untuk memberikan
stimulasi terhadap perekonomian dan mendukung pencapaian target agenda pembangunan
nasional melalui program-program yang lebih berpihak pada pertumbuhan ekonomi, penyerapan
tenaga kerja, dan pengurangan kemiskinan.
Bab V Kebijakan Desentralisasi Fiskal, membahas mengenai perkembangan pelaksanaan
desentralisasi fiskal di Indonesia, permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan
desentralisasi fiskal di Indonesia, pelaksanaannya ke depan, serta kebijakan alokasi anggaran
transfer ke daerah. Di dalam bab ini dibahas bagaimana kebijakan alokasi transfer ke daerah
dalam tahun 2010 tetap diarahkan untuk mendukung kegiatan prioritas nasional, dengan tetap
menjaga konsistensi dan keberlanjutan pelaksanaan desentralisasi fiskal guna menunjang
pelaksanaan otonomi daerah. Kebijakan transfer ke daerah pada tahun 2010 akan lebih
dipertajam untuk: (1) mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah (vertical fiscal
imbalance), dan antardaerah (horizontal fiscal imbalance); (2) meningkatkan kualitas pelayanan
publik di daerah dan mengurangi kesenjangannya antardaerah; (3) meningkatkan efisiensi
pemanfaatan sumber daya nasional; (4) tata kelola, transparan, tepat waktu, efisien dan adil;
serta (5) mendukung kesinambungan fiskal dalam kebijakan ekonomi makro. Di samping itu,
untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, kepada daerah diberikan
kewenangan memungut pajak (taxing power). Kesemuanya akan dibahas secara lebih rinci di
Bab V.
Bab VI Pembiayaan Defisit Anggaran, Pengelolaan Utang dan Risiko Fiskal. Di dalam
bab ini diuraikan bagaimana pembiayaan defisit anggaran, yang mencakup sumber pembiayaan
nonutang dan utang. Struktur pembiayaan anggaran yang bersumber dari nonutang pada tahun
2010 direncanakan melalui perbankan dalam negeri, yang berasal dari setoran Rekening Dana
Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Hutan (RPH), dan Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Struktur pembiayaan yang berasal dari utang pada tahun 2010 direncanakan melalui:
pembiayaan utang dalam negeri dan pembiayaan utang luar negeri. Komponen utang dalam
negeri berupa penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto di pasar domestik, baik surat
berharga konvensional maupun surat berharga berbasis syariah (SBSN). Di pasar internasional,
penerbitan SBN direncanakan berasal dari penerbitan Obligasi Negara valas dan SBSN valas. Di
dalam bab ini juga disinggung isu, tantangan dan dinamika kebijakan pengelolaan utang. Selain
itu, di dalam Nota Keuangan dan APBN 2010 kembali lagi dibahas mengenai risiko fiskal.
Pemaparan risiko fiskal dalam Nota Keuangan ini diperlukan terutama dalam rangka
kesinambungan fiskal (fiscal sustainability) dan juga untuk keterbukaan (transparency).
Penjelasan risiko fiskal akan memuat beberapa hal yang berpotensi menimbulkan risiko fiskal,
seperti: sensitivitas asumsi ekonomi makro, peran sektor minyak dan gas bumi terhadap anggaran,
risiko utang Pemerintah, proyek kerjasama pembangunan infrastruktur, Badan Usaha Milik
Negara, sensitivitas perubahan harga minyak, nilai tukar dan suku bunga terhadap risiko fiskal
BUMN, dan juga kewajiban kontinjensi Pemerintah pusat dalam proyek infrastruktur, serta
dampak fiskal pemekaran daerah.
Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Bab II
Nota Keuangan dan APBN Tahun 2010 II-1
BAB II
PERKEMBANGAN EKONOMI DAN POKOK-POKOK
KEBIJAKAN FISKAL APBN 2010
2.1 Pendahuluan
Perkembangan perekonomian global yang cepat dan dinamis sangat mempengaruhi kondisi
perekonomian nasional. Fluktuasi harga komoditi utama dan krisis keuangan yang memicu
krisis ekonomi global telah memberikan tekanan pada perekonomian nasional sehingga
mengganggu pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang direncanakan.
Meskipun pertumbuhan ekonomi secara rata-rata selama periode 2005—2008 mencapai
5,9 persen, pencapaian tersebut dilalui dalam kondisi yang cukup berat. Lonjakan harga
minyak mentah di pasar internasional telah memaksa Pemerintah untuk menaikkan harga
bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi beberapa kali sehingga meningkatkan laju inflasi.
Dengan tingginya inflasi, fundamental ekonomi tereduksi karena tidak saja membuat biaya
produksi menjadi lebih mahal tetapi juga melemahkan daya beli masyarakat. Padahal, daya
beli masyarakat merupakan faktor dominan dalam menopang perekonomian nasional selama
ini. Dalam beberapa tahun ke depan, pengaruh eksternal tersebut masih akan mewarnai
perjalanan pembangunan ekonomi Indonesia.
Pada tahun 2009, penurunan ekonomi global secara signifikan menyebabkan volume
perdagangan dunia mengalami kontraksi. Setelah mengalami ekspansi rata-rata 8,1 persen
selama lima tahun terakhir, pada tahun 2008 pertumbuhan volume perdagangan dunia
menurun tajam menjadi 4,1 persen. Indikasi merosotnya volume perdagangan dunia ini
antara lain tercermin dari penurunan tajam pada Baltic Dry Index yang merupakan
barometer volume perdagangan dunia. Bagi Indonesia dampak negatif yang langsung
dirasakan adalah penurunan atau perlambatan pertumbuhan perdagangan dan investasi.
Namun dengan fundamental ekonomi yang kuat, kinerja perekonomian nasional tidak
sampai mengalami pertumbuhan negatif yang dialami sebagian besar negara di dunia.
Transmisi dampak krisis ekonomi global ke perekonomian Indonesia masuk melalui dua
jalur, yakni jalur finansial (financial channel) dan jalur perdagangan (trade channel). Dampak
krisis melalui jalur finansial dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Dampak
secara langsung terjadi apabila suatu bank atau institusi keuangan di Indonesia membeli
aset-aset yang bermasalah (toxic assets) dari perusahaan penerbit yang mengalami kesulitan
likuiditas di luar negeri. Dampak lainnya adalah terjadinya penarikan dana dari Indonesia
oleh investor asing yang mengalami kesulitan likuiditas (deleveraging). Selain itu, juga bisa
terjadi melalui aksi pemindahan portofolio investasi berisiko tinggi ke risiko lebih rendah
(flight to quality). Sementara dampak tidak langsung jalur finansial terjadi melalui munculnya
hambatan-hambatan terhadap ketersediaan pembiayaan ekonomi. Dampak melalui jalur
perdagangan muncul melalui melemahnya kinerja ekspor impor yang pada gilirannya
berpengaruh pada sektor riil dan berpotensi memunculkan risiko kredit bagi perbankan. Hal
tersebut juga berpotensi memberikan tekanan pada neraca pembayaran Indonesia (NPI).
Bab II
II-2 Nota Keuangan dan APBN Tahun 2010
Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal
Ketahanan fundamental ekonomi Indonesia mulai menghadapi ujian sejak pertengahan
tahun 2007. Di tengah derasnya arus krisis ekonomi global saat itu, ekonomi Indonesia
masih mampu untuk melaju dan tumbuh 6,3 persen. Kemudian, pada tahun 2008 ekonomi
Indonesia juga masih berekspansi pada tingkat 6,1 persen. Terjaganya stabilitas ekonomi
makro dan kepercayaan pasar menjadi faktor kunci keberhasilan Pemerintah dalam
mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi pada level yang cukup tinggi.
Dalam tahun 2009 tekanan terhadap perekonomian domestik sebagai dampak krisis global
diperkirakan memasuki puncaknya. Pada triwulan II, ekspor dan impor dalam PDB
mengalami kontraksi yaitu masing-masing sebesar 8,2 persen dan 18,3 persen. Investasi
juga tumbuh melambat sebesar 4,0 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan
periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 12,2 persen. Hal yang cukup membantu
di dalam menopang perekonomian nasional adalah belanja Pemerintah dan konsumsi
masyarakat. Laju pertumbuhan tertinggi dialami oleh konsumsi Pemerintah sebesar 10,2
persen. Sementara itu, konsumsi masyarakat mampu tumbuh 4,7 persen, lebih rendah
dibanding periode yang sama pada tahun 2008 sebesar 5,7 persen. Secara agregat
pertumbuhan komponen PDB tersebut telah mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 4,2
persen. Dengan memperhatikan realisasi pada triwulan I tahun 2009, pertumbuhan PDB
hingga akhir tahun 2009 diperkirakan mencapai 4,3 persen.
Dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif, stabilitas ekonomi
harus tetap dijaga. Oleh karena itu, perlu adanya pengendalian inflasi dan nilai tukar untuk
menciptakan kondisi yang kondusif. Perkembangan laju inflasi tahunan pada bulan
September 2009 sebesar 2,83 persen (yoy), sedangkan laju inflasi tahun kalender dari Januari
hingga September 2009 mencapai 2,28 persen (ytd). Dengan memperhatikan perkembangan
inflasi sampai dengan bulan September dan membaiknya ekspektasi inflasi pada bulan-bulan
selanjutnya, inflasi akhir tahun 2009 diperkirakan mencapai 4,5 persen. Adapun nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang periode Januari–September 2009
menunjukkan kecenderungan menguat. Penguatan tersebut didorong oleh kembali
meningkatnya arus modal masuk antara lain dari pasar saham dan obligasi. Rata-rata nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS pada periode tersebut mencapai Rp10.720 per dolar AS.
Penguatan tersebut diperkirakan terus berlanjut sehingga rata-rata selama tahun 2009
diharapkan dapat mencapai Rp10.500 per dolar AS.
Rendahnya laju inflasi dan terjaganya pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan
menjadi faktor penguat pulihnya kondisi ekonomi nasional. Kondisi ini turut memberi ruang
untuk penurunan suku bunga. Selama tujuh bulan pertama tahun 2009, Bank Indonesia
telah beberapa kali menurunkan BI Rate hingga berada di level 6,50 persen pada awal
September 2009. Sejalan dengan itu, SBI 3 bulan juga mengalami penurunan dari 10,6 persen
pada bulan Januari 2009 menjadi 6,63 persen pada awal bulan September 2009. Secara
rata-rata SBI 3 bulan dalam sembilan bulan pertama mencapai 7,93 persen atau sedikit
lebih rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2008 sebesar 8,7
persen. Kebijakan penurunan suku bunga ini menjadi sinyal bagi perbankan untuk
meningkatkan peran intermediasinya ke sektor riil dengan menurunkan suku bunga kredit.
Hingga akhir tahun 2009, rata-rata SBI 3 bulan diperkirakan mencapai 7,5 persen.
Semakin kondusifnya stabilitas ekonomi nasional juga dapat terlihat dalam kinerja pasar
modal. Setelah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan
tajam dalam periode Januari—Oktober 2008 yang mendekati level 1100, perkembangannya
Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Bab II
Nota Keuangan dan APBN Tahun 2010 II-3
mulai menunjukkan tren perbaikan hingga saat ini. Pada akhir September 2009, IHSG telah
menunjukkan penguatan lebih dari 82 persen dan nilai kapitalisasinya meningkat 80 persen
dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2008. Sejak 15 September 2009, indeks telah
mampu menembus level 2400 tepatnya di posisi 2418,0 pada tanggal 24 September. Ini
merupakan posisi terbaik sejak pertengahan September 2008 saat awal krisis keuangan
global terjadi. Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III tahun 2009
yang mencapai 4,2 persen telah mendorong investor untuk kembali berinvestasi di
Indonesia. Kondisi makro ekonomi Indonesia yang relatif stabil mendorong beberapa lembaga
sekuritas dunia menaikkan rating bursa Indonesia ke level di atas rata-rata sehingga
menggairahkan pasar modal domestik. Ke depan, inflasi rendah yang memicu penurunan
BI rate dan ekspektasi meredanya tekanan akibat krisis global diharapkan dapat membantu
IHSG untuk terus bergerak positif dan mencapai posisi yang lebih tinggi di akhir tahun 2009.
Pada awal tahun 2009 terjadi pembalikan tren penurunan harga minyak dunia, termasuk
harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude-oil Price/ICP). Jika pada Desember
2008 harga ICP sebesar US$38,5 per barel, maka pada Januari 2009 harganya meningkat
menjadi US$41,9 per barel. Peningkatan tersebut terus berlanjut dan pada bulan September
2009 rata-rata harga ICP mencapai US$67,1 per barel. Dengan kondisi tersebut realisasi
harga rata-rata ICP dalam periode Januari–September 2009 mencapai US$57,1 per barel.
Sepanjang sisa tahun 2009 harga ICP diperkirakan semakin meningkat sejalan dengan indikasi
melambatnya perekonomian global sehingga rata-rata pada tahun 2009 mencapai US$61
per barel.
Pada tahun 2010, ekonomi global diperkirakan mulai memasuki fase pemulihan sebagaimana
diperkirakan banyak lembaga internasional. Dana Moneter Internasional (International
Monetary Fund/IMF) melalui publikasi World Economic Outlook (WEO) bulan Oktober
2009 memperkirakan laju PDB dunia pada 2010 akan berada pada level 3,1 persen. Hal ini
tentu menjadi momentum positif bagi Pemerintah untuk melaksanakan akselerasi kegiatan
ekonomi sejalan dengan pemulihan ekonomi dunia. Selain itu, paket stimulus fiskal 2009
juga diharapkan mampu menambah daya dorong terhadap aktivitas ekonomi domestik di
tahun 2010.
Pelaksanaan Pemilu 2009 secara aman dan tertib mampu memberikan sentimen positif
bagi pasar dan investor. Hal ini akan meningkatkan kegairahan investasi di Indonesia, baik
melalui jalur investasi di sektor finansial maupun sektor riil. Pada akhirnya peningkatan
investasi yang signifikan akan memberikan dorongan bagi pencapaian pertumbuhan ekonomi
di tahun 2010.
Selain itu, hasil nyata dari pengucuran paket stimulus fiskal sebesar Rp73,3 triliun pada
tahun 2009 juga diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan
kemampuan produksi nasional sehingga dapat menopang pencapaian pertumbuhan ekonomi
di tahun 2010 yang diperkirakan mencapai 5,5 persen.
Meskipun sinyal pemulihan ekonomi global akan mulai jelas terlihat pada tahun 2010, bukan
berarti pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional pada tahun 2010 bebas dari berbagai
tantangan. Tantangan pelaksanaan pembangunan ekonomi tahun 2010 akan cukup berat,
baik yang berasal dari sisi global maupun domestik.
Dari sisi global, salah satu tantangan yang mungkin muncul pada tahun 2010 berasal dari
program stimulus ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi dunia. Kebutuhan dana yang
Bab II
II-4 Nota Keuangan dan APBN Tahun 2010
Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal
besar untuk kebijakan stimulus ekonomi menyebabkan meningkatnya defisit anggaran yang
umumnya dibiayai melalui instrumen utang seperti penerbitan surat utang dan obligasi
Pemerintah. Akibatnya, pada suatu saat tertentu diperkirakan akan terjadi kebutuhan sumber
pembiayaan yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat menciptakan persaingan dalam
memperoleh sumber pendanaan di pasar global. Berbagai negara akan berlomba menawarkan
suku bunga yang lebih tinggi guna menarik investor. Kondisi demikian selain menimbulkan
persaingan yang tidak sehat antar negara juga berpotensi semakin menyulitkan sektor swasta
atau dunia usaha dalam memperoleh pembiayaan dari publik (crowding-out effect). Selain
itu, faktor ketidakefektifan program stimulus ekonomi di berbagai negara juga dapat
mengganggu proses pemulihan ekonomi dunia.
Dari sisi domestik, salah satu tantangan terberat diperkirakan berasal dari masih tingginya
tingkat pengangguran dan angka kemiskinan. Sampai dengan awal tahun 2009, tingkat
pengangguran terbuka mencapai 8,14 persen (Februari 2009) dan angka kemiskinan 14,15
persen (Juli 2009) atau sedikit lebih tinggi dari target 2009. Selain itu, perlu diwaspadai
kemungkinan terjadinya peningkatan angka pengangguran yang berasal dari aksi rasionalisasi
atau PHK massal yang terjadi pada industri manufaktur khususnya yang berorientasi ekspor.
Rasionalisasi dan PHK massal ini menjadi salah satu pilihan bagi industri manufaktur dalam
rangka efisiensi di tengah melambatnya permintaan global dan menurunnya aktivitas
produksi dewasa ini.
Selain pengangguran dan kemiskinan, tantangan pembangunan di tahun 2010 juga
diperkirakan berasal dari kondisi infrastruktur yang masih belum memadai, baik infrastruktur
dasar seperti sekolah, rumah sakit, jalan, dan jembatan maupun infrastruktur penunjang
seperti jalan kereta api (rel), pelabuhan udara, dermaga, dan lain sebagainya.
Dalam rangka mengantisipasi dan mengurangi dampak negatif yang mungkin muncul dari
berbagai potensi tantangan di tahun 2010, Pemerintah telah menyiapkan sejumlah paket
kebijakan. Salah satu diantaranya adalah pengucuran stimulus fiskal di tahun 2009. Paket
stimulus fiskal 2009 dikucurkan dengan tiga tujuan utama, yakni: (1) untuk mempertahankan
dan meningkatkan daya beli masyarakat (purchasing powers) agar laju pertumbuhan
konsumsi rumah tangga pada tahun 2009 tetap terjaga di atas 5,0 persen; (2) untuk
meningkatkan daya tahan dan daya saing dunia usaha dari gejolak ekonomi global yang
pada gilirannya mampu mencegah PHK massal; dan (3) untuk memperluas kesempatan
kerja sekaligus menyerap dampak PHK massal melalui kebijakan peningkatan pembangunan
infrastruktur yang padat karya.
Dalam perspektif global, Pemerintah juga telah melakukan kerjasama dan menjalin komitmen
dalam wadah G-20 guna melakukan reformasi sistem keuangan. Dalam rangka pelaksanaan
reformasi tersebut, negara-negara yang tergabung dalam G-20 telah menganggarkan dana
untuk biaya rekapitalisasi perbankan, restrukturisasi aset bermasalah, dan paket stimulus
ekonomi. Sedangkan dalam lingkup regional, Pemerintah melalui forum ASEAN+3 (Jepang,
China, dan Korea Selatan) telah sepakat untuk membentuk cadangan bersama (reserve
pooling) dalam rangka memberikan kemudahan akses likuiditas valas bagi anggota-anggota
ASEAN. Selain itu, ASEAN+3 juga sepakat untuk membentuk dana bersama (pooling funds)
dengan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) sebagai pengelolanya.
Tujuan kesepakatan tersebut adalah untuk memberikan jaminan bagi pendanaan obligasi
swasta sehingga diterima pasar (marketable) di kawasan ASEAN+3.
Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Bab II
Nota Keuangan dan APBN Tahun 2010 II-5
Sebagai perwujudan dari pelaksanaan program pembangunan nasional di tahun 2010,
Pemerintah telah menetapkan rancangan awal rencana kerja Pemerintah (RKP) tahun 2010.
Dalam rancangan awal RKP tersebut, program pembangunan tahun 2010 diarahkan pada
tema besar “Pemulihan Perekonomian Nasional dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat”.
Selanjutnya, tema tersebut diterjemahkan ke dalam lima prioritas program pembangunan
nasional, sebagai berikut: (1) pemeliharaan kesejahteraan rakyat, serta penataan kelembagaan
dan pelaksanaan sistem perlindungan sosial; (2) peningkatan kualitas sumber daya manusia;
(3) pemantapan reformasi birokrasi dan hukum, demokrasi dan keamanan nasional;
(4) pemulihan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur dan
energi; serta (5) peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya alam dan kapasitas
penanganan perubahan iklim.
Dalam rangka menciptakan akselerasi terhadap pencapaian lima prioritas program
pembangunan di atas, Pemerintah pada tahun 2010 akan berupaya untuk menjaga dan
meningkatkan stabilitas ekonomi makro yang menjadi landasan dalam pelaksanaan
pembangunan nasional, dengan sasaran kuantitatif sebagai berikut: (1) pertumbuhan ekonomi
5,5 persen; (2) tingkat inflasi 5,0 persen; (3) tingkat suku bunga SBI 3 bulan 6,5 persen;
(4) nilai tukar Rp10.000 per dolar AS; (5) harga minyak US$65 per barel; dan (6) lifting
minyak mentah 0,965 juta barel per hari.
Kemudian, guna menopang terciptanya pertumbuhan ekonomi di tahun 2010 sebesar 5,5
persen tersebut, Pemerintah berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan konsumsi
masyarakat dan konsumsi Pemerintah masing-masing sebesar 5,2 persen dan 8,0 persen.
Sementara, laju investasi akan diupayakan tumbuh sebesar 7,2 persen serta pertumbuhan
ekspor dan impor masing-masing sebesar 8,8 persen dan 11,0 persen.
Kebijakan fiskal dengan instrumen kuantitatifnya berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) merupakan salah satu piranti utama yang digunakan Pemerintah dalam
rangka mencapai berbagai target dan sasaran pembangunan nasional khususnya terkait
pembangunan di bidang ekonomi.
Pada tahun 2010, kebijakan fiskal diarahkan untuk pencapaian dua hal mendasar, yaitu:
(1) mendukung pemulihan perekonomian nasional dengan melanjutkan program stimulus
fiskal dan (2) mempertahankan rasio anggaran pendidikan minimal 20 persen. Dalam tataran
teknis, kebijakan fiskal untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dijalankan melalui
pelaksanaan kebijakan berupa pemberian insentif perpajakan dan peningkatan stimulus
belanja negara yang ditujukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan pembangunan
infrastruktur padat karya. Selain itu, kebijakan fiskal pada tahun 2010 juga diarahkan untuk
meningkatkan pencapaian berbagai target dalam APBN, baik yang bersifat kualitatif maupun
kuantitatif.
Dari sisi pendapatan negara, pada tahun 2010 penerimaan pajak nonmigas menjadi andalan
untuk dapat ditingkatkan seiring dengan semakin membaiknya perekonomian. Guna
memenuhi target tersebut, salah satu langkah kebijakan yang akan ditempuh Pemerintah
adalah tetap melanjutkan program reformasi dan modernisasi dalam sektor perpajakan dan
kepabeanan. Sementara itu, dari sisi belanja negara, kebijakan belanja diarahkan sesuai
dengan lima prioritas program pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam RKP
tahun 2010.
Bab II
II-6 Nota Keuangan dan APBN Tahun 2010
Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal
Dengan konfigurasi kebijakan fiskal seperti tersebut diatas, defisit anggaran pada tahun 2010
diperkirakan mencapai 1,6 persen terhadap PDB. Guna memenuhi kebutuhan pembiayaan
defisit ini, Pemerintah akan menggunakan instrumen utang berupa penerbitan surat berharga
negara (SBN) sebagai sumber pembiayaan terbesar. Selain itu, kebutuhan pembiayaan juga
akan dipenuhi dari sumber pinjaman luar negeri dan penarikan pinjaman siaga (stand-by
loans).
2.2 Perkembangan Ekonomi 2005-2009
2.2.1 Evaluasi dan Kinerja 2005-2008
2.2.1.1 Perekonomian Dunia dan Regional
Dalam era globalisasi saat ini keterkaitan ekonomi di satu negara dengan negara yang lain
semakin erat seiring dengan meningkatnya hubungan perdagangan dan arus modal lintas
negara. Perkembangan dan kondisi perekonomian global memiliki dampak yang semakin
signifikan terhadap kondisi perekonomian domestik. Demikian pula dengan kondisi
perekonomian Indonesia, yang tidak luput dari pengaruh perkembangan ekonomi kawasan
maupun global. Dengan menyadari hal tersebut, pemantauan dan pemahaman terhadap
perkembangan ekonomi global membawa implikasi penting bagi penyusunan strategi
pembangunan dalam negeri saat ini maupun ke depan.
Di tahun 2008, perkembangan perekonomian global telah dibayang-bayangi oleh ancaman
krisis ekonomi global yang bersumber dari krisis subprime mortgage dan gejolak finansial di
Amerika Serikat pada tahun 2007. Eratnya keterkaitan antar pasar keuangan dan ekonomi
antar negara telah mendorong terjadinya perluasan gejolak perekonomian Amerika Serikat
ke berbagai negara lainnya, terutama ke negara-negara maju. Perluasan dampak tersebut
antara lain terlihat pada jatuhnya indeks saham pasar modal di berbagai negara, mengetatnya
likuiditas di pasar global, serta merosotnya volume perdagangan dunia.
Besarnya tekanan ekonomi pada tahun 2008 yang terjadi di dunia tampak pada penurunan
laju pertumbuhan ekonomi baik di negara-negara industri maju maupun berkembang. Secara
umum laju pertumbuhan ekonomi di berbagai negara menunjukkan tren menurun dari
awal triwulan I hingga triwulan IV tahun 2008. Tekanan terberat di tahun tersebut pada
umumnya terjadi pada triwulan IV dimana banyak negara mengalami laju pertumbuhan
(yoy) negatif.
Dampak penurunan laju pertumbuhan ekonomi pada awalnya terjadi di negara-negara
maju dan kemudian meluas ke negara-negara berkembang. Hal ini antara lain dipengaruhi
oleh besarnya peran pasar negara-negara maju terhadap produk-produk ekspor negara
berkembang, serta arus modal dan investasi negara maju ke negara-negara berkembang.
Amerika Serikat yang merupakan negara tempat terjadinya krisis subprime mortgage, pada
triwulan I tahun 2008 mencatat laju pertumbuhan ekonomi (yoy) sebesar 2,54 persen. Pada
triwulan-triwulan berikutnya, laju pertumbuhan tersebut menurun hingga mencapai minus
0,85 persen pada triwulan IV tahun 2008. Hal yang serupa terjadi di negara-negara
maju di kawasan Eropa. Laju pertumbuhan ekonomi di Inggris, Jerman, dan Perancis, yang
Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Bab II
Nota Keuangan dan APBN Tahun 2010 II-7
pada triwulan I tahun 2008 masing-masing sebesar 2,48 persen, 2,84 persen dan 0,4 persen
terus menurun di triwulan-triwulan selanjutnya hingga masing-masing mencapai minus
1,61 persen, minus 1,65 persen dan minus 1,50
persen pada triwulan IV tahun 2008. Bahkan
perekonomian Perancis telah mencatat laju
pertumbuhan negatif sejak triwulan II tahun
2008.
Hal serupa terjadi pada Jepang dan Korea
Selatan yang mengalami penurunan laju
pertumbuhan sepanjang tahun 2008 dan
mengalami pertumbuhan negatif di triwulan
IV tahun 2008. Bahkan perekonomian
Jepang telah mencatat laju pertumbuhan
negatif sejak triwulan III tahun 2008. Pada triwulan IV tahun 2008, Jepang dan Korea
Selatan masing-masing mengalami laju pertumbuhan sebesar minus 4,28 persen dan
minus 3,40 persen.
Penurunan laju pertumbuhan ekonomi juga dialami oleh negara-negara berkembang,
termasuk di kawasan Asia. China dan India, yang merupakan dua negara berkembang dengan
kinerja ekonomi paling baik di Asia juga mengalami penurunan pertumbuhan, walaupun
tidak mencapai laju pertumbuhan negatif di triwulan IV tahun 2008.
Di kawasan Asia Tenggara, penurunan laju pertumbuhan juga dialami oleh negara-negara
ASEAN dengan kecepatan yang berbeda. Di antara lima negara utama ASEAN, penurunan
pertumbuhan selama tahun 2008 terlihat jelas pada perekonomian Singapura, diikuti oleh
Thailand dan Malaysia. Pertumbuhan ekonomi Singapura yang pada triwulan I tahun 2008
mencapai 6,70 persen menurun hingga mendekati 0,04 persen pada triwulan III dan
kemudian mencapai minus 4,23 persen pada triwulan IV tahun 2008. Pertumbuhan ekonomi
Thailand sebesar 6,0 persen pada triwulan I, melambat pada triwulan-triwulan berikutnya
hingga mencapai pertumbuhan minus 4,25 persen pada triwulan IV. Negara-negara ASEAN
lainnya, yaitu Malaysia, Philipina, dan Indonesia juga mengalami pola perlambatan yang
sama, walaupun tidak mencapai pertumbuhan negatif pada triwulan terakhir tahun 2008.
Pada triwulan IV tahun 2008, laju pertumbuhan ekonomi Malaysia mencapai 0,08 persen,
sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Philipina masih lebih baik yaitu masingmasing
mencapai 5,18 persen dan 4,51 persen.
10.6%
9.1%
10.1%
8.1%
9.0%
7.7%
6.8%
4.5%
0%
2%
4%
6%
8%
10%
12%
Cina India
GRAFIK II.2
PERTUMBUHAN EKONOMI CINA DAN INDIA 2008
2008 Q1 2008 Q2 2008 Q3 2008 Q4
6.20%
7.40%
4.70%
6.70%
6.00%
6.42% 6.67%
4.43%
2.51%
5.28%
6.40%
4.72%
4.98%
0.04%
3.90%
5.18%
0.08%
4.51%
-4.23% -4.25%
-6%
-4%
-2%
0%
2%
4%
6%
8%
Indonesia
Malaysia
Filipina
Singapura
Thailand
GRAFIK II.3
PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA ASEAN
2008 Q1 2008 Q2 2008 Q3 2008 Q4
2.54% 2.48% 2.84%
0.40%
1.45%
5.46%
2.05%
1.59%
1.96%
-0.40%
0.66%
4.35%
0.75% 0.52% 0.81%
-0.20%
-0.23%
3.11%
-0.85%
-1.61% -1.65% -1.50%
-4.28%
-3.40%
-6%
-4%
-2%
0%
2%
4%
6%
GRAFIK II.1
PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA MAJU 2008
2008 Q1 2008 Q2 2008 Q3 2008 Q4
Sumber:WEO
Bab II
II-8 Nota Keuangan dan APBN Tahun 2010
Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal
Dari pola yang ada, secara umum dapat diduga bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi
terutama terjadi pada negara-negara dengan peran ekspor cukup besar dalam perekonomian
nasionalnya. Negara-negara dengan karakteristik tersebut mengalami pukulan terberat akibat
penurunan kinerja ekspor yang disebabkan oleh melemahnya permintaan (demand) dari
negara-negara maju.
Walaupun telah terjadi pertumbuhan ekonomi negatif di berbagai negara pada triwulan IV,
secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi global masih cukup baik di mana belum terjadi
pertumbuhan negatif di sepanjang tahun 2008. Di antara negara-negara maju, penurunan
laju pertumbuhan terbesar di alami oleh Inggris, Jepang dan Perancis dimana laju
pertumbuhan ekonomi mereka mengalami penyusutan hampir sepertiga dari pertumbuhan
tahun 2007. Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, penurunan laju pertumbuhan
ekonomi terbesar dialami oleh Singapura dan diikuti oleh Philipina.
Berdasarkan laporan Dana Moneter Internasional laju pertumbuhan ekonomi global tahun
2008 mencapai 3,1 persen, atau turun 2,0 persen dibanding dengan tahun sebelumnya (lihat
Tabel II.1). Penurunan tersebut dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi di
negara maju maupun berkembang. Pertumbuhan negara maju menurun dari 2,6 persen di
tahun 2007 menjadi 0,8 persen di tahun 2008, sementara laju pertumbuhan ekonomi di
negara-negara berkembang menurun dari 8,3 persen menjadi 6,0 persen.
Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi global telah membawa implikasi menurunnya
aktivitas perdagangan di pasar internasional. Perlambatan ekonomi yang terjadi telah
menyebabkan menurunnya permintaan (demand) di pasar dunia, terutama oleh negaranegara
maju. Penurunan permintaan inilah yang menjadi salah satu faktor utama meluasnya
rata rata
2000-2004
2005 2006 2007 2008
Amerika Serikat 2,4 2,9 2,8 2,0 1,1
Inggris 2,8 2,1 2,8 3,0 0,7
Jerman 1,1 0,8 3 2,5 1,3
Perancis 2,1 1,9 2,2 2,2 0,3
Jepang 1,5 1,9 2,4 2,1 -0,7
Korea Sel. 5,4 4,2 5,1 5 4,1
China 9,2 10,4 11,6 11,9 9
India 5,8 9,1 9,8 9,3 7,3
Malaysia 5,4 5,3 5,8 6,3 5,8
Philpilina 4,7 5 5,4 7,2 4,4
Singapura 4,9 7,3 8,2 7,7 3,6
Thailand 5,1 4,5 5,1 4,8 4,7
Indonesia 4,7 5,7 5,5 6,3 6,1
Negara Maju 2,4 2,6 3,0 2,6 0,8
Negara Berkembang 5,6 7,1 7,9 8,0 6,0
Dunia 3,7 4,5 5,1 5,0 3,1
sumber WEO, IMF Juli 2009
TABEL II.1
TAHUN 2005-2008 (YOY)
PERTUMBUHAN EKONOMI BERBAGAI NEGARA
Perkembangan Ekonomi dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Bab II
Nota Keuangan dan APBN Tahun 2010 II-9
gejolak ekonomi di negara-negara maju ke negaranegara
berkembang, terutama negara-negara
dengan ketergantungan yang relatif besar terhadap
kegiatan ekspor.
Di tahun 2008, laju pertumbuhan volume
perdagangan dunia (barang dan jasa) mencapai 2,9
persen, jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan
tahun 2007 sebesar 7,2 persen. Pertumbuhan
tersebut merupakan yang terendah sejak tahun 2002.
2.2.1.2 Perekonomian Nasional
Tekanan eksternal sebagai dampak dari terjadinya krisis global telah mengakibatkan
perlambatan pada pertumbuhan perekonomian Indonesia tahun 2008. Setelah mengalami
pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 6,3 persen pada tahun 2007, perekonomian Indonesia
melambat menjadi 6,1 persen pada tahun 2008. Dari sisi penggunaan, konsumsi rumah
tangga menjadi sumber utama pertumbuhan diikuti oleh ekspor dan investasi. Sedangkan
dari sisi sektoral pertumbuhan tersebut
didominasi oleh pertumbuhan sektor
pengangkutan dan komunikasi, sektor listrik,
gas, dan air bersih, serta sektor keuangan.
Konsumsi rumah tangga yang mempunyai
peran sekitar 60 persen dalam pembentukan
PDB tumbuh sebesar 5,3 persen, meningkat
dibandingkan tahun 2007 yang tumbuh
sebesar 5,0 persen. Pertumbuhan konsumsi
rumah tangga disumbangkan oleh konsumsi
makanan sebesar 4,3 persen dan konsumsi bukan makanan sebesar 6,2 persen. Kebijakan
Pemerintah meningkatkan belanja sosial dan pemberian kompensasi kenaikan harga BBM
dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) mengurangi penurunan daya beli masyarakat.
Penguatan konsumsi rumah tangga ditunjukkan oleh peningkatan indikator-indikator
konsumsi, antara lain penerimaan PPN, penjualan mobil-motor, konsumsi listrik, dan kredit
konsumsi. PPN dalam negeri dan PPN impor dalam tahun 2008 masing-masing tumbuh
sebesar 14,2 persen dan 44,7 persen. Sementara
itu, pertumbuhan penjualan motor dan mobil
masing-masing mencapai 32,6 persen dan 39,3
persen.
Jumat, 11 Februari 2011
Selasa, 30 November 2010
Pertamina: 70 Persen SPBU Harus Jual Pertamax
Bandarlampung (ANTARA) - Pertamina menargetkan, sebanyak 70 persen dari seluruh SPBU yang ada di Lampung harus menambah pelayanan penjualan pertamax, agar kebutuhan pertamax pascapemberlakuan pembatasan BBM bersubsidi dapat terpenuhi.
Asisten Manager External relation Pemasaran BBM retail Region II, Robert MV, di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa, mengatakan, jumlah SPBU yang ada di Lampung saat ini sebanyak 120an, dan baru 20 persennya saja yang melayani penjualan pertamax.
"Jumlah SPBU yang menjual pertamax baru sekitar 34 unit, dan saat ini kami sedang giat melakukan sosialisasi dan himbauan kepada pengelola SPBU agar target tersebut tercapai," kata dia.
Menurut dia, untuk menambah fasilitas penjualan pertamax pada SPBU membutuhkan investasi yang tidak sedikit, karena pengusaha dan pengelola SPBU harus menambah tangki penyimpanan khusus pertamax.
"Investasinya tidak kecil, sehingga agak susah dilakukan pemenuhan dalam jangka waktu kurang sebulan," kata dia.
Dia berharap, sejumlah SPBU baru yang akan segera beroperasi di daerah itu otomatis menambah tangki timbun pertamax, untuk mengatnisipasi kebijakan pembatasan BBM.
"Untuk SPBU yang sudah beroperasi kami hanya sebatas memberikan himbauan, mengingat biaya investasi untuk penambahan tangki timbun pertamax tidak murah," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan opsi pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi harus segera dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan pada 2011.
"Tahun depan kalau tidak dikendalikan bisa meningkat (penggunaannya) 10-an persen, bahaya itu," ujarnya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kuota volume BBM bersubsidi dalam APBN Perubahan 2010 sebesar 36,5 juta kiloliter akan terlampaui hingga 38,5 juta kiloliter dan kenaikan itu hampir sebesar delapan persen lebih.
Dengan pertumbuhan kendaraan yang meningkat setiap tahun, menurut Hatta, opsi pembatasan per Januari 2011 akan membatasi konsumsi penggunaan terutama BBM jenis premium.
Untuk itu, opsi pembatasan penggunaan BBM bersubsidi dapat segera diberlakukan, seperti sistem distribusi tertutup.
Ia menjelaskan, menurut studi, opsi sistem distribusi tertutup akan diberlakukan pada kendaraan bermotor roda empat produksi 2005 ke atas atau semua kendaraan yang menggunakan plat hitam.
artikel ini saya ambil dari yahoo news/antara news
Asisten Manager External relation Pemasaran BBM retail Region II, Robert MV, di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa, mengatakan, jumlah SPBU yang ada di Lampung saat ini sebanyak 120an, dan baru 20 persennya saja yang melayani penjualan pertamax.
"Jumlah SPBU yang menjual pertamax baru sekitar 34 unit, dan saat ini kami sedang giat melakukan sosialisasi dan himbauan kepada pengelola SPBU agar target tersebut tercapai," kata dia.
Menurut dia, untuk menambah fasilitas penjualan pertamax pada SPBU membutuhkan investasi yang tidak sedikit, karena pengusaha dan pengelola SPBU harus menambah tangki penyimpanan khusus pertamax.
"Investasinya tidak kecil, sehingga agak susah dilakukan pemenuhan dalam jangka waktu kurang sebulan," kata dia.
Dia berharap, sejumlah SPBU baru yang akan segera beroperasi di daerah itu otomatis menambah tangki timbun pertamax, untuk mengatnisipasi kebijakan pembatasan BBM.
"Untuk SPBU yang sudah beroperasi kami hanya sebatas memberikan himbauan, mengingat biaya investasi untuk penambahan tangki timbun pertamax tidak murah," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan opsi pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi harus segera dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan pada 2011.
"Tahun depan kalau tidak dikendalikan bisa meningkat (penggunaannya) 10-an persen, bahaya itu," ujarnya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kuota volume BBM bersubsidi dalam APBN Perubahan 2010 sebesar 36,5 juta kiloliter akan terlampaui hingga 38,5 juta kiloliter dan kenaikan itu hampir sebesar delapan persen lebih.
Dengan pertumbuhan kendaraan yang meningkat setiap tahun, menurut Hatta, opsi pembatasan per Januari 2011 akan membatasi konsumsi penggunaan terutama BBM jenis premium.
Untuk itu, opsi pembatasan penggunaan BBM bersubsidi dapat segera diberlakukan, seperti sistem distribusi tertutup.
Ia menjelaskan, menurut studi, opsi sistem distribusi tertutup akan diberlakukan pada kendaraan bermotor roda empat produksi 2005 ke atas atau semua kendaraan yang menggunakan plat hitam.
artikel ini saya ambil dari yahoo news/antara news
Jumat, 19 November 2010
pembelanjaan
pembelanjaan
PEMBELANJAAN
GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN
Arti pembelanjaan dan fungsi manajer
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana,bagaimana mendapatkan dana,bagaimana menggunakan dan,dan bagaimana laba perusahaan akan disistribusikan.jadi pada prinsipnya,pembelanjaan itu menyangkut fungsi perusahaan yang berkaitan dengan pencarian dan penggunaan dana secara efektif dan efisien. Fungsi manajer yaitu bertanggung jawab baik mengumpulkan maupun mengeluarkan uang. Didalam perusahaan harus dipelihara adanya kesimbangan ,keseimbangan itu terjadi antara kekayaan (aktiva lancar dan aktiva tetap),disatu pihak dengan utang dan modal (pasiva),baik secara kuantitatif,maupun kualitatif.
Keseimbangan kuantitatif adalah keseimbangan nilai rupiah antara kekayaan denganutang dan modal yang memerlukan persyaratan tertentu. keseimbangan kualitatif yaitu keseimbangan antara elemen kekayaan dengan elemen utang dan modal perusahaan. Cara menentukan keseimbangan keuangan yang pertama menentukan besarnya kekayaan,sehingga jumlah dana akan digunakan dapat diketahui,kemudian baru menentukan sumber dananya,apakah cukup dari modal sendiri saja ataukah perlu mencari pinjaman atau utang.jadi elemen dan besarnya kekayaan perusahaan akan menentukan susunan elemen dan besarnya pasiva.
PENGGUNAAN DANA
Gambaran umum
Penggunaan jangka pendek dapat ditinjukan sebagai aktiva lancer.aktiva dapat diartikan sebagai elemen kekayaan,dan jangka pendek menunjukan bahwa elemen tersebut diharapkan dapat ditukarkan menjadi uang tunai/ kas dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun.dana jangka pendek ini sangat penting dalam kegiatan perusahaan,karena menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar. Investasi yang paling besar dalam perusahaan yaitu aktiva tetap yang merupakan investasi jangka panjang.ini berarti bahwa penggunaan jangka panjang meliputi elemen yang tidak dapat ditukarkan dalam bentuk kas selama periode satu tahun, seperti tanah,pabrik,dan peralatan.
Penggunaan dana jangka pendek
1.kas
Sejumlah dana yang ada dalam perusahaan diwujudkan dalam bentuk kas,untuk membayar gaji dan rekening lainnya. Dari sejumlah kas yang dipegang manajer tidak semuanya berbentuk uang tunai ,tetapi berwujud cek yang setiap saat dapat diuangkan dibank. Prinsip yang harus dipegang oleh manajer yaitu meminimumkan jumlah kas yang diperlukan untuk kegiatan perusahaan ,dan memaksimumkan jumlah dana untuk investasi yang dapat menghasilkan bunga.jika perusahaan dapat membayar kewajiban setiap saat atau pada saat yang ditentukan,perusahaan dalm keadaan likuid.
• Aliran kas
• Anggaran kas
Tanggung jawab manajer dalam pengelolaan aliran kas perusahaan meliputi:
a. membuat kepastian bahwa kas selalu tersedia bilamana diperlukan.
b. Memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapatan bunga
2.surat-surat berharga
Manajer keuangan yang sedang memelihara keseimbangan antara likuiditas dan profibilitas (kemampuan untuk mendapatkan laba )mempunyai alternatif untuk cenderung memegang jumlah kas yanglebih besar,ia dapat menginvestasikankas tersebut kedalam surat-surat berharga yang dapat menghasilkan bunga.diindonesia jenis surat berharga yang paling banyak yaitu sertifikat deposito .
3.piutang
Untuk mempertahankan pembeli yang ada dan untuk menarik pembeli baru,banyak perusahaan yang memberikan atau mengenakan pembayaran secara kredit kepada mereka.jadi bagi perusahaan piutang ini sering terjadi dari adanya penjualan kredit kepada pembeli yang jumlahnya dapat mencapai 20% dari selusuh aktiva.
4.persediaan
Bagi perusahaan yang memelihara sejumlah persediaan barang untuk memenuhi permintaan pembeli secara cepat,harus mempunyai sejumlah investasi.investasi dapat dilakukan secara terus menerus dalam bentuk persediaan bahan,persediaan barang dalam proses atau barang setengah jadi,dan persediaan barang jadi.jumlah dana yang ditanamkan dalam persediaan dapat berubah-ubah sepanjang tahun.
Penggunaan dana jangka panjang
Macam-macam aktiva tetap yaitu :tanah,bangunan,dan peralatan
1.tanah yang dimiliki perusahaan merupakan aktiva tetap dengan jangka waktu yang tidak terbatas.luas tanah tidak berpengaruh pada pajak pendapatan meskipun dapat dikenai dengan pajak yang lain.
2.bangunan yang dimiliki oleh perusahaan harus ditentukan umurnya,kemudian perusahaan haus menyisihkan sejumlah dana setiap tahun dari penghasilannya.dana yang disisihkan tersebut dinamakan penyusutan atau depresiasi.besarnya depresiasi ini akan mempengaruhi besarnya pendapatan bersih sesudah pajak depresiasi tersebut akan menurunkan jumlah pembayaran pajak.
3.peralatan yang dimiliki oleh perusahaan berupa mesin,alat angkut dalam pabrik ,dan peralatan lain yang dipakai dalam produksi.semua peralatan tersebut juga perlu disusut karena daya gunanya semakin lama semakin bekurang dan penyusutan ini akan berpengaruh pula pada pembayaran pajak pendapatan.
Analisis investasi aktiva tetap
Dalam analisis investasi aktiva tetap terdapat tiga metode yaitu:
a. Metode net present value (NPV)
b. Metode internal rate of return (IRR)
c. Metode pay off period (POP)
dua metode pertama,NPV dan IRR mengukur efisiensi investasi IRR dari aspek penggunaan uang,sedang metode ketiga POP mengukur efisiensi dari aspek waktu. Metode NPV dan IRR dalam penerapannya dipakai konsep time value of money. Konsep bunga berbunga dari uang yang ditanamkan merupakan basis dari masalah time value of money.
Metode perhitungan nilai uang beberapa waktu yang akan datang dapat dipergunakan pula untuk menghitung beberapa nilai penerimaan yang akan diterima diwaktu yang akan datang,pada saat sekarang yang disebut present value.
Masalah time value of money dipengaruhi oleh tiga faktor,yaitu:
a.nilai uang pada saat ini (present value)
b.nilai uang yang akan datang
c.tingkat bunga (tingkat rate of return)
SUMBER DANA
Macam-macam sumber dana
Di tinjau dari asalnya ,sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi 2 golongan besar,yaitu:
1.berasal dari dalam perusahaan (pembelanjaan intern) yang meliputi:
• Penggunaan laba perusahaan
• Penggunaan cadangan
• Penggunaan laba yang tidak dibagi /ditahan
Selain pembelanjaan intern perusahaan juga ada yang disebut pembelanjaan intensif ini menggunakan dana dari penyusutan aktiva tetap.
2.berasal dari luar perusahaan (pembelanjaan ekstern) yang meliputi:
• Dana dari pemilik /peserta.dana ini biasanya diwujudkan dalam bentuk saham ,dan pembelanjaannya disebut pembelanjaan sendiri.
• Dana dari utang /pinjaman yang dapat berupa utang jangka pendek dan utang jangka panjang.pembelanjaan ini disebut pembelanjaan asing.
Pemilihan sumber dana
Kebaikan sumber dana dari dalam perusahaan :
1. dapat digunakan sewaktu-waktu
2. tidak ada kewajiban membayar bunga
3. tidak ada kewajiban mengembalikan
kelemahannya :
1. jumlah dana sangat terbatas
2. perusahaan dihadapkan pada pilihan untuk digunakan sendiri atau digunakan untuk hal lain yang lebih menguntungkan
kebaikan sumber dana dari luar perusahaan :
1. jumlah dana tidak terbatas
2. dapat diperoleh dari beberapa sumber
3. bersifat fleksibel
kelemahannya :
1. perusahaan dikenakan beban (bunga untuk utang.deviden untuk saham)
2. ada kewajiban untuk mengembalikan utang.
Masalah pemilihan sumber dana yang harus diatasi oleh perusahaan adalah mengusahakan kesimbangan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.beberapa alternatif yang dapat dipilih:
1. menggunakan dana intern saja
2. menggunakan dana ekstern dengan menjual saham
3. menggunakan dana ekstern dengan mencari pinjaman /kredit (kredit jangka panjang saja,kredit jangka pendek saja atau kedua-duanya)
4. menggunakan dana ekstern dengan menjual saham dan mencari pinjaman
5. menggunakan dana intern dan ekstern.
Sumber dana intern
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan adalah dengan cara mengambil dana yang sudah tersedia diperusahaan.tetapi dana ini biasanya terbatasjika digunakan sendiri kurang menguntungkan ,dana ini dapat diinvestasikan pada sector lain seperti pembelian saham atau obligasi dari perusahaan lain.
Apabila perusahaan menghadapi masalah itu pemecahanya dapat dilakukandengan prinsip opportunity cost,yaitu dengan memberikan beban bunga pada dana milik sendiri itu sebaiknya dipakai sendiri.
Sumber dana ekstern
Sumber dana ini berasal dari modal sendiri dan kredit.modal sendiri dalam bentuk saham.kredit dibagi menjadi dua,yaitu :kredit jangka pendek dan kredit jangka panjang.
1.kredit jangka pendek yaitu kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun.contohnya:
• Kredit rekening Koran
• Kredit belening
• Kredit wesel
• Kredit penjual
• Kredit pembeli
• Aksep
2.kredit jangka panjang yaitu kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun .contohnya:
• Hipotik
• Obligasi
• Kredit bank
• Kredit dari Negara lain
Optimasi modal
Untuk menentukan apakah sebaiknya mengambil kredit jangka pendek atau kredit jangka panjang ,perusahaan harus memperhatikan faktor berikut ini:
1.bunga kredit jangka pendek
Biasanya ,beban bunga kredit jangka pendek ini lebih besar daripada beban bunga kredit
jangka panjang
2.bunga kredit jangka panjang
3.bunga simpanan bank
Bunga simpanan bank ini merupakan bunga yang diterima oleh seseorang apabila ia
Menyimpan uangnya dibank.
4.jangka waktu pemakaian modal
Jangka waktu pemakaian modal ini bisa dalam beberapa bulan atau bisa lebih dari satu tahun
5.jangka kritis
Yaitu jangka waktu dimana penggunaan modal asing jangka pendek biayanya (beban bunga)sama besar dengan apabila perusahaan menggunakan modal asing jangka panjang.
Untuk menentukan jangka kritis,dapat digunakan rumus sebagai berikut:
Kpj-bs
x = −−−−−−−− x 306 hari atau 12 bulan
Kpd –bs
Keterangan :
X:jangka kritis
Kpj :bunga kredit jangka panjang
Kpd :bunga kredit jangka pendek
Bs :bunga simpanan dibank
Pengalian rumus tersebut dengan 360 atau 12 menunjukan bahwa hasilnya akan berupa hari atau bulan.adapun asumsi untuk berlakunya rumus tersebut adalah :
Kpd > kpj > bs
Kriteria yang dipakai dalam menentukan menggunakan kredit jangka pendek atau kredit jangka panjang ada dua ,yaitu :
a.jangka kritis
apabila jangka waktu penggunaan modal lebih lama daripada jangka kritis,maka lebih untung menggunakan kredit jangka panjang.sebaliknya apabila jangka waktu penggunaan modal lebih pendek daripada jangka kritisnya,maka lebih untung menggunakan kredit jangka pendek.
b.beban bunga
dari segi beban bunganya manakah yang lebih rendah,itulah yang dipakai.dan harus dihitung pula pemanfaatan modal atau bunga simpanan yang diterima dari modal yang tidak digunakan sejak berakhirnya masa kredit. Hal ini akan mengurangi beban bunga yang seharusnya dibayar.
Kredit lembaga keuangan
Kredit yang diajukan oleh perusahaan akan disetujui apabila perusahaan tersebut dianggap layak untu diberi.hal ini harus dibuktikan dengan suatu studi kelayakan dan syarat lain yang biasa disebut dengan 4 c,yaitu:
1.capital
Capital atau modal ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan.untuk mendapatkan kredit perusahaan sekurang-kurangnya harus memiliki modal sebesar 25% dari jumlah kredit.
2.capability
Capability ini merupakan kemampuan perusahaan untuk mengangsur atau mengembalikan pinjaman dan membayar bunga.hal ini dapat dibuktikan dengan neraca perusahaan.
3.collateral
Collateral ini merupakan syarat dimana setiap kredit yang diterima perusahaan harus dijamin dengan harta tetap sekurang-kurangnya bernilai 150% dari jumlah kredit.
4.character
Character ini sebagai sifat dari pimpinan perusahaan karena diolah yang bertanggung jawab terhadap pengembalian kredit.
Kredit kelayakan
Keputusan presiden no.14A dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan membantu pengusaha golongan ekonomi lemah.kredit kelayakan diberikan kepada mereka dengan dasar kepres tersebut.kredit ini tidak harus dijamin dengan harta tetap,cukup dengan surat perintah kerja dari pemberi kerja .besarnya kredit sangat terbatas yaitu 30% dari kontrak kerja yang ditandatangani.
Likuiditas dan solvabilitas
1. likuiditas
Yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya setiap saat.
Pada pokoknya ,kewajiban yang harus dapat dipenuhi oleh perusahaan ada dua macam yaitu:
a.mampu membayar utang-utangnya pada setiap saat ditagih.kemampuan ini disebut likuiditas badan usaha.
b.mampu membiayai operasi perusahaan sehari-hari.kemampuan ini disebut likuiditas perusahaan.
Untuk menentukan likuiditas dapatlah digunakan dua rumus dengan mencari current ratio dan quick ratio:
Current ratio = aktiva lancar
−−−−−−−−−−−
Utang lancar
Quick ratio = aktiva lancar –persediaan
−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−
Utang lancar
Aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang dapat segera dicairkan dalam bentuk uang tunai.kategori aktiva lancar :
• Kas
• Bank
• Surat berharga
• Piutang
• Persediaan barang
Utang lancar adalah semua utang jangka pendek perusahaan.tujuan dari quick ratio adalah untuk mengetahui jumlah kekayaan yang dapat dengan cepat dicairkan dalam bentuk uang tunai.
2.solvabilitas
Yaitu kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya pada saat perusahaan dilikuiditasi/dibubarkan.untuk menentukan solvabilitas digunakan rumus :
Solvabilitas = total aktiva
−−−−−−−−−
Total utang
Dengan demikian,ditinjau dari likuiditas dan solvabilitas perusahaan mempunyai beberapa kemungkinan :
a. Solvable - likuid
b. Insovabel - likuid
c. Solvabel - illikuid
d. Insovabel - illikuid
Rentabilitas
Yaitu kemampuan menghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipakai untuk menghasilkan laba tersebut.rentabilitas dapat dipakai sebagai alat pengukur untuk mengambil keputusan tentang masalah financial leverage,yaitu masalah apakah didalam memenuhi kebutuhan dana perusahaan akan menggunakan modal asing ataukah modal sendiri.dua macam rentabilitas yaitu:
1.rentabilitas ekonomis
Yaitu kemempuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal,baik modal asing maupun modal sendiri ,yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.rumusnya sebgai berikut:
RE = Lk
−−−−−−−−−− X 100 %
MA + MS
Keterangan :
RE :rentabilitas ekonomis
Lk : laba kotor
MA :modal asing
MS : modal sendiri
2.rentabilitas modal sendiri
Yaitu kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
RMS = Lb
−−− X 100 %
MS
Keterangan :
RMS : rentabilitas modal sendiri
Lb :laba bersih (sesudah bunga dan pajak )
MS : modal sendiri (modal saham )
Beberapa kriteria yang dapat dipakai untuk mengambil keputusan adalah :
a. apabila rentabilitas ekonomis lebih kecil dari tingkat bunga modal asing ,lebih baik menggunakan modal sendiri ,sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar dibandingkan apabila digunakan modal asing.
Apabila rentabilitas ekonomis lebih besar dibanding dengan tingkat bunga modal asing ,maka lebih baik digunakan modal asing,sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar dibandingkan apabila digunakan modal sendiri.
Rentabilitas modal sendiri selalu diusahakan besar karena dengan makin besarnya rentabilitas modal sendiri ,maka deviden akan semakin besar pula.
PASAR SURAT BERHARGA DAN PASAR MODAL
Saham
1.saham biasa (common stock)
Saham biasa merupakan bentuk pemilikan tanpa hak istimewa.artinya para pemilik akan memperoleh pembagian keuntungan (dalam bentuk deviden) hanya apabila perusahaan memperoleh laba.
2.saham preferen (preferred stock)
Saham preferen atau saham dengan preferensi ini merupakan bentuk pemilikan dengan hak istimewa.hak istimewa yang ada pada pemegang sahgam preferen ini adalah :
a.pembagian dividen yang didahulukan
pemegang saham preferen mendapat pembagian deviden lebih dahulu daripada pemegang saham biasa.
b.pembagian dividen kumulaif
pemegang saham preferen ini mendapat hak untuk mendapatkan dividen untuk setiap periode.apabilaia tidak memperoleh dividen pada suatu periode karena ada suatu hal,maka ia akan memperoleh pada periode yang akan datang secara kumulatif.
c.pembagian kekayaan yang didahulukan
pemegang saham preferen mempunyai hak untuk memperoleh pembagian kekayaan perusahaan lebih dahulu daripada pemegang saham biasa pada saat perusahaan dilikuiditasi /dibubarkan .
obligasi
yaitu surat perjanjian yang sengaja dikeluarkan oleh perusahaan sebagai salah satu sumber dana ekstern.adapun sifat dari obligasi adalah:
• dapat diperjual belikan
• terdapat kewajiban untuk mengembalikan pokok pinjamannya
• terdapat kewajiban untuk membayar bunga
• terdapat jangka waktu yang pasti
jens-jenis obligasi
semua obligasi yang ada dapat digolongkan kedalam berbagai jenis dengan mendasarkan pada berbagai faktor,yaitu :
1. sesuai dengan pihak yang mengeluarkan :
a. obligasi umum yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
b. obligasi perusahaan yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan umum ,perusahaan jawatan ,dan perseroan terbatas.
2.sesuai dengan karakter jaminan :
a. obligasi tanpa jaminan ,seperti income bond dan debenture bond.
b.obligasi dengan jaminan
jaminan yang dipakai antara lain :saham,piutang,rumah,tanah,mesin dan sebagainya.
Selain jenis obligasi tersebut,masih ada jenis yang lain yaitu:
a. Coupon bond
b. Registered bond
c. Callabel bond
d. Convertible bond
Pasar modal
Sesuai dengan sifatnya ,saham dan obligasi dapat diperjualbelikan.perusahaan yang menjual saham dan obligasi kepada masyarakat,harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah.salah satu syarat adalah perusahaan yang bersangkutan tidak boleh menjual surat berharga langsung kepada masyarakat ,akan tetapi harus melalui lembaga perantara yaitu PT. danareksa.PT ini bertugas mengedarkan dan memasarkan saham dan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
PEMBELANJAAN
GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN
Arti pembelanjaan dan fungsi manajer
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana,bagaimana mendapatkan dana,bagaimana menggunakan dan,dan bagaimana laba perusahaan akan disistribusikan.jadi pada prinsipnya,pembelanjaan itu menyangkut fungsi perusahaan yang berkaitan dengan pencarian dan penggunaan dana secara efektif dan efisien. Fungsi manajer yaitu bertanggung jawab baik mengumpulkan maupun mengeluarkan uang. Didalam perusahaan harus dipelihara adanya kesimbangan ,keseimbangan itu terjadi antara kekayaan (aktiva lancar dan aktiva tetap),disatu pihak dengan utang dan modal (pasiva),baik secara kuantitatif,maupun kualitatif.
Keseimbangan kuantitatif adalah keseimbangan nilai rupiah antara kekayaan denganutang dan modal yang memerlukan persyaratan tertentu. keseimbangan kualitatif yaitu keseimbangan antara elemen kekayaan dengan elemen utang dan modal perusahaan. Cara menentukan keseimbangan keuangan yang pertama menentukan besarnya kekayaan,sehingga jumlah dana akan digunakan dapat diketahui,kemudian baru menentukan sumber dananya,apakah cukup dari modal sendiri saja ataukah perlu mencari pinjaman atau utang.jadi elemen dan besarnya kekayaan perusahaan akan menentukan susunan elemen dan besarnya pasiva.
PENGGUNAAN DANA
Gambaran umum
Penggunaan jangka pendek dapat ditinjukan sebagai aktiva lancer.aktiva dapat diartikan sebagai elemen kekayaan,dan jangka pendek menunjukan bahwa elemen tersebut diharapkan dapat ditukarkan menjadi uang tunai/ kas dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun.dana jangka pendek ini sangat penting dalam kegiatan perusahaan,karena menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar. Investasi yang paling besar dalam perusahaan yaitu aktiva tetap yang merupakan investasi jangka panjang.ini berarti bahwa penggunaan jangka panjang meliputi elemen yang tidak dapat ditukarkan dalam bentuk kas selama periode satu tahun, seperti tanah,pabrik,dan peralatan.
Penggunaan dana jangka pendek
1.kas
Sejumlah dana yang ada dalam perusahaan diwujudkan dalam bentuk kas,untuk membayar gaji dan rekening lainnya. Dari sejumlah kas yang dipegang manajer tidak semuanya berbentuk uang tunai ,tetapi berwujud cek yang setiap saat dapat diuangkan dibank. Prinsip yang harus dipegang oleh manajer yaitu meminimumkan jumlah kas yang diperlukan untuk kegiatan perusahaan ,dan memaksimumkan jumlah dana untuk investasi yang dapat menghasilkan bunga.jika perusahaan dapat membayar kewajiban setiap saat atau pada saat yang ditentukan,perusahaan dalm keadaan likuid.
• Aliran kas
• Anggaran kas
Tanggung jawab manajer dalam pengelolaan aliran kas perusahaan meliputi:
a. membuat kepastian bahwa kas selalu tersedia bilamana diperlukan.
b. Memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapatan bunga
2.surat-surat berharga
Manajer keuangan yang sedang memelihara keseimbangan antara likuiditas dan profibilitas (kemampuan untuk mendapatkan laba )mempunyai alternatif untuk cenderung memegang jumlah kas yanglebih besar,ia dapat menginvestasikankas tersebut kedalam surat-surat berharga yang dapat menghasilkan bunga.diindonesia jenis surat berharga yang paling banyak yaitu sertifikat deposito .
3.piutang
Untuk mempertahankan pembeli yang ada dan untuk menarik pembeli baru,banyak perusahaan yang memberikan atau mengenakan pembayaran secara kredit kepada mereka.jadi bagi perusahaan piutang ini sering terjadi dari adanya penjualan kredit kepada pembeli yang jumlahnya dapat mencapai 20% dari selusuh aktiva.
4.persediaan
Bagi perusahaan yang memelihara sejumlah persediaan barang untuk memenuhi permintaan pembeli secara cepat,harus mempunyai sejumlah investasi.investasi dapat dilakukan secara terus menerus dalam bentuk persediaan bahan,persediaan barang dalam proses atau barang setengah jadi,dan persediaan barang jadi.jumlah dana yang ditanamkan dalam persediaan dapat berubah-ubah sepanjang tahun.
Penggunaan dana jangka panjang
Macam-macam aktiva tetap yaitu :tanah,bangunan,dan peralatan
1.tanah yang dimiliki perusahaan merupakan aktiva tetap dengan jangka waktu yang tidak terbatas.luas tanah tidak berpengaruh pada pajak pendapatan meskipun dapat dikenai dengan pajak yang lain.
2.bangunan yang dimiliki oleh perusahaan harus ditentukan umurnya,kemudian perusahaan haus menyisihkan sejumlah dana setiap tahun dari penghasilannya.dana yang disisihkan tersebut dinamakan penyusutan atau depresiasi.besarnya depresiasi ini akan mempengaruhi besarnya pendapatan bersih sesudah pajak depresiasi tersebut akan menurunkan jumlah pembayaran pajak.
3.peralatan yang dimiliki oleh perusahaan berupa mesin,alat angkut dalam pabrik ,dan peralatan lain yang dipakai dalam produksi.semua peralatan tersebut juga perlu disusut karena daya gunanya semakin lama semakin bekurang dan penyusutan ini akan berpengaruh pula pada pembayaran pajak pendapatan.
Analisis investasi aktiva tetap
Dalam analisis investasi aktiva tetap terdapat tiga metode yaitu:
a. Metode net present value (NPV)
b. Metode internal rate of return (IRR)
c. Metode pay off period (POP)
dua metode pertama,NPV dan IRR mengukur efisiensi investasi IRR dari aspek penggunaan uang,sedang metode ketiga POP mengukur efisiensi dari aspek waktu. Metode NPV dan IRR dalam penerapannya dipakai konsep time value of money. Konsep bunga berbunga dari uang yang ditanamkan merupakan basis dari masalah time value of money.
Metode perhitungan nilai uang beberapa waktu yang akan datang dapat dipergunakan pula untuk menghitung beberapa nilai penerimaan yang akan diterima diwaktu yang akan datang,pada saat sekarang yang disebut present value.
Masalah time value of money dipengaruhi oleh tiga faktor,yaitu:
a.nilai uang pada saat ini (present value)
b.nilai uang yang akan datang
c.tingkat bunga (tingkat rate of return)
SUMBER DANA
Macam-macam sumber dana
Di tinjau dari asalnya ,sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi 2 golongan besar,yaitu:
1.berasal dari dalam perusahaan (pembelanjaan intern) yang meliputi:
• Penggunaan laba perusahaan
• Penggunaan cadangan
• Penggunaan laba yang tidak dibagi /ditahan
Selain pembelanjaan intern perusahaan juga ada yang disebut pembelanjaan intensif ini menggunakan dana dari penyusutan aktiva tetap.
2.berasal dari luar perusahaan (pembelanjaan ekstern) yang meliputi:
• Dana dari pemilik /peserta.dana ini biasanya diwujudkan dalam bentuk saham ,dan pembelanjaannya disebut pembelanjaan sendiri.
• Dana dari utang /pinjaman yang dapat berupa utang jangka pendek dan utang jangka panjang.pembelanjaan ini disebut pembelanjaan asing.
Pemilihan sumber dana
Kebaikan sumber dana dari dalam perusahaan :
1. dapat digunakan sewaktu-waktu
2. tidak ada kewajiban membayar bunga
3. tidak ada kewajiban mengembalikan
kelemahannya :
1. jumlah dana sangat terbatas
2. perusahaan dihadapkan pada pilihan untuk digunakan sendiri atau digunakan untuk hal lain yang lebih menguntungkan
kebaikan sumber dana dari luar perusahaan :
1. jumlah dana tidak terbatas
2. dapat diperoleh dari beberapa sumber
3. bersifat fleksibel
kelemahannya :
1. perusahaan dikenakan beban (bunga untuk utang.deviden untuk saham)
2. ada kewajiban untuk mengembalikan utang.
Masalah pemilihan sumber dana yang harus diatasi oleh perusahaan adalah mengusahakan kesimbangan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.beberapa alternatif yang dapat dipilih:
1. menggunakan dana intern saja
2. menggunakan dana ekstern dengan menjual saham
3. menggunakan dana ekstern dengan mencari pinjaman /kredit (kredit jangka panjang saja,kredit jangka pendek saja atau kedua-duanya)
4. menggunakan dana ekstern dengan menjual saham dan mencari pinjaman
5. menggunakan dana intern dan ekstern.
Sumber dana intern
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan adalah dengan cara mengambil dana yang sudah tersedia diperusahaan.tetapi dana ini biasanya terbatasjika digunakan sendiri kurang menguntungkan ,dana ini dapat diinvestasikan pada sector lain seperti pembelian saham atau obligasi dari perusahaan lain.
Apabila perusahaan menghadapi masalah itu pemecahanya dapat dilakukandengan prinsip opportunity cost,yaitu dengan memberikan beban bunga pada dana milik sendiri itu sebaiknya dipakai sendiri.
Sumber dana ekstern
Sumber dana ini berasal dari modal sendiri dan kredit.modal sendiri dalam bentuk saham.kredit dibagi menjadi dua,yaitu :kredit jangka pendek dan kredit jangka panjang.
1.kredit jangka pendek yaitu kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun.contohnya:
• Kredit rekening Koran
• Kredit belening
• Kredit wesel
• Kredit penjual
• Kredit pembeli
• Aksep
2.kredit jangka panjang yaitu kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun .contohnya:
• Hipotik
• Obligasi
• Kredit bank
• Kredit dari Negara lain
Optimasi modal
Untuk menentukan apakah sebaiknya mengambil kredit jangka pendek atau kredit jangka panjang ,perusahaan harus memperhatikan faktor berikut ini:
1.bunga kredit jangka pendek
Biasanya ,beban bunga kredit jangka pendek ini lebih besar daripada beban bunga kredit
jangka panjang
2.bunga kredit jangka panjang
3.bunga simpanan bank
Bunga simpanan bank ini merupakan bunga yang diterima oleh seseorang apabila ia
Menyimpan uangnya dibank.
4.jangka waktu pemakaian modal
Jangka waktu pemakaian modal ini bisa dalam beberapa bulan atau bisa lebih dari satu tahun
5.jangka kritis
Yaitu jangka waktu dimana penggunaan modal asing jangka pendek biayanya (beban bunga)sama besar dengan apabila perusahaan menggunakan modal asing jangka panjang.
Untuk menentukan jangka kritis,dapat digunakan rumus sebagai berikut:
Kpj-bs
x = −−−−−−−− x 306 hari atau 12 bulan
Kpd –bs
Keterangan :
X:jangka kritis
Kpj :bunga kredit jangka panjang
Kpd :bunga kredit jangka pendek
Bs :bunga simpanan dibank
Pengalian rumus tersebut dengan 360 atau 12 menunjukan bahwa hasilnya akan berupa hari atau bulan.adapun asumsi untuk berlakunya rumus tersebut adalah :
Kpd > kpj > bs
Kriteria yang dipakai dalam menentukan menggunakan kredit jangka pendek atau kredit jangka panjang ada dua ,yaitu :
a.jangka kritis
apabila jangka waktu penggunaan modal lebih lama daripada jangka kritis,maka lebih untung menggunakan kredit jangka panjang.sebaliknya apabila jangka waktu penggunaan modal lebih pendek daripada jangka kritisnya,maka lebih untung menggunakan kredit jangka pendek.
b.beban bunga
dari segi beban bunganya manakah yang lebih rendah,itulah yang dipakai.dan harus dihitung pula pemanfaatan modal atau bunga simpanan yang diterima dari modal yang tidak digunakan sejak berakhirnya masa kredit. Hal ini akan mengurangi beban bunga yang seharusnya dibayar.
Kredit lembaga keuangan
Kredit yang diajukan oleh perusahaan akan disetujui apabila perusahaan tersebut dianggap layak untu diberi.hal ini harus dibuktikan dengan suatu studi kelayakan dan syarat lain yang biasa disebut dengan 4 c,yaitu:
1.capital
Capital atau modal ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan.untuk mendapatkan kredit perusahaan sekurang-kurangnya harus memiliki modal sebesar 25% dari jumlah kredit.
2.capability
Capability ini merupakan kemampuan perusahaan untuk mengangsur atau mengembalikan pinjaman dan membayar bunga.hal ini dapat dibuktikan dengan neraca perusahaan.
3.collateral
Collateral ini merupakan syarat dimana setiap kredit yang diterima perusahaan harus dijamin dengan harta tetap sekurang-kurangnya bernilai 150% dari jumlah kredit.
4.character
Character ini sebagai sifat dari pimpinan perusahaan karena diolah yang bertanggung jawab terhadap pengembalian kredit.
Kredit kelayakan
Keputusan presiden no.14A dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan membantu pengusaha golongan ekonomi lemah.kredit kelayakan diberikan kepada mereka dengan dasar kepres tersebut.kredit ini tidak harus dijamin dengan harta tetap,cukup dengan surat perintah kerja dari pemberi kerja .besarnya kredit sangat terbatas yaitu 30% dari kontrak kerja yang ditandatangani.
Likuiditas dan solvabilitas
1. likuiditas
Yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya setiap saat.
Pada pokoknya ,kewajiban yang harus dapat dipenuhi oleh perusahaan ada dua macam yaitu:
a.mampu membayar utang-utangnya pada setiap saat ditagih.kemampuan ini disebut likuiditas badan usaha.
b.mampu membiayai operasi perusahaan sehari-hari.kemampuan ini disebut likuiditas perusahaan.
Untuk menentukan likuiditas dapatlah digunakan dua rumus dengan mencari current ratio dan quick ratio:
Current ratio = aktiva lancar
−−−−−−−−−−−
Utang lancar
Quick ratio = aktiva lancar –persediaan
−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−
Utang lancar
Aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang dapat segera dicairkan dalam bentuk uang tunai.kategori aktiva lancar :
• Kas
• Bank
• Surat berharga
• Piutang
• Persediaan barang
Utang lancar adalah semua utang jangka pendek perusahaan.tujuan dari quick ratio adalah untuk mengetahui jumlah kekayaan yang dapat dengan cepat dicairkan dalam bentuk uang tunai.
2.solvabilitas
Yaitu kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya pada saat perusahaan dilikuiditasi/dibubarkan.untuk menentukan solvabilitas digunakan rumus :
Solvabilitas = total aktiva
−−−−−−−−−
Total utang
Dengan demikian,ditinjau dari likuiditas dan solvabilitas perusahaan mempunyai beberapa kemungkinan :
a. Solvable - likuid
b. Insovabel - likuid
c. Solvabel - illikuid
d. Insovabel - illikuid
Rentabilitas
Yaitu kemampuan menghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipakai untuk menghasilkan laba tersebut.rentabilitas dapat dipakai sebagai alat pengukur untuk mengambil keputusan tentang masalah financial leverage,yaitu masalah apakah didalam memenuhi kebutuhan dana perusahaan akan menggunakan modal asing ataukah modal sendiri.dua macam rentabilitas yaitu:
1.rentabilitas ekonomis
Yaitu kemempuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal,baik modal asing maupun modal sendiri ,yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.rumusnya sebgai berikut:
RE = Lk
−−−−−−−−−− X 100 %
MA + MS
Keterangan :
RE :rentabilitas ekonomis
Lk : laba kotor
MA :modal asing
MS : modal sendiri
2.rentabilitas modal sendiri
Yaitu kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
RMS = Lb
−−− X 100 %
MS
Keterangan :
RMS : rentabilitas modal sendiri
Lb :laba bersih (sesudah bunga dan pajak )
MS : modal sendiri (modal saham )
Beberapa kriteria yang dapat dipakai untuk mengambil keputusan adalah :
a. apabila rentabilitas ekonomis lebih kecil dari tingkat bunga modal asing ,lebih baik menggunakan modal sendiri ,sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar dibandingkan apabila digunakan modal asing.
Apabila rentabilitas ekonomis lebih besar dibanding dengan tingkat bunga modal asing ,maka lebih baik digunakan modal asing,sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar dibandingkan apabila digunakan modal sendiri.
Rentabilitas modal sendiri selalu diusahakan besar karena dengan makin besarnya rentabilitas modal sendiri ,maka deviden akan semakin besar pula.
PASAR SURAT BERHARGA DAN PASAR MODAL
Saham
1.saham biasa (common stock)
Saham biasa merupakan bentuk pemilikan tanpa hak istimewa.artinya para pemilik akan memperoleh pembagian keuntungan (dalam bentuk deviden) hanya apabila perusahaan memperoleh laba.
2.saham preferen (preferred stock)
Saham preferen atau saham dengan preferensi ini merupakan bentuk pemilikan dengan hak istimewa.hak istimewa yang ada pada pemegang sahgam preferen ini adalah :
a.pembagian dividen yang didahulukan
pemegang saham preferen mendapat pembagian deviden lebih dahulu daripada pemegang saham biasa.
b.pembagian dividen kumulaif
pemegang saham preferen ini mendapat hak untuk mendapatkan dividen untuk setiap periode.apabilaia tidak memperoleh dividen pada suatu periode karena ada suatu hal,maka ia akan memperoleh pada periode yang akan datang secara kumulatif.
c.pembagian kekayaan yang didahulukan
pemegang saham preferen mempunyai hak untuk memperoleh pembagian kekayaan perusahaan lebih dahulu daripada pemegang saham biasa pada saat perusahaan dilikuiditasi /dibubarkan .
obligasi
yaitu surat perjanjian yang sengaja dikeluarkan oleh perusahaan sebagai salah satu sumber dana ekstern.adapun sifat dari obligasi adalah:
• dapat diperjual belikan
• terdapat kewajiban untuk mengembalikan pokok pinjamannya
• terdapat kewajiban untuk membayar bunga
• terdapat jangka waktu yang pasti
jens-jenis obligasi
semua obligasi yang ada dapat digolongkan kedalam berbagai jenis dengan mendasarkan pada berbagai faktor,yaitu :
1. sesuai dengan pihak yang mengeluarkan :
a. obligasi umum yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
b. obligasi perusahaan yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan umum ,perusahaan jawatan ,dan perseroan terbatas.
2.sesuai dengan karakter jaminan :
a. obligasi tanpa jaminan ,seperti income bond dan debenture bond.
b.obligasi dengan jaminan
jaminan yang dipakai antara lain :saham,piutang,rumah,tanah,mesin dan sebagainya.
Selain jenis obligasi tersebut,masih ada jenis yang lain yaitu:
a. Coupon bond
b. Registered bond
c. Callabel bond
d. Convertible bond
Pasar modal
Sesuai dengan sifatnya ,saham dan obligasi dapat diperjualbelikan.perusahaan yang menjual saham dan obligasi kepada masyarakat,harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah.salah satu syarat adalah perusahaan yang bersangkutan tidak boleh menjual surat berharga langsung kepada masyarakat ,akan tetapi harus melalui lembaga perantara yaitu PT. danareksa.PT ini bertugas mengedarkan dan memasarkan saham dan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Minggu, 14 November 2010
bab 9 personalia
PERSONALIA
PERSONALIA
PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI
a. Macam/jenis personalia
* Tenaga eksklusif : merupakan tenaga ahli. Mempunyai 2 tugas pokok yaitu mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan 2 fungsi organik manajemen.
* Tenaga Operatif : merupakan tenaga terampil. Ada 3 golongan yaitu
- tenaga terampil (skilled labor),
- tenaga setengah terampil (semi skilled labor), dan
- tenaga tidak terampil (unskilled labor).
b. Sumber Tenaga Kerja
* Dari dalam perusahaan : dari promosi kenaikan pangkat atau transfer pemindahan dari bagian lain di dalam perusahaan.
* Teman-teman Para Karyawan
* Lembaga Penempatan Tenaga Kerja : yaitu Kantor Penempatan Tenaga Kerja.
* Lembaga Pendidikan : dengan memberikan beasiswa dan meminta langsung ke lembaga pendidikan tersebut.
5. Masyarakat Umum : dengan cara memasang iklan.
* Seleksi TenagaKerja
1. Penentuan Jenis (kualitas) Tenaga Kerja
2. Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
a. Analisa beban kerja.
b. Analisa tenaga kerja.
3. Proses Seleksi
Tahap-tahapannya :
*Pengisian formulir atau penyortiran lamaran-lamaran yang masuk.
*Wawancara pendahuluan
*Psycho-test : aptitude test (menguji sikap seseorang), achievement test (manguji bakat seseorang), interest test (menguji minat seseorang), personality test (meguji kepribadian), dan IQ test (intelegensia quontient).
*Wawancara lanjutan
*Pengujian referensi
*Pengujian kesehatan
*Masa orientasi
* Pengembangan Karyawan
Terdapat 2 metode : yaitu dilaksanakan didalam dan oleh perusahaan sendiri dan dilaksanakan diluar perusahaan dan oleh lembaga lain.
* Kompensasi
Dapat berupa upah (untuk buruh) atau gaji (untuk karyawan). Dalam masalah pengupahan ini,ada 3 macam teori:
a. Teori pasar : tingkat upah ditentukan dari kekuatan oleh kekuatan penawaran dan permintaan tenaga kerja.
b. Teori standard hidup : memberikan jaminan kepada buruh untuk hidup layak.
c. Teori kemampuan untuk membayar : didasarkan pada kemampuan perusahaan.
* Faktor faktor yang mempengaruhi tingkat upah
a) Pasar tenaga kerja
b) Tingkat upah yang berlaku didaerah yag bersangkutan
c) Tingkat keahlian yang diperlukan
d) Situasi laba perusahaan
e) Peraturan pemerintah
* Metode Pengupahan
Upah langsung (straight salary)
Gaji (wage)
Upah satuan (piece work)
Komisi
Premi shift kerja (shift premium)
Tunjangan tambahan (fringe benefit)
* Upah Intensif
Karakteristiknya adalah harus menunjukan pengharagaan kepada karyawan atas produktivitas mereka, harus dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan, tambahan upah yang diperoleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya produksi rendah.
Macam-macam Bentuk Upah Intensif
1. Full Participation Plan : upah intensif bagi karyawan pabrik dimana kegiatan ekstra pada tugas mereka,dapat menghasilkan produksi tambahan.
2. Group Intensif Plan : diberikan jika terbukti mereka dapat menunjukan hasil yang menguntungkan.
HUBUNGAN PERBURUHAN
* Hubungan Perburuhan Pancasila
Terjadi karena antara buruh disatu pihak dan manajemen dilain pihak,saling membutuhkan satu sama lain. Buruh/karyawan harus diperlakukan sebagai manusia seutuhnya dan tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang. Bila terjadi adanya ketidaksepakatan, buruh dapat melakukan boikot, pemogokan, penghasutan, dan memperlambat kerja.
* Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Untuk mengatasi masalah antara pihak manajemen dan pihak buruh.
Hak-hak buruh :
1. Besarnya gaji/upah minimal yang harus diterima buruh beserta kenaikannya.
2. Tunjangan-tunjangan yang harus diterima.
3. Hak untuk mendapat santunan kecelakaan di tempat kerja.
4. Hak untuk mendapatkan promosi dengan system penilaian yang adil.
5. Hak untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan melalaui program training
6. Mendapatkan pesangon bila ia dipecat atau keluar atas kemauan sendiri.
7. Besarnya pesangon.
Kewajiban buruh :
1. Datang kerja tepat pada waktunya
2. Menjaga ketertiban dan suasana kerja serasi
3. Berusaha meningkatkan produktivitas
4. Mengikuti peraturan
5. Berusaha unutk melakukan penghematan
6. Menyumbang gagasan-gagasan
7. Bekerja sesuai deskripsi jabatan
Hak Penguasa :
1. Hak untuk mengevaluasi kerja karyawan
2. Hak menentukan/memilih/seseorang yang dianggap baik untuk menjadi pimpinan
3. Hak untuk menegur/mengarahkan
4. Hak member promosi dan devisi kepada karyawan
5. Hak untuk memecat sesuai prosedur yag berlaku
Kewajiban Pengusaha :
1. Memberi semua hak karyawan yang telah disepakati
2. Memperlakukan semua karyawan secara adil
3. Memberikan fasilitas-fasilitas kepada karyawan
* Macam-macam Perjanjian Kerja
1. Closed shop agreement : hanya berlaku bagi pekerja/buruh yang telah bergabung dalam perserikatan.
2. Union shop agreement : mengharuskan pekerja menjadi anggoa serikat dalam periode waktu tertentu sesudah mereka kerja.
3. Open shop agreement : member kebebasan kepada para anggota untuk menjadi atau tidak anggota serikat.
* Penyelesaian Konflik dalam Hubungan Kerja
1. Diselesaikan oleh mandor (foreman) sebagai wakil perusahaan.
2. Bila masih tidak dapat diselesaikan,maka dilanjutkan ke tingka yang lebih tinggi,antara kepala bagian dengan wakil buruh.
3. Bila masih terjadi kemacetan, dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu manajer dan wakil serikat buruh.
4. Bila belum selesai juga, dibawa ke perundingan antara wakil perusahaan dan wakil buruh dengan penengah.
5. Bila belum terselesaikan juga, maka penyelesaian tahap terakhir dilakukan oleh dewan arbitrasi.
* Perantara dalam Pemecahan Konflik
1. Konsiliasi : mempertemukan kedua belah pihak antara buruh dengan pengusaha untuk membahas masalah yang mereka hadapi.
2. Mediasi : mediator hanya sebagai pemberi saran-saran kepada kedua belah pihak.
3. Arbitrasi : bersifat mengikat kedua belah pihak dan mempunyai kekuatan hukum.
Macam-macam arbitrasi:
1. Arbitrasi sukarela (voluntary arbitration) : dengan sukarela kedua belah pihak membawa masalah tersebut kepada Arbitrator.
2. Arbitrasi paksaan (compulsory arbitration) : merupakan suatu keharusan.
3. Arbitrasi otomatis (automatic arbitration) : setiap kali masalah yang tidak terselasaikan langsung dibawa kepada Arbitrator.
* Lembaga-lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Bipartite : setiap masalah yang timbul merupakan tanggung jawab kedua belah pihak dan harus diselesaikan sendiri.
Tripartite : setiap masalah yang timbul merupakan tanggung jawab buruh,pengusaha,dan masyarakat.
* Mencegah Konflik
1. Melaksanakan lembaga keluhan (grievance) dengan baik : menampung keluhan-keluhan yang disampaikan buruh dan berusaha mengatasinya dengan tuntas.
2. Mengadakan survey gairah kerja (morale) secara rutin : mencari sebab-sebab keresahan yang akan menyebabkan turunnya gairah kerja dan berusaha memperbaikinya.
3. Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling)
4. Mengikut-sertakan buruh dalam pengambilan keputusan.
PERSONALIA
PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI
a. Macam/jenis personalia
* Tenaga eksklusif : merupakan tenaga ahli. Mempunyai 2 tugas pokok yaitu mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan 2 fungsi organik manajemen.
* Tenaga Operatif : merupakan tenaga terampil. Ada 3 golongan yaitu
- tenaga terampil (skilled labor),
- tenaga setengah terampil (semi skilled labor), dan
- tenaga tidak terampil (unskilled labor).
b. Sumber Tenaga Kerja
* Dari dalam perusahaan : dari promosi kenaikan pangkat atau transfer pemindahan dari bagian lain di dalam perusahaan.
* Teman-teman Para Karyawan
* Lembaga Penempatan Tenaga Kerja : yaitu Kantor Penempatan Tenaga Kerja.
* Lembaga Pendidikan : dengan memberikan beasiswa dan meminta langsung ke lembaga pendidikan tersebut.
5. Masyarakat Umum : dengan cara memasang iklan.
* Seleksi TenagaKerja
1. Penentuan Jenis (kualitas) Tenaga Kerja
2. Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
a. Analisa beban kerja.
b. Analisa tenaga kerja.
3. Proses Seleksi
Tahap-tahapannya :
*Pengisian formulir atau penyortiran lamaran-lamaran yang masuk.
*Wawancara pendahuluan
*Psycho-test : aptitude test (menguji sikap seseorang), achievement test (manguji bakat seseorang), interest test (menguji minat seseorang), personality test (meguji kepribadian), dan IQ test (intelegensia quontient).
*Wawancara lanjutan
*Pengujian referensi
*Pengujian kesehatan
*Masa orientasi
* Pengembangan Karyawan
Terdapat 2 metode : yaitu dilaksanakan didalam dan oleh perusahaan sendiri dan dilaksanakan diluar perusahaan dan oleh lembaga lain.
* Kompensasi
Dapat berupa upah (untuk buruh) atau gaji (untuk karyawan). Dalam masalah pengupahan ini,ada 3 macam teori:
a. Teori pasar : tingkat upah ditentukan dari kekuatan oleh kekuatan penawaran dan permintaan tenaga kerja.
b. Teori standard hidup : memberikan jaminan kepada buruh untuk hidup layak.
c. Teori kemampuan untuk membayar : didasarkan pada kemampuan perusahaan.
* Faktor faktor yang mempengaruhi tingkat upah
a) Pasar tenaga kerja
b) Tingkat upah yang berlaku didaerah yag bersangkutan
c) Tingkat keahlian yang diperlukan
d) Situasi laba perusahaan
e) Peraturan pemerintah
* Metode Pengupahan
Upah langsung (straight salary)
Gaji (wage)
Upah satuan (piece work)
Komisi
Premi shift kerja (shift premium)
Tunjangan tambahan (fringe benefit)
* Upah Intensif
Karakteristiknya adalah harus menunjukan pengharagaan kepada karyawan atas produktivitas mereka, harus dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan, tambahan upah yang diperoleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya produksi rendah.
Macam-macam Bentuk Upah Intensif
1. Full Participation Plan : upah intensif bagi karyawan pabrik dimana kegiatan ekstra pada tugas mereka,dapat menghasilkan produksi tambahan.
2. Group Intensif Plan : diberikan jika terbukti mereka dapat menunjukan hasil yang menguntungkan.
HUBUNGAN PERBURUHAN
* Hubungan Perburuhan Pancasila
Terjadi karena antara buruh disatu pihak dan manajemen dilain pihak,saling membutuhkan satu sama lain. Buruh/karyawan harus diperlakukan sebagai manusia seutuhnya dan tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang. Bila terjadi adanya ketidaksepakatan, buruh dapat melakukan boikot, pemogokan, penghasutan, dan memperlambat kerja.
* Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Untuk mengatasi masalah antara pihak manajemen dan pihak buruh.
Hak-hak buruh :
1. Besarnya gaji/upah minimal yang harus diterima buruh beserta kenaikannya.
2. Tunjangan-tunjangan yang harus diterima.
3. Hak untuk mendapat santunan kecelakaan di tempat kerja.
4. Hak untuk mendapatkan promosi dengan system penilaian yang adil.
5. Hak untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan melalaui program training
6. Mendapatkan pesangon bila ia dipecat atau keluar atas kemauan sendiri.
7. Besarnya pesangon.
Kewajiban buruh :
1. Datang kerja tepat pada waktunya
2. Menjaga ketertiban dan suasana kerja serasi
3. Berusaha meningkatkan produktivitas
4. Mengikuti peraturan
5. Berusaha unutk melakukan penghematan
6. Menyumbang gagasan-gagasan
7. Bekerja sesuai deskripsi jabatan
Hak Penguasa :
1. Hak untuk mengevaluasi kerja karyawan
2. Hak menentukan/memilih/seseorang yang dianggap baik untuk menjadi pimpinan
3. Hak untuk menegur/mengarahkan
4. Hak member promosi dan devisi kepada karyawan
5. Hak untuk memecat sesuai prosedur yag berlaku
Kewajiban Pengusaha :
1. Memberi semua hak karyawan yang telah disepakati
2. Memperlakukan semua karyawan secara adil
3. Memberikan fasilitas-fasilitas kepada karyawan
* Macam-macam Perjanjian Kerja
1. Closed shop agreement : hanya berlaku bagi pekerja/buruh yang telah bergabung dalam perserikatan.
2. Union shop agreement : mengharuskan pekerja menjadi anggoa serikat dalam periode waktu tertentu sesudah mereka kerja.
3. Open shop agreement : member kebebasan kepada para anggota untuk menjadi atau tidak anggota serikat.
* Penyelesaian Konflik dalam Hubungan Kerja
1. Diselesaikan oleh mandor (foreman) sebagai wakil perusahaan.
2. Bila masih tidak dapat diselesaikan,maka dilanjutkan ke tingka yang lebih tinggi,antara kepala bagian dengan wakil buruh.
3. Bila masih terjadi kemacetan, dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu manajer dan wakil serikat buruh.
4. Bila belum selesai juga, dibawa ke perundingan antara wakil perusahaan dan wakil buruh dengan penengah.
5. Bila belum terselesaikan juga, maka penyelesaian tahap terakhir dilakukan oleh dewan arbitrasi.
* Perantara dalam Pemecahan Konflik
1. Konsiliasi : mempertemukan kedua belah pihak antara buruh dengan pengusaha untuk membahas masalah yang mereka hadapi.
2. Mediasi : mediator hanya sebagai pemberi saran-saran kepada kedua belah pihak.
3. Arbitrasi : bersifat mengikat kedua belah pihak dan mempunyai kekuatan hukum.
Macam-macam arbitrasi:
1. Arbitrasi sukarela (voluntary arbitration) : dengan sukarela kedua belah pihak membawa masalah tersebut kepada Arbitrator.
2. Arbitrasi paksaan (compulsory arbitration) : merupakan suatu keharusan.
3. Arbitrasi otomatis (automatic arbitration) : setiap kali masalah yang tidak terselasaikan langsung dibawa kepada Arbitrator.
* Lembaga-lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Bipartite : setiap masalah yang timbul merupakan tanggung jawab kedua belah pihak dan harus diselesaikan sendiri.
Tripartite : setiap masalah yang timbul merupakan tanggung jawab buruh,pengusaha,dan masyarakat.
* Mencegah Konflik
1. Melaksanakan lembaga keluhan (grievance) dengan baik : menampung keluhan-keluhan yang disampaikan buruh dan berusaha mengatasinya dengan tuntas.
2. Mengadakan survey gairah kerja (morale) secara rutin : mencari sebab-sebab keresahan yang akan menyebabkan turunnya gairah kerja dan berusaha memperbaikinya.
3. Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling)
4. Mengikut-sertakan buruh dalam pengambilan keputusan.
produksi dan produktifitas
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
Pengertian
Kata “produksi” sering digunakan dalam istilah membuat sesuatu. Dalam istilah yang lebih luas dan lebih fundamental, produksi dapat diartikan sebagai berikut :
Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.
Dalam artian tersebut, produksi merupakan konsep yang lebih luas daripada pengolahan (manufaktur) karena pengolahan ini hanyalah sebagai bentuk khusus dari produksi. Dengan demikian perusahaan bisnis dapat diartikan sebagai berikut :
Perusahaan bisnis adalah sebuah organisasi/lembaga yang merubah keahlian dan material menjadi barang atau jasa untuk memuaskan para pembeli, serta diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.
Istilah “produksi” ini sering dikaitkan dengan istilah “produktivitas”. Meskipun kedua istilah tersebut sangat berkaitan, tetapi akan salah jika menganggap bahwa produktivitas itu merupakan fasilitas produksi yang aktif. Pada pokoknya, produktivitas ini dapat didefinisikan sebagai berikut :
Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energy, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.
Produksi
Kegiatan produksi akan melibatkan pengubahan dan pengolahan berbagai macam sumber menjadi barang dan jasa untuk dijual. Jadi, tanggung jawab manajer produksi adalah membuat keputusan-keputusan penting untuk mengubah sumber menjadi hasil yang dapat dijual. Dua macam keputusan yang diperlukan akan menjadi topik pada pembahasan selanjutnya. Keputusan tersebut adalah :
Keputusan yang berhubungan dengan disain dari sistem produksi manufaktur
Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian sisitem tersebut baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek
Sistem Produksi Manufaktur
Beberapa keputusan untuk jangka panjang yang menentukan disain sisitem produksi adalah tentang :
Disain produksi dari barang yang diproses
Dalam bentuk seperti apakah barang dan jasa itu akan dibuat?
Pemilihan/penetuan peralatan dan prosesnya
Peralatan seperti apa yang akan dibeli supaya barang atau jasa dapa diproduksi dengan biaya yang minimum?
Disain tugas
Bagaimanakah kegitan produksi itu akan dibagi kepada para pekerja menurut keahlian, kesehatan, dan biaya yang diperlukan
Lokasi dari fasilitas produksi
Dimanakah fasilitas produksi/pabrik itu akan didirikan dalam kaitannya dengan letak pasar sumber tenaga kerja dan material, pengawasan polusi lingkungan dan faktor-faktor lain?
Layout dari fasilitas tersebut
Bagaimanakah sebuah pabrik itu akan dipersiapkan supaya operasinya dapat efisien?
Keputusan-keputusan yang komplek tersebut sangat berkaitan dengan proses pengolahan yang dapat digolongkan menurut 3 macam cara : sifat dari proses tersebut, jangka waktu produksi dan sifat produk yang diproses.
Sifat Proses Produksi
Penggolongan proses produksi menurut sifat ini akan menentukan jenis atau bentuk pokok yang dipakai dalam pengolahan suatu produk. Berdasarkan sifatnya, proses produksi dapat dibedakan menjadi 4 macam yakni :
Proses ekstraktif
Proses ekstraktif adalah suatu proses produksi yang mengambil bahan-bahan langsung dari alam. Contoh : tambang batu bara, bijih besi, bijih emas dll
Proses analitik
Proses analitik adalah suatu proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hampir menyerupai bentuk/jenis aslinya. Contoh : penyulingan minyak
Proses fabrikasi
Proses fabrikasi (proses pengubahan) adalah suatu proses yang mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk. Pengubahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan mesin, gergaji, pengepres dll. Contoh : pembuatan pakaian, sepatu, mebel dll
Proses sintetik
Proses sintetik menunjukkan metode pengkombinasiaan beberapa bahan ke dalam suatu bentuk produk. Dalam pengolahan baja, gelas/kaca, produk akhirnya sangat dengan jenis aslinya karena ada perubahan fisik atau kimia
Jangka Waktu Produksi
Beberapa macam proses produksi dapat ditentukan menurut periode waktu dalam mana fasilitas produksi digunakan. Dalam hal ini, proses produksi digolongkan menjadi 2 macam, yakni :
Proses terus-menerus (continous process)
Istilah proses terus-menerus digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan manufaktur dimana periode waktu yang lama diperlukan untuk mempersiapkan mesin dan peralatan yang dipakai. Contoh : produksi mobil dimana perubahan model hanya terjadi sekali dalam astu tahun
Proses terputus-putus (intermittent process)
Istilah proses terputus-putus ini terdapat dalam keadaaan manufaktur dimana mesin-mesin itu beroperasi dengan mengalani beberapa kali berhenti dan dirancang lagi untuk membuat produk lain yang berbeda. Contoh : alat-alat untuk pengecoran logam. Setiap saat, bentuk alat ini dapat dirubah
Sifat Produk
Proses produksi yang lain dapat ditentukan menurut sifat produknya, jadi melibatkan ada atau tidaknya spesifikasi pembeli suatu produk tertentu. Dalam hal ini, proses produksi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
Produksi standard
Produksi barang-barang yang sering dilakukan oleh produsen adalah produksi standard. Dalam produksi standard ini, sering dihasilkan sejumlah barang untuk persediaan disamping yang dikirimkan kepada pembeli dan penyalur. Contoh : produksi televisi, almari es, sikat gigi dll. Penggunaan produksi standard ini memerlukan sejumlah modal yang besar untuk :
Memelihara sejumlah persediaan
Menyediakan fasilitas penyimpanan yang memadai
Menanggung resiko kemungkinan turunnya harga pasar, kebakaran, pencurian dll
Produksi pesanan
Produksi pesanan ini muncul atau digunakan bilamana para pembeli menghendaki adanya spesifikasi tertentu dari produk yang diinginkan, sedangkan kemampuan produksinya sangat terbatas. Contoh : pembuatan pakaian dengan ukuran yang tertentu, mebel untuk keperluan khusus dll
KEGIATAN PRODUKSI
Gambaran Sekilas
Keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kegiatan dan pengendalian sistem produksi akan menetukan peningkatan efisiensi operasinya, perencanaan dan pengawasan kuantitas serta kualitas produknya, dan kemampuan sistem tersebut. Dalam hal ini, masalah-masalah yang dihadapi oleh manajer produksi adalah :
Perencanaan produksi
Organisasi produksi
Pengendalian produksi
Pemeliharaan peralatan
Pengawasan dan pemeriksaan kualitas
Perencanaan Produksi
Fungsi produksi adalah menciptakan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Karena itu, agar fungsi produksi dapat berperan dengan baik perencanaan produksi merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan. Perencanaan produksi meliputi keputusan-keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi :
Jenis barang yang akan dibuat
Jumlah barang yang akan dibuat
Cara pembuatan
Perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri atas 4 tahap, yaitu :
Tahap pertama, penentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi
Tahap kedua, penentuan diasin barang yang tepat
Tahap ketiga, penentuan cara pembuatan yang berupa penetuan urutan proses produksi, tempat kerja dan peralatan yang dipakai
Tahap keempat pembuatan, merupakan usaha memodifikasi tahap ketiga yang disesuaikan dengan layout, tuntutan kualitas dan mesin/peralatan yang tersedia
Organisasi Produksi
Dalam perusahaan manufaktur, tanggungjawab untuk memproduksi barang berada pada Bagian Produksi. Didalam bagian tersebut terdapat para spesialis yang ahli dalam perencanaan, supervisi, atau pelaksanaan tahap-tahap dalam proses produksi. Besarnya organisasi produksi yang diperlukan dalam kegiatan ini tergantung pada besarnya perusahaan dan kompleknya proses pengolahan yang diinginkan.
Pengendalian Produksi
Pengendalaian produksi merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif kedalam satu aliran dimana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan gangguan minimum, ongkos terendah dan kemungkinan waktu tercepat. Pembahasan masalah pengendalian produksi ini akan dibatasi pada : (a) jenis pengendalian produksi, (b) tahap-tahap dalam pengendalian produksi, dan (c) alat manajemen yang dikenal sebagai Program Evaluation and Review Technique.
Jenis-jenis Pengendalian Produksi
Ada 2 macam pengendalian produksi, yaitu order control dan flow control.
Order control digunakan oleh perusahaan manufaktur yang beroperasi hanya pada waktu menerima pesanan-pesanan pembelinya
Flow control digunakan dalam pabrik-pabrik yang berproduksi untuk persediaan dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang jadi dari tempat persediaan begitu pesanan pembeli diterima
Prosedur pengendalian dari kedua jenis ini kira-kira sama dan fungsinya adalah untuk menentukan apakah arus material dalam pabrik sudah sesuai dengan waktu yang direncanakan atau untuk menentukan apakah pengangkutan barang jadi ke gudang penyimpanan sudah sesuai dengan waktu yang direncanakan supaya tidak mengganggu penjualannya.
Tahap-tahap dalam Pengendalian Produksi
Ada empat tahap dalam pengendalian produksi, yaitu :
Perencanaan : ini berfungsi untuk memecah pesanan-pesanan dari pembeli dalam beberapa sub-sub bagian yang dicantumkan dalam kartu material yang memuat komponen-komponen jadi ataupun komponen-komponen yang akan diproses lagi.
Routing : meruapakan suatu usaha untuk menentukan urut-urutan dari proses dan alat-alat yang digunakan dalam proses produksi. Sebelum produksi dimulai, semua masalah tersebut disusun terlebih dahulu dalam route sheet.
Scheduling : merupakan suatu usaha untuk menentukan kapan produksi akan dimulai dan selesai untuk diserahkan. Schedule ini harus dibuat sebelum produksi dimulai didalam bentuk master schedule yang kemudian dipecah-pecah kedalam schedule-schedule.
Dispatching : merupakan surat perintah yang berisi wewenang untuk melakukan kegiatan produksi. Surat perintah ini juga dibuat sebelum produksi dimulai dalam bentuk dispatch sheet. Dispatch sheet tersebut memuat beberapa hal tentang pembuatan barang seperti :
Barang apa yang harus dibuat dan jumlahnya
Disain, ukuran dan bahan yang akan dipakai
Mesin dan peralatan yang harus dipakai
Petugas yang harus mngerjakan
Kapan harus dimulai dan selesai
Kepada siapa barang tersebut dijual
Terdapat perbedaan urutan tahap pengendalian produksi, antara proses terus-menerus dengan proses terputus-putus. Pada proses terus-menerus, routing diteteapkan terlebih dahulu baru kemudian scheduling dan terakhir dispatching. Hal demikian ini, karena pada proses terus- menerus, routing ditetapkan pada saat perusahaan didirikan dan untuk jangka waktu yang relatif lama.
Sedang pada proses terputus-putus, scheduling ditetapkan lebih dahulu, kemudian menyusul routing dan terakhir dispatching. Hal ini karena pada proses terputus-putus, barang yang dihasilkan tidak selalu sama, baik jenis, kualitas, jumlah maupun waktu penyerahannya. Oleh karena itu, pengaturan waktu penting untuk didahulukan.
Demikian pula dengan routing pada proses terputus-putus, tidak selalu sama. Penetapan routing pada proses ini harus diusahakan untuk dapat memanfaatkan semua faslitas yang tersedia semaksimal mungkin.
Analisis Jaringan Kerja : Metode Jalur Kritis dan PERT
Analisis jaringan kerja (Network Analysis) merupakan tehnik yang berkaitan dengan masalah penetapan urutan pekerjaan yang diarahkan untuk meminimumkan waktu penyelesaian suatu pekerjaan atau proyek, agar dicapai biaya rendah.
Analisis jaringan kerja ini, banyak dipakai pada scheduling dan terkenal dengan Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation Review Technique (PERT). Dalam bahasa kita terkenal dengan nama Metode Jalur Kritis (MJK).
Tehnik semacam ini berguna terutama untuk menggambarkan elemen-elemen dalam situasi yang kompleks untuk tujuan mendisain, merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengambil keputusan.
Dalam PERT khususnya, mempunyai anggapan bahwa waktu untuk melakasanakan suatu kegiatan tidak menentu, sehingga digunakanlah tiga perkiraan waktu, yaitu optimis, pesimis, dan normal.
Untuk lebih memperjelas pengertian tentang tehnik ini perlu diketahui konsep dasar baik dari analisis jaringan kerja maupun MJK dan PERT dalam penerapannya.
Konsep dasar itu adalah sebagai berikut :
Jaringan Kerja (Network)
Merupakan satu seri (rangkaian) aktivitas yang bersambung dalam menghasilkan barang atau jasa, yang terarah kepada usaha pencapaian tujuan usaha. Dua hal penting untuk diketahui dalam jaringan ini adalah aktivitas (activity) dan kejadian (event). Yang dimaksud dengan aktivitas adalah kegiatan untuk menyelesaikan suatu bagian dari pekerjaan yang membutuhkan satu waktu tertentu. Sedang kejadian adalah saat mulanya atau berakhirnya aktivitas. Kejadian paling akhir tidak dapat terjadi sebelum aktivitas-aktivitas sebelumnya selesai. Antara event mulai dan event penyelesaian dihubungkan dengan aktivitas. Hubungan antara berbagai event, setiap bagian pekerjaan sampai dengan penyelesaian paling akhir, akan membentuk suatu diagram jaringan kerja (network diagram).
Jalur Kritis (Critical Path)
Jalur kritis adalah jalur yang terpanjang dalam menyelesaikan satu rangkaian pekerjaan sampai selesai. Pada contoh dimuka ada empat jalur untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai berikut :
A – B – H memerlukan waktu selama 4 + 5 + 7 = 16 satuan waktu
B – F – H memerlukan waktu selama 2 + 2 + 7 = 12 satuan waktu
B – F – I memerlukan waktu selama 3 + 3 + 5 = 11 satuan waktu
C – G – I memerlukan waktu selama 6 + 8 + 5 = 19 satuan waktu
Dengan demikian, jalur kritis pada ramgkaian kerja ini adalah C – G – I, atau yang dapat ditulis pula dengan 1 – 4, 4 – 6, 6 – 7 dengan waktu selama 19 satuan waktu, yang merupakan waktu maksimum untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kerja tersebut. Jalur kritis ini perlu mendapatkan perhatian serius mengingat beberapa hal berikut :
Jalur kritis menyoroti aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan dengan ceoat, bilaman diinginkan waktu penyelesaian yang lebih pendek.
Setiap penundaan pada setiap aktivitas yang masuk dalam jalur kritis akan menyebabkan penundaan penyelesaian seluruh rangkaian pekerjaan.
Setiap perencanaan pendahuluan dan perbaikan sepanjang jalur kritis mungkin akan menyebabkan jalur lain menjadi kritis.
Secara tegas diketahui, jalur kritis lebih mengarahkan perhatian menajemen pada situasi yang penting, memusatkan perhatian pada kemacetan dan menghilangkan hal-hal yang tidak perlu pada jalur lain yang tidak akan dapat mempercepat penyelesaian seluruh rangkaian pekerjaan.
Aktivitas Semu (Dummy)
Salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian pada setiap penyusunan diagram jaringan kerja adalah aktivitas semu. Yang dimaksud dengan aktivitas semu adalah suatu aktivitas dalam jaringan kerja yang membutuhkan nol satuan waktu. Aktivitas semacam ini menggambarkan hubungan antara satu event yang lebih dahulu dengan dua event berikutnya meskipun tidak asling bergantung satu sama lain.
Keterbatasan-Keterbatasan Metode Jalur Kritis (MJK)
Faktor-faktor yang membatasi penerapan metode jalur kritis adalah :
MJK mendasarkan diri pada asumsi bahwa penyelesaian aktivitas dapat diketahui dengan tepat pada setiap waktu. Hal demikian ini tidak mungkin terjadi pada kehidupan negara.
MJK tidak memasukkan gagasan analisis statistik dalam menetukan perkiraan waktu.
MJK merupakan model perencanaan statik dan bukannya alat kontrol dinamik.
Program Evaluation and Review Technique (PERT)
Kenyataan menunjukkan bahwa kehidupan sehari-hari selalu bersifat dinamik. Sehingga dengan demikian, sebagaimana telah berkali-kali sisebutkan dimuka deadaan masa yang akan adtang tidak menentu (uncertain).
Untuk mengatasi keterbatasan yang disebutkan diatas, diciptakan satu model, sebagai perubahan konsep MJK dengan memasukkan beberapa hal seperti :
Teori probabilitas yang berguna untuk memperjitungkan ketidakpastian masa yang akan datang.
Gagasan analisis statistik untuk memperkirakan standard penyimpangan waktu penyelesaian keseluruhan pekerjaan.
Membuat model baru sebagai alat kontrol yang dinamik.
Didalam PERT digunakan 3 macam perkiraan waktu yaitu :
Waktu yang paling optimis (Wo) merupakan kemungkinan waktu penyelesaian yang paling pendek, jikalau semua pekerjaan berjalan dengan lancar.
Waktu yang paling pesimis (Wp) merupakan kemungkinan waktu penyelesaian yang paling panjang, dengan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan penundaan.
Waktu normal (Wn) merupakan kemungkinan waktu penyelesaian sebagaimana biasa terjadi.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Bahan baku merupakan masalah yang cukup dominan dibidang produksi. Perusahaan selalu menghendaki jumlah persediaan yang cukup agar jalannya produksi tidak terganggu. Kata cukup disini tidak berarti bahwa persediaan bahan harus dalam jumlah besar. Persediaan dalam jumlah yang besar mengandung banyak resiko seperti :
Resiko hilang adn rusak
Biaya pemeliharaan dan pengawasan tinggi
Resiko using
Uang yang tertanam dipersediaan terlalu besar
Dengan demikian jumlah persediaan yang harus ada tidak terlampau besar dan tidak pula terlalu kecil. Persediaan yang terlalu kecil mengandung resiko kehabisan persediaan yang dapat merugikan perusahaan.
Jumlah persediaan yang tepat dapat ditentukan dengan jalan menghitung jumlah persediaan yang paling ekonomis. Jumlah yang ekonomis itu dipengaruhi oleh besar kecilnya jumlah pemesanan. Dengan kata lain untuk mencapai biaya persediaan yang optimal, maka perusahaan harus melakukan pemesanan-pemesanan seekonomis mungkin. Jumlah pemesanan yang ekonomis ini menjadi indikator jumlah persediaan yang tepat. Jumlah pemesanan yang ekonomis dipengaruhi oleh empat faktor yaitu :
Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun
Biaya pemesanan
Biaya penyimpanan
Harga bahan baku
Biaya pemesanan, jika dikaitkan dengan besarnya persediaan, mempunyai ciri yang berlawanan deibanding dengan biaya penyimpanan. Semakin besar volume persediaan akan membuat semakin kecil biaya pemesanan, Karena frekuensi pemesanan yang semakin jarang. Sebaliknya, maikin besar volume persediaan, maka biaya penyimpanan akan semakin besar pula. Ciri demikian ini merupakan dasar penghitungan jumlah pemesanan yang paling ekonomis.
Pemeliharaan Peralatan
Di bidang aktivitas produksi, fungsi pemeliharaan dari perbaikan peralatan sangat memegang peranan. Bilamana hal ini diabaikan, maka akibatnya perusahaan akan menderita rugi yang tidak kecil.
Kerugian yang diderita oleh perusahaan karena kelalaian mengadakan pemeliharaan peralatan disebabkan antara lain :
Kerusakan peralatan yang sudah cukup parah sehingga menyebabkan biaya perbaikan menjadi mahal
Kerugian karena berhentinya sebagian atau keseluruhan kegiatan produksi
Kerugian karena keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen sehingga menyebabkan turunnya pendapatan perusahaan
Perusahaan terpaksa harus membayar claim karena penyerahan yang tidak tepat
Menimbulkan keengganan pelanggan untuk kembali memesan ke perusahaan karena dianggap tidak menepati janji
Masalah pemeliharaan ini bagi pimpinan perusahaan sangat membingungkan karena di satu pihak, penting dan di pihak lain tidak, biayanya sulit diukur dan tidak produktif.
Pada umumnya, biaya pemeliharaan itu dari tahun ke tahun selalu cenderung naik, hal ini disebabkan 3 hal berikut :
Selalu terdapat kenaikan yang ajeg pada kecepatan pengoperasian peralatan, kecepatan toleransi dan spesifikasi produk yang dibuat
Adanya kecenderungan untuk memsang alat kontrol otomatis dan alat-alat pembantu lainnya, sebagai akibat dari pengembangan teknologi
Peralatan baru biasanya lebih mahal karena adanya pengaruh perubahan harga dan perkembangan peralatan itu sendiri, dan agar supaya kenaikan biaya tidak merubah unit cost terlalu meyolok, maka mesin baru diusahakan untuk bekerja lebih lama, lebih produktif atau justru keduanya
Organisasi Pemeliharaan Peralatan
Terdapat dua sistem untuk mengorganisasi pemeliaharaan ini yaitu :
Di desentralisir menurut pusat biaya atau departemen
Keuntungan :
Tenaga mekanik akan mengerti betul penggunaan dan karakteristik alat-alat yang harus mereka pakai
Mempermudah pimpinan mengarahkan orang-orang untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang harus cepat selesai
Kontrol pemeliharaan dapat lebih ditingkatkan, sehingga perbaikan-perbaikan besar dapat lebih diperkecil
Kelemahan :
Fleksibilitas sangat rendah
Terdapatnya duplikasi tenaga kerja
Sentralisasi
Dalam perusahaan hanya terdapat satu bagian yang khusus menangani perbaikan dan pemeliharaan peralatan.
Keuntungan :
Tidak terdapat duplikasi alat-alat, tenaga kerja dan persediaan suku cadang
Fleksibilitas yang tinggi
Kelemahan :
Memerlukan tenaga kerja yang dapat menangani berbagai bidang atau memerlukan tenaga spesialisasi cukup banyak
Memerlukan perencanaan, pengaturan jadwal waktu dan pembagian tugas yang efektif agar pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan efisien
Sulit untuk menetapkan pembagian tugas dengan baik pada pekerjaan-pekerjaan yang harus didahulukan dan diselesaikan dengan segera
Beban pekerjaan bagian pemeliharaan semakin berat
Program pemeliharaan peralatan itu antara lain meliputi :
Penyusunan yang meliputi penentuan tugas-tugas yang akan dilakukan, prioritasnya dan tenaganya
Mengatur jadwal waktu dan beban pekerjaan sesuai dengan skala prioritasnya
Mengatur kartu perintah kerja dan kartu pemeliharaan setiap peralatan untuk mengawasi keajegan pemeliharaan dan suku cadang yang diganti
Mengatur penggunaan suku cadang dengan memakai kartu kendali untuk mempermudah administrasi gudang
Mengatur program latihan (training) untuk meningkatkan keterampilan kerja
Menagatur distribusi waktu kapan peralatan diperbaiki dengan memperhitungkan kerugiannya
Pengawasan Kualitas dan Inspeksi
Masalah pengawasan kualitas dan inspeksi ini, tidak hanya menyangkut tentang barangnya saja, akan tetapi menyangkut pula kebijakan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar, kebutuhan investasi, kemempuan menghasilkan kembali (return on investment), persaingan, kualitas dan disain teknis, standard bahan baku, proses dan kemampuan kerja barang yang bersangkutan, serta berbagai inspeksi di bidang-bidang kualitas bahan yang dipakai, operasi yang dugunakan dan daya kerja barang yang dibuatnya.
Terdapat empat tahap dalam pengawasan kualitas yaitu :
Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar
Tahap penentuan disain tehnis untuk mencapai target tuntutan pasar
Tahap pembuatan, beberapa pengawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi, sebagai perwujudan pelaksanaan tahap 1 dan 2
Tahap penggunaan di lapangan, dimana pemasangan akan berpengaruh kepada kualitas akhir dan pengefektifan jaminan kualitas serta daya kerja barang
Pengawasan Kualitas di dalam Produksi
Pengawasan/pengendalian mengajukan pertanyaan-pertanyaan kapan, berapa kali dan berpakah jumlah barang yang akan diinspeksi. Bilamana terjadi kerusakan, pengawasan menentukan penyebab kesalahan dan melakukan perbaikan.
Konsep probabilitas sangat memegang peranan pada tahap pengawasan kualitas ini dengan cara menetapkan perencanaan contoh (sampel) yang merupakan sarana untuk pengawasan kualitas barang-barang yang keluar dan dengan menggunakan prosedur bagan pengawasan secara kotinyu akan dapat mendeteksi mesin-mesin dan proses-proses yang tidak berjalan dengan semestinya.
Bagan Pengawasan (Control Chart)
Pada dasarnya, penyimpangan yang sering terjadi dalam proses industri, dibagi dalam 2 kategori :
Penyimpangan-penyimpangan yang tidak dapat ditentukan
Penyimpangan semacam ini, biasanya sangat kompleks, akan tetapi tidak begitu berarti bagi total penyimpangan yang terjadi, karena frekuensinya yang terlalu kecil
Penyimpangan-penyimpangan yang ditentukan
Biasanya, penyimpangan-penyimpangan semacam ini kerap kali terjadi dan dapat diketahui penyebabnya yang pada umunya disebabkan karena :
Perbedaan-perbedaan antara pekerja
Perbedaan-perbedaan antara mesin-mesin
Perbedaan-perbedaan antara bahan baku
Perbedaan karena interaksi antara dua atau ketiga faktor yang disebutkan diatas
Atas dasar hasil penyelidikan dari kedua penyimpangan tersebut dapat dibuat suatu control chart sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi di mana penyebabnya. Dengan demikian, perusahaan dapat melakukan perbaikan-perbaikan.
Lokasi dan Layout Pabrik
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk pabrik baru, yaitu :
Dekat dengan pasar
Dekat dengan bahan baku
Ongkos transport
Penyediaan tenaga kerja
Penyediaan sumber tenaga/energy
Lingkungan sekitar
Iklim
Cara Penentuan Lokasi Pabrik
Terdapat dua cara menetukan lokasi pabrik yakni :
Cara Kualitatif
Cara ini merupakan cara yang paling sederhana yaitu cukup mengadakan penilaian kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap memegang peranan pada setiap alternatif lokasi. Hasil penilaian, biasanya dinyatakan di dalam ukuran baik sekali, baik, sedang, kurang, kurang sekali.
Cara Kuantitatif
Terdapat dua cara kuantitatif yakni :
Cara yang sederhana, merupakan usaha mengkuantifikasi analisis kuantitatif yang telah dilakukan, dengan cara memberikan SCORE pada masing-masing kriteria.
Cara yang komplek, cara ini menggunakan rumus-rumus matematika dan menggunakan model tertentu yang banyak digunakan dalam OPERATION RESEARCH. Model yang umumnya digunakan sebagai dasar penentuan lokasi pabrik adalah linear programming dengan metode simplex
Layout Fasilitas Produksi
Layout fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat-alat, tenaga kerja dan kegiatan-kegiatan di dalam produksi.
Adapun tujuan pokok dari layout pabrik ini adalah :
Untuk meminimumkan biaya pengangkutan dan penanganan
Untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan
Untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efisien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan
Untuk melakukan pekerjaan yang efisien
Untuk memudahkan pengawasan pekerjaan bagi mandor
Dalam hal ini, layout dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
Process Layout merupakan penyusunan fasilitas produksi di mana mesin-mesin yang mempunyai fungsi sama ditempatkan pada tempat yang tertentu.
Product Layout merupakan pengaturan mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus proses produksinya.
Pengertian
Kata “produksi” sering digunakan dalam istilah membuat sesuatu. Dalam istilah yang lebih luas dan lebih fundamental, produksi dapat diartikan sebagai berikut :
Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.
Dalam artian tersebut, produksi merupakan konsep yang lebih luas daripada pengolahan (manufaktur) karena pengolahan ini hanyalah sebagai bentuk khusus dari produksi. Dengan demikian perusahaan bisnis dapat diartikan sebagai berikut :
Perusahaan bisnis adalah sebuah organisasi/lembaga yang merubah keahlian dan material menjadi barang atau jasa untuk memuaskan para pembeli, serta diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.
Istilah “produksi” ini sering dikaitkan dengan istilah “produktivitas”. Meskipun kedua istilah tersebut sangat berkaitan, tetapi akan salah jika menganggap bahwa produktivitas itu merupakan fasilitas produksi yang aktif. Pada pokoknya, produktivitas ini dapat didefinisikan sebagai berikut :
Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energy, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.
Produksi
Kegiatan produksi akan melibatkan pengubahan dan pengolahan berbagai macam sumber menjadi barang dan jasa untuk dijual. Jadi, tanggung jawab manajer produksi adalah membuat keputusan-keputusan penting untuk mengubah sumber menjadi hasil yang dapat dijual. Dua macam keputusan yang diperlukan akan menjadi topik pada pembahasan selanjutnya. Keputusan tersebut adalah :
Keputusan yang berhubungan dengan disain dari sistem produksi manufaktur
Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian sisitem tersebut baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek
Sistem Produksi Manufaktur
Beberapa keputusan untuk jangka panjang yang menentukan disain sisitem produksi adalah tentang :
Disain produksi dari barang yang diproses
Dalam bentuk seperti apakah barang dan jasa itu akan dibuat?
Pemilihan/penetuan peralatan dan prosesnya
Peralatan seperti apa yang akan dibeli supaya barang atau jasa dapa diproduksi dengan biaya yang minimum?
Disain tugas
Bagaimanakah kegitan produksi itu akan dibagi kepada para pekerja menurut keahlian, kesehatan, dan biaya yang diperlukan
Lokasi dari fasilitas produksi
Dimanakah fasilitas produksi/pabrik itu akan didirikan dalam kaitannya dengan letak pasar sumber tenaga kerja dan material, pengawasan polusi lingkungan dan faktor-faktor lain?
Layout dari fasilitas tersebut
Bagaimanakah sebuah pabrik itu akan dipersiapkan supaya operasinya dapat efisien?
Keputusan-keputusan yang komplek tersebut sangat berkaitan dengan proses pengolahan yang dapat digolongkan menurut 3 macam cara : sifat dari proses tersebut, jangka waktu produksi dan sifat produk yang diproses.
Sifat Proses Produksi
Penggolongan proses produksi menurut sifat ini akan menentukan jenis atau bentuk pokok yang dipakai dalam pengolahan suatu produk. Berdasarkan sifatnya, proses produksi dapat dibedakan menjadi 4 macam yakni :
Proses ekstraktif
Proses ekstraktif adalah suatu proses produksi yang mengambil bahan-bahan langsung dari alam. Contoh : tambang batu bara, bijih besi, bijih emas dll
Proses analitik
Proses analitik adalah suatu proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hampir menyerupai bentuk/jenis aslinya. Contoh : penyulingan minyak
Proses fabrikasi
Proses fabrikasi (proses pengubahan) adalah suatu proses yang mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk. Pengubahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan mesin, gergaji, pengepres dll. Contoh : pembuatan pakaian, sepatu, mebel dll
Proses sintetik
Proses sintetik menunjukkan metode pengkombinasiaan beberapa bahan ke dalam suatu bentuk produk. Dalam pengolahan baja, gelas/kaca, produk akhirnya sangat dengan jenis aslinya karena ada perubahan fisik atau kimia
Jangka Waktu Produksi
Beberapa macam proses produksi dapat ditentukan menurut periode waktu dalam mana fasilitas produksi digunakan. Dalam hal ini, proses produksi digolongkan menjadi 2 macam, yakni :
Proses terus-menerus (continous process)
Istilah proses terus-menerus digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan manufaktur dimana periode waktu yang lama diperlukan untuk mempersiapkan mesin dan peralatan yang dipakai. Contoh : produksi mobil dimana perubahan model hanya terjadi sekali dalam astu tahun
Proses terputus-putus (intermittent process)
Istilah proses terputus-putus ini terdapat dalam keadaaan manufaktur dimana mesin-mesin itu beroperasi dengan mengalani beberapa kali berhenti dan dirancang lagi untuk membuat produk lain yang berbeda. Contoh : alat-alat untuk pengecoran logam. Setiap saat, bentuk alat ini dapat dirubah
Sifat Produk
Proses produksi yang lain dapat ditentukan menurut sifat produknya, jadi melibatkan ada atau tidaknya spesifikasi pembeli suatu produk tertentu. Dalam hal ini, proses produksi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
Produksi standard
Produksi barang-barang yang sering dilakukan oleh produsen adalah produksi standard. Dalam produksi standard ini, sering dihasilkan sejumlah barang untuk persediaan disamping yang dikirimkan kepada pembeli dan penyalur. Contoh : produksi televisi, almari es, sikat gigi dll. Penggunaan produksi standard ini memerlukan sejumlah modal yang besar untuk :
Memelihara sejumlah persediaan
Menyediakan fasilitas penyimpanan yang memadai
Menanggung resiko kemungkinan turunnya harga pasar, kebakaran, pencurian dll
Produksi pesanan
Produksi pesanan ini muncul atau digunakan bilamana para pembeli menghendaki adanya spesifikasi tertentu dari produk yang diinginkan, sedangkan kemampuan produksinya sangat terbatas. Contoh : pembuatan pakaian dengan ukuran yang tertentu, mebel untuk keperluan khusus dll
KEGIATAN PRODUKSI
Gambaran Sekilas
Keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kegiatan dan pengendalian sistem produksi akan menetukan peningkatan efisiensi operasinya, perencanaan dan pengawasan kuantitas serta kualitas produknya, dan kemampuan sistem tersebut. Dalam hal ini, masalah-masalah yang dihadapi oleh manajer produksi adalah :
Perencanaan produksi
Organisasi produksi
Pengendalian produksi
Pemeliharaan peralatan
Pengawasan dan pemeriksaan kualitas
Perencanaan Produksi
Fungsi produksi adalah menciptakan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Karena itu, agar fungsi produksi dapat berperan dengan baik perencanaan produksi merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan. Perencanaan produksi meliputi keputusan-keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi :
Jenis barang yang akan dibuat
Jumlah barang yang akan dibuat
Cara pembuatan
Perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri atas 4 tahap, yaitu :
Tahap pertama, penentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi
Tahap kedua, penentuan diasin barang yang tepat
Tahap ketiga, penentuan cara pembuatan yang berupa penetuan urutan proses produksi, tempat kerja dan peralatan yang dipakai
Tahap keempat pembuatan, merupakan usaha memodifikasi tahap ketiga yang disesuaikan dengan layout, tuntutan kualitas dan mesin/peralatan yang tersedia
Organisasi Produksi
Dalam perusahaan manufaktur, tanggungjawab untuk memproduksi barang berada pada Bagian Produksi. Didalam bagian tersebut terdapat para spesialis yang ahli dalam perencanaan, supervisi, atau pelaksanaan tahap-tahap dalam proses produksi. Besarnya organisasi produksi yang diperlukan dalam kegiatan ini tergantung pada besarnya perusahaan dan kompleknya proses pengolahan yang diinginkan.
Pengendalian Produksi
Pengendalaian produksi merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif kedalam satu aliran dimana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan gangguan minimum, ongkos terendah dan kemungkinan waktu tercepat. Pembahasan masalah pengendalian produksi ini akan dibatasi pada : (a) jenis pengendalian produksi, (b) tahap-tahap dalam pengendalian produksi, dan (c) alat manajemen yang dikenal sebagai Program Evaluation and Review Technique.
Jenis-jenis Pengendalian Produksi
Ada 2 macam pengendalian produksi, yaitu order control dan flow control.
Order control digunakan oleh perusahaan manufaktur yang beroperasi hanya pada waktu menerima pesanan-pesanan pembelinya
Flow control digunakan dalam pabrik-pabrik yang berproduksi untuk persediaan dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang jadi dari tempat persediaan begitu pesanan pembeli diterima
Prosedur pengendalian dari kedua jenis ini kira-kira sama dan fungsinya adalah untuk menentukan apakah arus material dalam pabrik sudah sesuai dengan waktu yang direncanakan atau untuk menentukan apakah pengangkutan barang jadi ke gudang penyimpanan sudah sesuai dengan waktu yang direncanakan supaya tidak mengganggu penjualannya.
Tahap-tahap dalam Pengendalian Produksi
Ada empat tahap dalam pengendalian produksi, yaitu :
Perencanaan : ini berfungsi untuk memecah pesanan-pesanan dari pembeli dalam beberapa sub-sub bagian yang dicantumkan dalam kartu material yang memuat komponen-komponen jadi ataupun komponen-komponen yang akan diproses lagi.
Routing : meruapakan suatu usaha untuk menentukan urut-urutan dari proses dan alat-alat yang digunakan dalam proses produksi. Sebelum produksi dimulai, semua masalah tersebut disusun terlebih dahulu dalam route sheet.
Scheduling : merupakan suatu usaha untuk menentukan kapan produksi akan dimulai dan selesai untuk diserahkan. Schedule ini harus dibuat sebelum produksi dimulai didalam bentuk master schedule yang kemudian dipecah-pecah kedalam schedule-schedule.
Dispatching : merupakan surat perintah yang berisi wewenang untuk melakukan kegiatan produksi. Surat perintah ini juga dibuat sebelum produksi dimulai dalam bentuk dispatch sheet. Dispatch sheet tersebut memuat beberapa hal tentang pembuatan barang seperti :
Barang apa yang harus dibuat dan jumlahnya
Disain, ukuran dan bahan yang akan dipakai
Mesin dan peralatan yang harus dipakai
Petugas yang harus mngerjakan
Kapan harus dimulai dan selesai
Kepada siapa barang tersebut dijual
Terdapat perbedaan urutan tahap pengendalian produksi, antara proses terus-menerus dengan proses terputus-putus. Pada proses terus-menerus, routing diteteapkan terlebih dahulu baru kemudian scheduling dan terakhir dispatching. Hal demikian ini, karena pada proses terus- menerus, routing ditetapkan pada saat perusahaan didirikan dan untuk jangka waktu yang relatif lama.
Sedang pada proses terputus-putus, scheduling ditetapkan lebih dahulu, kemudian menyusul routing dan terakhir dispatching. Hal ini karena pada proses terputus-putus, barang yang dihasilkan tidak selalu sama, baik jenis, kualitas, jumlah maupun waktu penyerahannya. Oleh karena itu, pengaturan waktu penting untuk didahulukan.
Demikian pula dengan routing pada proses terputus-putus, tidak selalu sama. Penetapan routing pada proses ini harus diusahakan untuk dapat memanfaatkan semua faslitas yang tersedia semaksimal mungkin.
Analisis Jaringan Kerja : Metode Jalur Kritis dan PERT
Analisis jaringan kerja (Network Analysis) merupakan tehnik yang berkaitan dengan masalah penetapan urutan pekerjaan yang diarahkan untuk meminimumkan waktu penyelesaian suatu pekerjaan atau proyek, agar dicapai biaya rendah.
Analisis jaringan kerja ini, banyak dipakai pada scheduling dan terkenal dengan Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation Review Technique (PERT). Dalam bahasa kita terkenal dengan nama Metode Jalur Kritis (MJK).
Tehnik semacam ini berguna terutama untuk menggambarkan elemen-elemen dalam situasi yang kompleks untuk tujuan mendisain, merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengambil keputusan.
Dalam PERT khususnya, mempunyai anggapan bahwa waktu untuk melakasanakan suatu kegiatan tidak menentu, sehingga digunakanlah tiga perkiraan waktu, yaitu optimis, pesimis, dan normal.
Untuk lebih memperjelas pengertian tentang tehnik ini perlu diketahui konsep dasar baik dari analisis jaringan kerja maupun MJK dan PERT dalam penerapannya.
Konsep dasar itu adalah sebagai berikut :
Jaringan Kerja (Network)
Merupakan satu seri (rangkaian) aktivitas yang bersambung dalam menghasilkan barang atau jasa, yang terarah kepada usaha pencapaian tujuan usaha. Dua hal penting untuk diketahui dalam jaringan ini adalah aktivitas (activity) dan kejadian (event). Yang dimaksud dengan aktivitas adalah kegiatan untuk menyelesaikan suatu bagian dari pekerjaan yang membutuhkan satu waktu tertentu. Sedang kejadian adalah saat mulanya atau berakhirnya aktivitas. Kejadian paling akhir tidak dapat terjadi sebelum aktivitas-aktivitas sebelumnya selesai. Antara event mulai dan event penyelesaian dihubungkan dengan aktivitas. Hubungan antara berbagai event, setiap bagian pekerjaan sampai dengan penyelesaian paling akhir, akan membentuk suatu diagram jaringan kerja (network diagram).
Jalur Kritis (Critical Path)
Jalur kritis adalah jalur yang terpanjang dalam menyelesaikan satu rangkaian pekerjaan sampai selesai. Pada contoh dimuka ada empat jalur untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai berikut :
A – B – H memerlukan waktu selama 4 + 5 + 7 = 16 satuan waktu
B – F – H memerlukan waktu selama 2 + 2 + 7 = 12 satuan waktu
B – F – I memerlukan waktu selama 3 + 3 + 5 = 11 satuan waktu
C – G – I memerlukan waktu selama 6 + 8 + 5 = 19 satuan waktu
Dengan demikian, jalur kritis pada ramgkaian kerja ini adalah C – G – I, atau yang dapat ditulis pula dengan 1 – 4, 4 – 6, 6 – 7 dengan waktu selama 19 satuan waktu, yang merupakan waktu maksimum untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kerja tersebut. Jalur kritis ini perlu mendapatkan perhatian serius mengingat beberapa hal berikut :
Jalur kritis menyoroti aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan dengan ceoat, bilaman diinginkan waktu penyelesaian yang lebih pendek.
Setiap penundaan pada setiap aktivitas yang masuk dalam jalur kritis akan menyebabkan penundaan penyelesaian seluruh rangkaian pekerjaan.
Setiap perencanaan pendahuluan dan perbaikan sepanjang jalur kritis mungkin akan menyebabkan jalur lain menjadi kritis.
Secara tegas diketahui, jalur kritis lebih mengarahkan perhatian menajemen pada situasi yang penting, memusatkan perhatian pada kemacetan dan menghilangkan hal-hal yang tidak perlu pada jalur lain yang tidak akan dapat mempercepat penyelesaian seluruh rangkaian pekerjaan.
Aktivitas Semu (Dummy)
Salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian pada setiap penyusunan diagram jaringan kerja adalah aktivitas semu. Yang dimaksud dengan aktivitas semu adalah suatu aktivitas dalam jaringan kerja yang membutuhkan nol satuan waktu. Aktivitas semacam ini menggambarkan hubungan antara satu event yang lebih dahulu dengan dua event berikutnya meskipun tidak asling bergantung satu sama lain.
Keterbatasan-Keterbatasan Metode Jalur Kritis (MJK)
Faktor-faktor yang membatasi penerapan metode jalur kritis adalah :
MJK mendasarkan diri pada asumsi bahwa penyelesaian aktivitas dapat diketahui dengan tepat pada setiap waktu. Hal demikian ini tidak mungkin terjadi pada kehidupan negara.
MJK tidak memasukkan gagasan analisis statistik dalam menetukan perkiraan waktu.
MJK merupakan model perencanaan statik dan bukannya alat kontrol dinamik.
Program Evaluation and Review Technique (PERT)
Kenyataan menunjukkan bahwa kehidupan sehari-hari selalu bersifat dinamik. Sehingga dengan demikian, sebagaimana telah berkali-kali sisebutkan dimuka deadaan masa yang akan adtang tidak menentu (uncertain).
Untuk mengatasi keterbatasan yang disebutkan diatas, diciptakan satu model, sebagai perubahan konsep MJK dengan memasukkan beberapa hal seperti :
Teori probabilitas yang berguna untuk memperjitungkan ketidakpastian masa yang akan datang.
Gagasan analisis statistik untuk memperkirakan standard penyimpangan waktu penyelesaian keseluruhan pekerjaan.
Membuat model baru sebagai alat kontrol yang dinamik.
Didalam PERT digunakan 3 macam perkiraan waktu yaitu :
Waktu yang paling optimis (Wo) merupakan kemungkinan waktu penyelesaian yang paling pendek, jikalau semua pekerjaan berjalan dengan lancar.
Waktu yang paling pesimis (Wp) merupakan kemungkinan waktu penyelesaian yang paling panjang, dengan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan penundaan.
Waktu normal (Wn) merupakan kemungkinan waktu penyelesaian sebagaimana biasa terjadi.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Bahan baku merupakan masalah yang cukup dominan dibidang produksi. Perusahaan selalu menghendaki jumlah persediaan yang cukup agar jalannya produksi tidak terganggu. Kata cukup disini tidak berarti bahwa persediaan bahan harus dalam jumlah besar. Persediaan dalam jumlah yang besar mengandung banyak resiko seperti :
Resiko hilang adn rusak
Biaya pemeliharaan dan pengawasan tinggi
Resiko using
Uang yang tertanam dipersediaan terlalu besar
Dengan demikian jumlah persediaan yang harus ada tidak terlampau besar dan tidak pula terlalu kecil. Persediaan yang terlalu kecil mengandung resiko kehabisan persediaan yang dapat merugikan perusahaan.
Jumlah persediaan yang tepat dapat ditentukan dengan jalan menghitung jumlah persediaan yang paling ekonomis. Jumlah yang ekonomis itu dipengaruhi oleh besar kecilnya jumlah pemesanan. Dengan kata lain untuk mencapai biaya persediaan yang optimal, maka perusahaan harus melakukan pemesanan-pemesanan seekonomis mungkin. Jumlah pemesanan yang ekonomis ini menjadi indikator jumlah persediaan yang tepat. Jumlah pemesanan yang ekonomis dipengaruhi oleh empat faktor yaitu :
Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun
Biaya pemesanan
Biaya penyimpanan
Harga bahan baku
Biaya pemesanan, jika dikaitkan dengan besarnya persediaan, mempunyai ciri yang berlawanan deibanding dengan biaya penyimpanan. Semakin besar volume persediaan akan membuat semakin kecil biaya pemesanan, Karena frekuensi pemesanan yang semakin jarang. Sebaliknya, maikin besar volume persediaan, maka biaya penyimpanan akan semakin besar pula. Ciri demikian ini merupakan dasar penghitungan jumlah pemesanan yang paling ekonomis.
Pemeliharaan Peralatan
Di bidang aktivitas produksi, fungsi pemeliharaan dari perbaikan peralatan sangat memegang peranan. Bilamana hal ini diabaikan, maka akibatnya perusahaan akan menderita rugi yang tidak kecil.
Kerugian yang diderita oleh perusahaan karena kelalaian mengadakan pemeliharaan peralatan disebabkan antara lain :
Kerusakan peralatan yang sudah cukup parah sehingga menyebabkan biaya perbaikan menjadi mahal
Kerugian karena berhentinya sebagian atau keseluruhan kegiatan produksi
Kerugian karena keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen sehingga menyebabkan turunnya pendapatan perusahaan
Perusahaan terpaksa harus membayar claim karena penyerahan yang tidak tepat
Menimbulkan keengganan pelanggan untuk kembali memesan ke perusahaan karena dianggap tidak menepati janji
Masalah pemeliharaan ini bagi pimpinan perusahaan sangat membingungkan karena di satu pihak, penting dan di pihak lain tidak, biayanya sulit diukur dan tidak produktif.
Pada umumnya, biaya pemeliharaan itu dari tahun ke tahun selalu cenderung naik, hal ini disebabkan 3 hal berikut :
Selalu terdapat kenaikan yang ajeg pada kecepatan pengoperasian peralatan, kecepatan toleransi dan spesifikasi produk yang dibuat
Adanya kecenderungan untuk memsang alat kontrol otomatis dan alat-alat pembantu lainnya, sebagai akibat dari pengembangan teknologi
Peralatan baru biasanya lebih mahal karena adanya pengaruh perubahan harga dan perkembangan peralatan itu sendiri, dan agar supaya kenaikan biaya tidak merubah unit cost terlalu meyolok, maka mesin baru diusahakan untuk bekerja lebih lama, lebih produktif atau justru keduanya
Organisasi Pemeliharaan Peralatan
Terdapat dua sistem untuk mengorganisasi pemeliaharaan ini yaitu :
Di desentralisir menurut pusat biaya atau departemen
Keuntungan :
Tenaga mekanik akan mengerti betul penggunaan dan karakteristik alat-alat yang harus mereka pakai
Mempermudah pimpinan mengarahkan orang-orang untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang harus cepat selesai
Kontrol pemeliharaan dapat lebih ditingkatkan, sehingga perbaikan-perbaikan besar dapat lebih diperkecil
Kelemahan :
Fleksibilitas sangat rendah
Terdapatnya duplikasi tenaga kerja
Sentralisasi
Dalam perusahaan hanya terdapat satu bagian yang khusus menangani perbaikan dan pemeliharaan peralatan.
Keuntungan :
Tidak terdapat duplikasi alat-alat, tenaga kerja dan persediaan suku cadang
Fleksibilitas yang tinggi
Kelemahan :
Memerlukan tenaga kerja yang dapat menangani berbagai bidang atau memerlukan tenaga spesialisasi cukup banyak
Memerlukan perencanaan, pengaturan jadwal waktu dan pembagian tugas yang efektif agar pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan efisien
Sulit untuk menetapkan pembagian tugas dengan baik pada pekerjaan-pekerjaan yang harus didahulukan dan diselesaikan dengan segera
Beban pekerjaan bagian pemeliharaan semakin berat
Program pemeliharaan peralatan itu antara lain meliputi :
Penyusunan yang meliputi penentuan tugas-tugas yang akan dilakukan, prioritasnya dan tenaganya
Mengatur jadwal waktu dan beban pekerjaan sesuai dengan skala prioritasnya
Mengatur kartu perintah kerja dan kartu pemeliharaan setiap peralatan untuk mengawasi keajegan pemeliharaan dan suku cadang yang diganti
Mengatur penggunaan suku cadang dengan memakai kartu kendali untuk mempermudah administrasi gudang
Mengatur program latihan (training) untuk meningkatkan keterampilan kerja
Menagatur distribusi waktu kapan peralatan diperbaiki dengan memperhitungkan kerugiannya
Pengawasan Kualitas dan Inspeksi
Masalah pengawasan kualitas dan inspeksi ini, tidak hanya menyangkut tentang barangnya saja, akan tetapi menyangkut pula kebijakan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar, kebutuhan investasi, kemempuan menghasilkan kembali (return on investment), persaingan, kualitas dan disain teknis, standard bahan baku, proses dan kemampuan kerja barang yang bersangkutan, serta berbagai inspeksi di bidang-bidang kualitas bahan yang dipakai, operasi yang dugunakan dan daya kerja barang yang dibuatnya.
Terdapat empat tahap dalam pengawasan kualitas yaitu :
Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar
Tahap penentuan disain tehnis untuk mencapai target tuntutan pasar
Tahap pembuatan, beberapa pengawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi, sebagai perwujudan pelaksanaan tahap 1 dan 2
Tahap penggunaan di lapangan, dimana pemasangan akan berpengaruh kepada kualitas akhir dan pengefektifan jaminan kualitas serta daya kerja barang
Pengawasan Kualitas di dalam Produksi
Pengawasan/pengendalian mengajukan pertanyaan-pertanyaan kapan, berapa kali dan berpakah jumlah barang yang akan diinspeksi. Bilamana terjadi kerusakan, pengawasan menentukan penyebab kesalahan dan melakukan perbaikan.
Konsep probabilitas sangat memegang peranan pada tahap pengawasan kualitas ini dengan cara menetapkan perencanaan contoh (sampel) yang merupakan sarana untuk pengawasan kualitas barang-barang yang keluar dan dengan menggunakan prosedur bagan pengawasan secara kotinyu akan dapat mendeteksi mesin-mesin dan proses-proses yang tidak berjalan dengan semestinya.
Bagan Pengawasan (Control Chart)
Pada dasarnya, penyimpangan yang sering terjadi dalam proses industri, dibagi dalam 2 kategori :
Penyimpangan-penyimpangan yang tidak dapat ditentukan
Penyimpangan semacam ini, biasanya sangat kompleks, akan tetapi tidak begitu berarti bagi total penyimpangan yang terjadi, karena frekuensinya yang terlalu kecil
Penyimpangan-penyimpangan yang ditentukan
Biasanya, penyimpangan-penyimpangan semacam ini kerap kali terjadi dan dapat diketahui penyebabnya yang pada umunya disebabkan karena :
Perbedaan-perbedaan antara pekerja
Perbedaan-perbedaan antara mesin-mesin
Perbedaan-perbedaan antara bahan baku
Perbedaan karena interaksi antara dua atau ketiga faktor yang disebutkan diatas
Atas dasar hasil penyelidikan dari kedua penyimpangan tersebut dapat dibuat suatu control chart sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi di mana penyebabnya. Dengan demikian, perusahaan dapat melakukan perbaikan-perbaikan.
Lokasi dan Layout Pabrik
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk pabrik baru, yaitu :
Dekat dengan pasar
Dekat dengan bahan baku
Ongkos transport
Penyediaan tenaga kerja
Penyediaan sumber tenaga/energy
Lingkungan sekitar
Iklim
Cara Penentuan Lokasi Pabrik
Terdapat dua cara menetukan lokasi pabrik yakni :
Cara Kualitatif
Cara ini merupakan cara yang paling sederhana yaitu cukup mengadakan penilaian kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap memegang peranan pada setiap alternatif lokasi. Hasil penilaian, biasanya dinyatakan di dalam ukuran baik sekali, baik, sedang, kurang, kurang sekali.
Cara Kuantitatif
Terdapat dua cara kuantitatif yakni :
Cara yang sederhana, merupakan usaha mengkuantifikasi analisis kuantitatif yang telah dilakukan, dengan cara memberikan SCORE pada masing-masing kriteria.
Cara yang komplek, cara ini menggunakan rumus-rumus matematika dan menggunakan model tertentu yang banyak digunakan dalam OPERATION RESEARCH. Model yang umumnya digunakan sebagai dasar penentuan lokasi pabrik adalah linear programming dengan metode simplex
Layout Fasilitas Produksi
Layout fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat-alat, tenaga kerja dan kegiatan-kegiatan di dalam produksi.
Adapun tujuan pokok dari layout pabrik ini adalah :
Untuk meminimumkan biaya pengangkutan dan penanganan
Untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan
Untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efisien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan
Untuk melakukan pekerjaan yang efisien
Untuk memudahkan pengawasan pekerjaan bagi mandor
Dalam hal ini, layout dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
Process Layout merupakan penyusunan fasilitas produksi di mana mesin-mesin yang mempunyai fungsi sama ditempatkan pada tempat yang tertentu.
Product Layout merupakan pengaturan mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus proses produksinya.
makalah pengantar bisnis
nama kelompok: npm:
rachmat.dwiantono 25210500
andhika 20210657
afri 20210247
victor 29210545
kelas: 1Eb20
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. IDENTIFIKASI MASALAH
C. PEMBATASAN MASALAH.
D. PERUMUSAN MASALAH.
BAB II PEMBAHASAN
A. TUJUAN pembuatan roti .
B. FUNGSI pembuatan roti yang hegenis dan sehat di konsumsi para pembeli.
BAB III PENUTUP
A. SIMPULAN
B. SARAN
Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah S.W.T, yang telah memberikan kesehatan pada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini serta yang menciptakan alam semesta ini. Allah menciptakan manusia dengan akal dan pikiran untuk memenuhi kehidupannya serta dapat mengembangkan teknologi sehingga lebih maju. Semua itu dibutuhkan kemampuan dan belajar. Belajar dan usaha merupakan jalan agar seseorang bisa mencapai tujuannya.
Selesai makalah ini pada tanggal 14 november 2010
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dengan adanya kegiatan ini siswa di harapkan mampu membuat laporan mengenai “pembuatan roti dan pembaharuan suara” sambil melakukan penelitian, sehingga kita dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan roti dan pembaharuan suara, selain itu kegiatan ini pun ditinjau untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan para siswa-siswi kelas x (sepuluh) dalam memperdalam ilmu pengetahuan alam biologi.
1.2 Pokok pembahasan
Dalam makalah ini penyusun akan menguraikan tentang pembuatan roti dan pembaharuan suara, yang terdiri dari beberapa sub – pokok bahasan diantaranya :
Bahan-bahan membuat roti
Cara pembuatan roti
Macam-macam roti
Zat-zat yang digunnakan
Suara pembaharuan
1.3 Tujuan pembuatan makalah
1. Bidang pembelajaran
a.Siswa dapat menyusun sebuah laporan sesuai dengan tugas yang diberikan guru bidang study
b. Siswa memperoleh pengetahuann-pengetahuan paraktis yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengembangkan intelektual dirinya dimasa yang akan datang
2. Bidang organisasi
a. Siswa dapat menulis suatu perencanaan tugas kegiatan kerja, untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan menempuh musyawarah dan mufakat
b. Melatih siswa agar mampu melaksanakan tugas kerja sesuai dengan recana yang telah disusun dan diterapkan bersama
1.4 Metode penelitian
Dalam penulisan makalah ini, penyusun menguraikan pokok-pokok bahasa dengan menggunakan metode study banding umum, seperti aspek biologi dan llingkungan
1.5 Sistematika penelitian
Sistematika yang digunakan oleh penyusun dalam melakukan penelitiannya adalah mengumpulkan data dari setiap anggota kelompok kemudian menyusunnya menjadi sebuah makalah
BAB II
PEMBUATAN ROTI
Dalam pembuatan roti ada 2 tahap yang harus diperhatikan diantaranya :
1.Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan roti
2.Cara-cara dalam pembuatan roti
A. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan roti :
1. Tepung terigu
2. Telur
3. Mentega
4. Gula pasir
5. Vanili
6. Coklat bubuk
7. Bahan pengawet
8. Bahan pengembang
B. Cara pembuatan roti :
1. masukan tepung terigu dan telur lalu diaduk hingga rata
2. setelah rata masukan gula pasir dan mentega, vanili, kemudian aduk hingga rata,
3. setelah adonannya kental lalu masukan bahan pengawet dan bahan pengembang
4. setelah rata masukan adonan tersebut kedalam loyang atau cetakan roti lalu masukan coklat tersebut kedalam roti tersebut
5. kemudian masukan loyang tersebut kedalam open
6. tunggu sampai 15 menit setelah selesai angkat dan dinginkan selama 15 menit.
7. Setelah dingin masukan roti – roti tersebut ke dalam bungkus yang sudah tersedia.
C. Alat yang digunakan dalam pembuatan roti :
1. Mesin adonan 4. Mesin pengocok telur
2. Mesin penggerak ( desel )
3. Mesin roling
Bahan Dasar Roti
Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatan roti. Perhatikan di dalam memilih jenis terigu. Jenis yang paling tepat adalah tepung terigu jenis hard wheat dengan kandungan gluten di atas 12,5 %. Kandungan glutennya yang tinggi akan membentuk jaringan elastis selama proses pengadukan. Pada tahap fermentasi gas yang terbentuk oleh yeast akan tertahan oleh jaringan gluten, hasilnya adonan roti akan mengembang besar dan empuk teksturnya. Jangan Anda bersepekulasi dengan menambahkan jenis tepung-tepungan yang lain, kalau tidak roti akan padat, berat, bervolume kecil dan teksturnya kasar.
Air atau cairan (susu segar, bir, sari buah-buahan dll) dalam pembuatan roti mempunyai banyak fungsi. Dengan tercampurnya tepung dengan air akan memungkinkan terbentuknya gluten. Selain itu air juga berfungsi mengontrol kepadatan adonan dan membantu penyebaran bahan-bahan lain agar dapat tercampur rata. Untuk adonan roti, gunakan air dengan pH normal (air minum) sehingga mendapatkan roti yang maksimal.
Roti tidak akan mengembang tanpa menambahkan yeast atau ragi ke dalam adonan. Jenis yeast yang digunakan adalah golongan khamir jenis Saccaromyces Cerevisiae. Mikroorganisme ber sel satu inilah yang berkerja selama proses fermentasi, selama proses fermentasi yeast merubah karbohidrat dan gula menjadi gas karbondioksida (CO2) dan alkohol. Zat inilah yang menjadikan adonan mengembang, terbentuk serat-serat pada adonan dan aroma harum khas roti.
Lemak juga bahan yang sering di tambahkan pada pembuatan roti. Margarin dan butter adalah pilihanya. Di dalam adonan lemak dapat menahan gas CO2 keluar dari adonan sehingga akan diperoleh volume roti lebih besar. Untuk mendapatkan citarasa yang lezat disarankan menggunakan butter, sedangkan margarin menjadikan roti beraroma lebih ringan.
Gula, garam dan bread improver. Ketiga bahan ini tidak mutlak diperlukan, namun demikian jika ditambahkan sesuai dengan kebutuhan akan menjadikan kualitas roti lebih baik. Penambahan gula secara tepat akan membuat kerak roti lebih bagus, memberikan citarasa manis dan proses fermentasi berjalan lebih cepat karena gula adalah sumber makanan bagi yeast. Garam berperan sebaliknya, penggunaan garam yang berlebihan akan menghambat kerja ragi sehingga proses fermentasi berjalan lambat. Namun demikian garam dapat meningkatkan citarasa gurih dan membuat jaringan gluten lebih kuat. Jika anda menginginkan roti bertekstur lebih empuk, tambahkan bread improver. Bahan ini akan membantu memperbaiki tekstur roti menjadi lebih lembut dan empuk.
Proses Pembuatan Roti
Adonan roti dapat dibuat dengan tiga metode. Pertama metode sponge and dough, metode ini dibuat dengan dua tahap, pertama dengan membuat adonan biang, dari adonan biang kemudian ditambahkan bahan-bahan lain, diaduk sampai kalis baru difermentasikan. Kedua metode straight dough. Metode ini paling tepat karena semua bahan di campur menjadi satu, di aduk sampai kalis dan di fermentasikan. Terakhir adalah metode no time dough, proses pembuatanya sama seperti metode straight dough namun proses fermentasinya dipersingkat bahkan terkadang tidak difermentasikan. Kekurangan metode ini, volume roti tidak akan maksimal, aroma khas roti tidak terbentuk dan memerlukan bread improver lebih banyak sebagai bahan pengembangnya. Penggunaan suhu oven dalam pembuatan roti juga harus tepat. Suhu yang paling sesuai adalah kisaran 180 – 200 derajat C dengan waktu pemanggangan 20 – 25 menit
Jika Anda rajin mencoba dan mengikuti petunjuk resep dengan baik, kami yakin Anda akan berhasil dalam membuat roti. Seluruh keluarga pasti akan menyambut gembira menikmati lezatnya roti bikinan mama. Selamat Berkreasi !. (Budi Sutomo)
penutup
sekian makalah dari kami semoga bermanfaat untuk mahasiswa dan mahasiswi universitas gunadarma,apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dari kelompok kami mohon di maafkan sebesar-sebesarnya. Asslammualaikum.wr.wb
rachmat.dwiantono 25210500
andhika 20210657
afri 20210247
victor 29210545
kelas: 1Eb20
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. IDENTIFIKASI MASALAH
C. PEMBATASAN MASALAH.
D. PERUMUSAN MASALAH.
BAB II PEMBAHASAN
A. TUJUAN pembuatan roti .
B. FUNGSI pembuatan roti yang hegenis dan sehat di konsumsi para pembeli.
BAB III PENUTUP
A. SIMPULAN
B. SARAN
Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah S.W.T, yang telah memberikan kesehatan pada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini serta yang menciptakan alam semesta ini. Allah menciptakan manusia dengan akal dan pikiran untuk memenuhi kehidupannya serta dapat mengembangkan teknologi sehingga lebih maju. Semua itu dibutuhkan kemampuan dan belajar. Belajar dan usaha merupakan jalan agar seseorang bisa mencapai tujuannya.
Selesai makalah ini pada tanggal 14 november 2010
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dengan adanya kegiatan ini siswa di harapkan mampu membuat laporan mengenai “pembuatan roti dan pembaharuan suara” sambil melakukan penelitian, sehingga kita dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan roti dan pembaharuan suara, selain itu kegiatan ini pun ditinjau untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan para siswa-siswi kelas x (sepuluh) dalam memperdalam ilmu pengetahuan alam biologi.
1.2 Pokok pembahasan
Dalam makalah ini penyusun akan menguraikan tentang pembuatan roti dan pembaharuan suara, yang terdiri dari beberapa sub – pokok bahasan diantaranya :
Bahan-bahan membuat roti
Cara pembuatan roti
Macam-macam roti
Zat-zat yang digunnakan
Suara pembaharuan
1.3 Tujuan pembuatan makalah
1. Bidang pembelajaran
a.Siswa dapat menyusun sebuah laporan sesuai dengan tugas yang diberikan guru bidang study
b. Siswa memperoleh pengetahuann-pengetahuan paraktis yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengembangkan intelektual dirinya dimasa yang akan datang
2. Bidang organisasi
a. Siswa dapat menulis suatu perencanaan tugas kegiatan kerja, untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan menempuh musyawarah dan mufakat
b. Melatih siswa agar mampu melaksanakan tugas kerja sesuai dengan recana yang telah disusun dan diterapkan bersama
1.4 Metode penelitian
Dalam penulisan makalah ini, penyusun menguraikan pokok-pokok bahasa dengan menggunakan metode study banding umum, seperti aspek biologi dan llingkungan
1.5 Sistematika penelitian
Sistematika yang digunakan oleh penyusun dalam melakukan penelitiannya adalah mengumpulkan data dari setiap anggota kelompok kemudian menyusunnya menjadi sebuah makalah
BAB II
PEMBUATAN ROTI
Dalam pembuatan roti ada 2 tahap yang harus diperhatikan diantaranya :
1.Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan roti
2.Cara-cara dalam pembuatan roti
A. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan roti :
1. Tepung terigu
2. Telur
3. Mentega
4. Gula pasir
5. Vanili
6. Coklat bubuk
7. Bahan pengawet
8. Bahan pengembang
B. Cara pembuatan roti :
1. masukan tepung terigu dan telur lalu diaduk hingga rata
2. setelah rata masukan gula pasir dan mentega, vanili, kemudian aduk hingga rata,
3. setelah adonannya kental lalu masukan bahan pengawet dan bahan pengembang
4. setelah rata masukan adonan tersebut kedalam loyang atau cetakan roti lalu masukan coklat tersebut kedalam roti tersebut
5. kemudian masukan loyang tersebut kedalam open
6. tunggu sampai 15 menit setelah selesai angkat dan dinginkan selama 15 menit.
7. Setelah dingin masukan roti – roti tersebut ke dalam bungkus yang sudah tersedia.
C. Alat yang digunakan dalam pembuatan roti :
1. Mesin adonan 4. Mesin pengocok telur
2. Mesin penggerak ( desel )
3. Mesin roling
Bahan Dasar Roti
Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatan roti. Perhatikan di dalam memilih jenis terigu. Jenis yang paling tepat adalah tepung terigu jenis hard wheat dengan kandungan gluten di atas 12,5 %. Kandungan glutennya yang tinggi akan membentuk jaringan elastis selama proses pengadukan. Pada tahap fermentasi gas yang terbentuk oleh yeast akan tertahan oleh jaringan gluten, hasilnya adonan roti akan mengembang besar dan empuk teksturnya. Jangan Anda bersepekulasi dengan menambahkan jenis tepung-tepungan yang lain, kalau tidak roti akan padat, berat, bervolume kecil dan teksturnya kasar.
Air atau cairan (susu segar, bir, sari buah-buahan dll) dalam pembuatan roti mempunyai banyak fungsi. Dengan tercampurnya tepung dengan air akan memungkinkan terbentuknya gluten. Selain itu air juga berfungsi mengontrol kepadatan adonan dan membantu penyebaran bahan-bahan lain agar dapat tercampur rata. Untuk adonan roti, gunakan air dengan pH normal (air minum) sehingga mendapatkan roti yang maksimal.
Roti tidak akan mengembang tanpa menambahkan yeast atau ragi ke dalam adonan. Jenis yeast yang digunakan adalah golongan khamir jenis Saccaromyces Cerevisiae. Mikroorganisme ber sel satu inilah yang berkerja selama proses fermentasi, selama proses fermentasi yeast merubah karbohidrat dan gula menjadi gas karbondioksida (CO2) dan alkohol. Zat inilah yang menjadikan adonan mengembang, terbentuk serat-serat pada adonan dan aroma harum khas roti.
Lemak juga bahan yang sering di tambahkan pada pembuatan roti. Margarin dan butter adalah pilihanya. Di dalam adonan lemak dapat menahan gas CO2 keluar dari adonan sehingga akan diperoleh volume roti lebih besar. Untuk mendapatkan citarasa yang lezat disarankan menggunakan butter, sedangkan margarin menjadikan roti beraroma lebih ringan.
Gula, garam dan bread improver. Ketiga bahan ini tidak mutlak diperlukan, namun demikian jika ditambahkan sesuai dengan kebutuhan akan menjadikan kualitas roti lebih baik. Penambahan gula secara tepat akan membuat kerak roti lebih bagus, memberikan citarasa manis dan proses fermentasi berjalan lebih cepat karena gula adalah sumber makanan bagi yeast. Garam berperan sebaliknya, penggunaan garam yang berlebihan akan menghambat kerja ragi sehingga proses fermentasi berjalan lambat. Namun demikian garam dapat meningkatkan citarasa gurih dan membuat jaringan gluten lebih kuat. Jika anda menginginkan roti bertekstur lebih empuk, tambahkan bread improver. Bahan ini akan membantu memperbaiki tekstur roti menjadi lebih lembut dan empuk.
Proses Pembuatan Roti
Adonan roti dapat dibuat dengan tiga metode. Pertama metode sponge and dough, metode ini dibuat dengan dua tahap, pertama dengan membuat adonan biang, dari adonan biang kemudian ditambahkan bahan-bahan lain, diaduk sampai kalis baru difermentasikan. Kedua metode straight dough. Metode ini paling tepat karena semua bahan di campur menjadi satu, di aduk sampai kalis dan di fermentasikan. Terakhir adalah metode no time dough, proses pembuatanya sama seperti metode straight dough namun proses fermentasinya dipersingkat bahkan terkadang tidak difermentasikan. Kekurangan metode ini, volume roti tidak akan maksimal, aroma khas roti tidak terbentuk dan memerlukan bread improver lebih banyak sebagai bahan pengembangnya. Penggunaan suhu oven dalam pembuatan roti juga harus tepat. Suhu yang paling sesuai adalah kisaran 180 – 200 derajat C dengan waktu pemanggangan 20 – 25 menit
Jika Anda rajin mencoba dan mengikuti petunjuk resep dengan baik, kami yakin Anda akan berhasil dalam membuat roti. Seluruh keluarga pasti akan menyambut gembira menikmati lezatnya roti bikinan mama. Selamat Berkreasi !. (Budi Sutomo)
penutup
sekian makalah dari kami semoga bermanfaat untuk mahasiswa dan mahasiswi universitas gunadarma,apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dari kelompok kami mohon di maafkan sebesar-sebesarnya. Asslammualaikum.wr.wb
Kamis, 04 November 2010
Pemasaran
Pemasaran
PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN
· Pengertian Pemasaran
Menurut William J. Stanton, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pada pembeli potensial.
Pemasaran merupakan keseluruhan dari pengertian tentang :
1. Penjualan
2. Perdagangan
3. Distribusi
· Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan.
Pemasaran adalah termasuk salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu dalam penciptaan nilai ekonomi. Sedangkan nilai ekonomi itu sendiri akan menentukan harga barang dan jasa bagi individu-individu. Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah :
§ Produksi yang membuat barang-barang
§ Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut.
Perusahaan dapat menciptakan lima macam faedah, yakni :
1. Faedah bentuk (form utility)
2. Faedah waktu ( time utility)
3. Faedah tempat (place utility)
4. Faedah milik (ownership utility)
5. Faedah informasi (information utility)
Dari kelima faedah tersebut, kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah, yaitu : faedah waktu, tempat, milik, dan informasi. Sedangkan faedah bentuk diciptakan oleh kegiatan produksi.
1. Faedah Waktu
Faedah waktu dapat diciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutuhkan untuk membelinya. Ini memerlukan suatu riset pemasaran untuk menentukan jenis produk apakah yamh diinginkan oleh konsumen pada suatu saat. Jadi produk yang ditawarkan harus selalu siap pada saat diperlukan oleh konsumen.
2. Faedah Tempat
Faedah tempat merupakan faedah yang diciptakan dengan menyediakan produk pada tempat yang strategis apabila konsumen ingin membelinya. Jadi, penjual berusaha untuk menentukan lokasi persediaan produknya sedekat mungkin dengan konsumen.
3. Faedah Milik
Faedah milik diciptakan dengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli. Pada prinsipnya, transaksi jual-beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli sudah dapat menciptakan faedah milik meskipun secara fisik produknya belum berada ditangan pembeli.
4. Faedah Informasi
Faedah informasi diciptakan dengan memberikan informasi tentang penawaran suatu produk kepada konsumen. Jadi, konsumen akan lebih memahami tentang produk yang ditawarkan oleh perusahaan sehingga lebih mudah dalam mengambil keputusan untuk membelinya. Dalam kegiatan pemasaran, pemberi informasi tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan promosi.
· Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Konsep pemasaran ini banyak dianut oleh perusahaan modern yang ingin mencapai laba jangka panjang dengan berorientasi kepada konsumen atau pasar.
· Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
§ Pendekatan serba fungsi (functional approach)
Jumlah dan macam dari fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagang. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah :
1. Penjualan
2. Pembeli
3. Pengangkutan
4. Penyimpanan
5. Pembelanjaan
6. Penanggungan Risiko
7. Standardisasi dan Grading
8. Pengumpulan Informasi Pasar
§ Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran.
§ Pendekatan serba barang (commodity approach)
Suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.
§ Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
Suatu kerangka yang terdiri atas variabel-variabel yang dapat dikontrol seperti : produk perusahaan, saluran distribusi, harga, dan promosi, ditambah dengan variabel-variabel yang tidak dapat di kontrol atau variabel lingkungan seperti persaingan, permintaan dan masyarakat.
§ Pendekatan serba sistem (total system approach)
Sumber pamasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Sebagai salah satu fungsi pokok dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh seorang manajerpemasaran yang kebanyakan bertanggung jawab pada direktur perusahaan. Manajer pemasaran membawahi sejumlah individu yang dikelompokkan ke dalam sub bagian, yaitu :
1. Sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang.
2. Sub bagian penjualan umum.
Kepala sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan alat penunjang bertanggung jawab terhadap masalah-masalah :
1. Perencanaan dan perdagangan barang
2. Periklanan
3. Riset pemasaran
4. Analisis dan pengawasan penjualan
5. Anggaran penjualan
6. Peramalan penjualan
7. Perencanaan saluran, teritorial dan kuota
8. Pengawasan persediaan
9. Penjadwalan produksi
10. Distribusi fisik
Sedangkan kepala sub bagian penjualan umum bertanggung jawab terhadap masalah-masalah :
1. Penjualan lapangan
2. Kegiaatan kantor penjualan termasuk srvis langganan dan servis barang.
PASAR
· Pengertian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.
Dari definisi tersebut dapatlah diketahui adanya tiga unsur penting yang terdapat dalam pasar, yakni :
1. Orang dengan segala keinginannya
2. Daya beli mereka
3. Kemauan untuk membelanjakan uangnya.
· Macam-macam Pasar
Pada pokoknya, pasar dapat dikelompokkan kedalam 4 golongan, yakni :
1. Pasar konsumen
2. Pasar industri
3. Pasar penjual
4. Pasar pemerintah
· Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-membagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
MARKETING MIX DAN PRODUK
· Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
· Pengertian Barang
Barang/produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
· Penggolonngan Barang menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongkritannya
Penggolongan ini menunjukkan berapa kali sebuah barang dapat digunakan, apakah sekali, dua kali, atau beberapa kali, atau sekian banyak kali. Selain itu, penggolongan tersebut juga menunjukkan kongkrit-tidaknya suatu barang, sehingga barang-barang dibagi kedalam : 1. Barang tahan lama, 2. Barang tidak tahan lama, 3. Jasa.
· Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaian oleh si Pemakai
Penggolongan barang menurut tujuan pemakaian oleh si pemakai ini banyak digunakan karena sangat praktis. Dalam hal ini, barang dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu :
1. Barang Konsumsi
a. Barang konvenien
b. Barang shopping
c. Barang spesial
2. Barang Industri
1. Bahan baku
2. Komponen dan barang setengah jadi
3. Perlengkapan operasi
4. Instalasi
5. Peralatan ekstra
· Siklus Kehidupan Barang (Product Life Cycle)
Seperti halnya manusia, barang juga memiliki siklus kehidupan/umur (life cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terdapat di pasaran, ini disebut juga siklus kehidupan barang.
Siklus kiahidupan barang terdiri dari 5 tahap, yaitu :
1. Tahap Perkenalan
2. Tahap Pertumbuhan
3. Tahap Kedewasaan dan Kejenuhan
4. Tahap Kemunduran
· Merk
Brand adalah suatu nama, istilah simbul, atau disain (rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
SALURAN PEMASARAN
· Pengertian SaluranDistribusi
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
· Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri
Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industri. Adapaun macam-macam perantara yang ada adalah :
1. Pedagang besar
2. Pengecer
3. Agen
· Saluran Distribusi Ganda
Ada beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut antara lain :
1. Jenis barang yang dipasarkan
2. Produsen yang menghasilkan produknya
3. Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian
4. Pasar yang dituju
· Perantara Saluran
Adapun jenis-jenis perantara adalah :
1. Pedagang Besar
2. Pengecer
3. Agen
· Jumlah Perantara dalam Saluran
Setelah produsen menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, masalah yang akan dihadapi berikutnya adalah masalah penentuan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai perantara pada tingkat perdagangan besar dan/atau pedagang eceran. Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternatif yang dapat ditempuhnya, yaitu :
1. Distribusi Insentif
2. Distribusi selektif
3. Distribusi ekslusif
· Distribusi fisik
Pada pokoknya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah :
1. Pengangkutan
2. Penyimpanan
PENENTUAN HARGA
· Arti dan Pentingnya Harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambahkan beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayannya.
· Faktor-faktor yang Mempengaruhi tingkat Harga
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :
1. Kondisi Perekonomian
2. Penawaran dan Permintaan
3. Elastisitas Permintaan
4. Persaingan
5. Biaya
6. Tujuan Manajer
7. Pengawasan Pemerintah
· Metode-metode Penetapan Harga
1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)
Rumusnya : BIAYA TOTAL + MARJIN = HARGA JUAL
2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)
Rumusnya : HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL
3. Penetapan Harga Break-even (Break-even Pricing)
Rumusnya : BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
· Politik Penetapan Harga
Beberapa politik penetapan harga, yaitu :
1. Penetapan Harga Psikhologis
2. Price Lining
3. Potongan Harga
a. Potongan kuantitas
b. Potongan dagang
c. Potongan tunai
d. Potongan musiman
4. Penetapan Harga Geografis
PROMOSI DAN PERIKLANAN
· Promosi
Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu-arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi ini pada umumnya ada empat, yaitu :
Periklana
Personal selling
Promosi penjualan
Publisitas dan hubungan masyarakat
· Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
1. Tujuan Periklanan
2. Jenis Periklanan
3. Media Periklanan
4. Biro Periklanan
PERSONAL SELLING, PROMOSI PENJUALAN, DAN PUBLISITAS. Personal Selling
Personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
Materi dalam personal selling ada dua
1. Proses Personal Selling
2. Jenis Tugas Penjualan dan Salesman
PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN
· Pengertian Pemasaran
Menurut William J. Stanton, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pada pembeli potensial.
Pemasaran merupakan keseluruhan dari pengertian tentang :
1. Penjualan
2. Perdagangan
3. Distribusi
· Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan.
Pemasaran adalah termasuk salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu dalam penciptaan nilai ekonomi. Sedangkan nilai ekonomi itu sendiri akan menentukan harga barang dan jasa bagi individu-individu. Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah :
§ Produksi yang membuat barang-barang
§ Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut.
Perusahaan dapat menciptakan lima macam faedah, yakni :
1. Faedah bentuk (form utility)
2. Faedah waktu ( time utility)
3. Faedah tempat (place utility)
4. Faedah milik (ownership utility)
5. Faedah informasi (information utility)
Dari kelima faedah tersebut, kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah, yaitu : faedah waktu, tempat, milik, dan informasi. Sedangkan faedah bentuk diciptakan oleh kegiatan produksi.
1. Faedah Waktu
Faedah waktu dapat diciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutuhkan untuk membelinya. Ini memerlukan suatu riset pemasaran untuk menentukan jenis produk apakah yamh diinginkan oleh konsumen pada suatu saat. Jadi produk yang ditawarkan harus selalu siap pada saat diperlukan oleh konsumen.
2. Faedah Tempat
Faedah tempat merupakan faedah yang diciptakan dengan menyediakan produk pada tempat yang strategis apabila konsumen ingin membelinya. Jadi, penjual berusaha untuk menentukan lokasi persediaan produknya sedekat mungkin dengan konsumen.
3. Faedah Milik
Faedah milik diciptakan dengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli. Pada prinsipnya, transaksi jual-beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli sudah dapat menciptakan faedah milik meskipun secara fisik produknya belum berada ditangan pembeli.
4. Faedah Informasi
Faedah informasi diciptakan dengan memberikan informasi tentang penawaran suatu produk kepada konsumen. Jadi, konsumen akan lebih memahami tentang produk yang ditawarkan oleh perusahaan sehingga lebih mudah dalam mengambil keputusan untuk membelinya. Dalam kegiatan pemasaran, pemberi informasi tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan promosi.
· Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Konsep pemasaran ini banyak dianut oleh perusahaan modern yang ingin mencapai laba jangka panjang dengan berorientasi kepada konsumen atau pasar.
· Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
§ Pendekatan serba fungsi (functional approach)
Jumlah dan macam dari fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagang. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah :
1. Penjualan
2. Pembeli
3. Pengangkutan
4. Penyimpanan
5. Pembelanjaan
6. Penanggungan Risiko
7. Standardisasi dan Grading
8. Pengumpulan Informasi Pasar
§ Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran.
§ Pendekatan serba barang (commodity approach)
Suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.
§ Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
Suatu kerangka yang terdiri atas variabel-variabel yang dapat dikontrol seperti : produk perusahaan, saluran distribusi, harga, dan promosi, ditambah dengan variabel-variabel yang tidak dapat di kontrol atau variabel lingkungan seperti persaingan, permintaan dan masyarakat.
§ Pendekatan serba sistem (total system approach)
Sumber pamasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Sebagai salah satu fungsi pokok dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh seorang manajerpemasaran yang kebanyakan bertanggung jawab pada direktur perusahaan. Manajer pemasaran membawahi sejumlah individu yang dikelompokkan ke dalam sub bagian, yaitu :
1. Sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang.
2. Sub bagian penjualan umum.
Kepala sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan alat penunjang bertanggung jawab terhadap masalah-masalah :
1. Perencanaan dan perdagangan barang
2. Periklanan
3. Riset pemasaran
4. Analisis dan pengawasan penjualan
5. Anggaran penjualan
6. Peramalan penjualan
7. Perencanaan saluran, teritorial dan kuota
8. Pengawasan persediaan
9. Penjadwalan produksi
10. Distribusi fisik
Sedangkan kepala sub bagian penjualan umum bertanggung jawab terhadap masalah-masalah :
1. Penjualan lapangan
2. Kegiaatan kantor penjualan termasuk srvis langganan dan servis barang.
PASAR
· Pengertian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.
Dari definisi tersebut dapatlah diketahui adanya tiga unsur penting yang terdapat dalam pasar, yakni :
1. Orang dengan segala keinginannya
2. Daya beli mereka
3. Kemauan untuk membelanjakan uangnya.
· Macam-macam Pasar
Pada pokoknya, pasar dapat dikelompokkan kedalam 4 golongan, yakni :
1. Pasar konsumen
2. Pasar industri
3. Pasar penjual
4. Pasar pemerintah
· Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-membagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
MARKETING MIX DAN PRODUK
· Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
· Pengertian Barang
Barang/produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
· Penggolonngan Barang menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongkritannya
Penggolongan ini menunjukkan berapa kali sebuah barang dapat digunakan, apakah sekali, dua kali, atau beberapa kali, atau sekian banyak kali. Selain itu, penggolongan tersebut juga menunjukkan kongkrit-tidaknya suatu barang, sehingga barang-barang dibagi kedalam : 1. Barang tahan lama, 2. Barang tidak tahan lama, 3. Jasa.
· Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaian oleh si Pemakai
Penggolongan barang menurut tujuan pemakaian oleh si pemakai ini banyak digunakan karena sangat praktis. Dalam hal ini, barang dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu :
1. Barang Konsumsi
a. Barang konvenien
b. Barang shopping
c. Barang spesial
2. Barang Industri
1. Bahan baku
2. Komponen dan barang setengah jadi
3. Perlengkapan operasi
4. Instalasi
5. Peralatan ekstra
· Siklus Kehidupan Barang (Product Life Cycle)
Seperti halnya manusia, barang juga memiliki siklus kehidupan/umur (life cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terdapat di pasaran, ini disebut juga siklus kehidupan barang.
Siklus kiahidupan barang terdiri dari 5 tahap, yaitu :
1. Tahap Perkenalan
2. Tahap Pertumbuhan
3. Tahap Kedewasaan dan Kejenuhan
4. Tahap Kemunduran
· Merk
Brand adalah suatu nama, istilah simbul, atau disain (rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
SALURAN PEMASARAN
· Pengertian SaluranDistribusi
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
· Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri
Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industri. Adapaun macam-macam perantara yang ada adalah :
1. Pedagang besar
2. Pengecer
3. Agen
· Saluran Distribusi Ganda
Ada beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut antara lain :
1. Jenis barang yang dipasarkan
2. Produsen yang menghasilkan produknya
3. Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian
4. Pasar yang dituju
· Perantara Saluran
Adapun jenis-jenis perantara adalah :
1. Pedagang Besar
2. Pengecer
3. Agen
· Jumlah Perantara dalam Saluran
Setelah produsen menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, masalah yang akan dihadapi berikutnya adalah masalah penentuan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai perantara pada tingkat perdagangan besar dan/atau pedagang eceran. Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternatif yang dapat ditempuhnya, yaitu :
1. Distribusi Insentif
2. Distribusi selektif
3. Distribusi ekslusif
· Distribusi fisik
Pada pokoknya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah :
1. Pengangkutan
2. Penyimpanan
PENENTUAN HARGA
· Arti dan Pentingnya Harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambahkan beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayannya.
· Faktor-faktor yang Mempengaruhi tingkat Harga
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :
1. Kondisi Perekonomian
2. Penawaran dan Permintaan
3. Elastisitas Permintaan
4. Persaingan
5. Biaya
6. Tujuan Manajer
7. Pengawasan Pemerintah
· Metode-metode Penetapan Harga
1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)
Rumusnya : BIAYA TOTAL + MARJIN = HARGA JUAL
2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)
Rumusnya : HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL
3. Penetapan Harga Break-even (Break-even Pricing)
Rumusnya : BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
· Politik Penetapan Harga
Beberapa politik penetapan harga, yaitu :
1. Penetapan Harga Psikhologis
2. Price Lining
3. Potongan Harga
a. Potongan kuantitas
b. Potongan dagang
c. Potongan tunai
d. Potongan musiman
4. Penetapan Harga Geografis
PROMOSI DAN PERIKLANAN
· Promosi
Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu-arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi ini pada umumnya ada empat, yaitu :
Periklana
Personal selling
Promosi penjualan
Publisitas dan hubungan masyarakat
· Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
1. Tujuan Periklanan
2. Jenis Periklanan
3. Media Periklanan
4. Biro Periklanan
PERSONAL SELLING, PROMOSI PENJUALAN, DAN PUBLISITAS. Personal Selling
Personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
Materi dalam personal selling ada dua
1. Proses Personal Selling
2. Jenis Tugas Penjualan dan Salesman
Langganan:
Postingan (Atom)